Mendidik anak itu susah-susah gampang.
Setiap orang tua memiliki cara sendiri dalam mendidik anak, tapi
tahukah kamu, kata-katamu atau perbuatanmu dapat mempengaruhi
pembentukan sifat karakter mereka?
Cara kamu mendidik anak akan berpengaruh besar terhadap mereka.
Beberapa orang tua mungkin sering kesal akan kelakuan anak mereka, tidak
penurut, dll.
Tapi pernahkah kamu berpikir, apa cara kalian mendidik salah?

Anak-anak kadang sering mengetes tingkat kesabaran orang tua dengan ulah-ulah nakal mereka.
Kadang mereka dengan polosnya sering bertanya kepada orang tua, "Mama sayang aku nggak?"
Apa jawaban kamu?
"Tentu saja, mama senang ada kamu disini. Kalau bisa milih anak, mama tetap bakalan milih kamu."
Inilah jawaban bijak yang bisa menambah rasa percaya diri anak dan mendekatkan hubungan kalian.
Bila anak merasa orang tua mencintai dirinya, mereka akan lebih patuh dan taat aturan.

Ilustrasi-ilustrasi dibawah ini mungkin akan menyadarkan anda apakah cara mengajar anda sudah benar atau tidak.
Yuk simak!
1.Dalam mengerjakan sesuatu, ajarkanlah anak membereskan mainannya dengan mengerjakannya sama-sama.
Jangan memerintah ataupun marah-marah, bicaralah dengan baik-baik bila anak berulah nakal.

2.Orang tua harus tahu, 3 kata ini sangat penting untuk kesehatan mental anak.
Mereka juga perlu dukungan dalam bentuk fisik, habiskan waktu bersama
anak, bermain bersama mereka, tertawa, jalan-jalan, tiup balon, berikan
pelukan hangat kepada mereka, dll.

3. Berikan kalimat-kalimat positif kepada anak seperti ,
"Wah, kamu sudah bersihkan kamar yah!"
"Bersih sekali! Wah selimutnya sudah dilipat yah!"
"Rapi sekali, pintarnya!."
Jangan pernah membandingkan anak dengan orang lain, berikanlah kata-kata motivasi yang bersifat positif.
Kata-kata positif dan bersifat mendukung ini sangat penting untuk
kepercayaan diri anak, dengan pujian, mereka tahu apa maknanya
berusaha.
Selain itu, anak juga akan lebih semangat mengerjakannya.

4.Orang tua juga ada kalanya bersalah kepada anak.
Yang paling penting dari ini adalah orang tua harus bisa meminta maaf
kepada anak. Dengan begini mereka merasa lebih dihargai dan dihormati.
Selain itu, kamu bisa mengajari anak bila bersalah terhadap orang lain harus meminta maaf.

5.Jangan memarahi anak yang menangis sedih.
Mereka punya hak untuk marah, menangis dan sedih karena mainan mereka menghilang.
Tugas orang tua saat itu adalah mengajari anak agar tidak menyakiti hati orang lain atau melampiaskan emosi ke hal lain.

6.Ajarkan anak apa makna dari ketakutan dan keberanian. Setiap orang
memiliki ketakutan tersendiri pada hal-hal tertentu, namun keberanian
adalah tindakan untuk mengatasi ketakutan tersebut.

7.Berikan anak kesempatan untuk memilih, orang tua hanya perlu menuruti kemauan anak saja.
Dengan begini anak terlatih bisa mengambil keputusan sendiri.
Kebanyakan orang tua sering membuat pilihan untuk anak, akibatnya anak
menjadi pasif, tergantung, dan tidak punya pendirian.

8.Ingatkan anak keberhasilannya dulu agar ia tahu ia bisa melakukannya lebih baik lagi.

9.Nggak apa-apa! Ayo coba lagi! Aku yakin kamu pasti bisa! Nggak ada yang baru belajar langsung bisa!
Saat anak jatuh gagal, itulah kalimat-kalimat yang harus dipakai
orang tua untuk menyemangati mereka. Beritahu anak bahwa kegagalan anak
tidak akan mengurangi rasa sayang kamu kepadanya.

10. "Bagaimana menurutmu?"
"Bagaimana sekolah hari ini?"
"Aku senang sekali mengerjakan ini bersama kamu."
Tanya pendapat anak, pakailah kalimat-kalimat ini untuk mendekatkan
jarak kalian. Hubungan kalian akan menjadi lebih dekat, dan selain itu
menanyakan pendapat anak akan melatih mereka untuk berpikir kritis.

11.Jangan lupa memuji anak bila mereka berhasil. Dan dalam mendekatkan hubungan, gunakanlah kata 'kita', misalkan,
"Wah kita sudah selesai,"
"Kita berhasil"
"Kita akhirnya masuk TK!"
"Kita akhirnya naik kelas dua juga!"
Saat anak masih balita, bila menggunakan kata 'kita', balita akan
merasa orang tua dan dirinya adalah satu hati, dan itu akan membantu
dalam pertumbuhan mereka.

Bagaimana sobat Cerpen? BIla bermanfaat, jangan lupa di share yah, biar lebih banyak orang tua bijak dalam mendidik anak!
Sumber: fafa