Namun, kenyataan memang tidak bisa dipungkiri. Semua ibu yang sudah pernah melahirkan pasti mengalami perubahan bentuk tubuh dan tidak semua ibu mau terbuka dengan hal yang satu ini. Kebanyakan mereka merasa malu dengan bentuk tubuh mereka. Meski di satu sisi, mereka juga menyadari bahwa semua pengorbanan dan perjuangan untuk melahirkan anaknya ke dalam dunia, tidaklah sia-sia.
Sebuah akun Instagram @takebackpostpartum memposting foto-foto tubuh para ibu paska melahirkan. Seperti apa sajakah itu? Yuk, simak keberanian beberapa ibu di bawah ini.


1. No filter, no edit
Penerangan foto ini buruk. Pusar tidak simetris. Lipatan berkerut. Bekas luka cesar bagian perut. Paha tidak mulus.


Semuanya sepadan demi perkembangan anak laki-lakiku. Aku menolak untuk malu.
Sangat mudah untuk memilih foto dengan pencahayaan terbaik, tapi itu bukanlah kehidupan nyata.
Jangan merasa berkecil hati jika tubuh pasca persalinan Bunda tidak terlihat sama dengan ibu lain yang ada di Instagram. Pencahayaan dan filter yang baik akan menyembunyikan banyak hal.
Aku adalah orang yang sangat aktif dan aku juga makan dengan sangat baik, tapi beberapa tanda di tubuh ini akan tetap bersamaku selamanya, apapun yang aku lakukan. Dan hal itu tak masalah.
 Seperti itulah yang dikirimkan oleh @mamaclog.
2. Tidak seperti yang orang lain bayangkan
Kiriman @twinmamadiaries.
Aku sudah lama ingin membagikan ini. Hampir setiap hari aku menerima pesan dari Ibu lain yang bertanya kepadaku tentang bagaimana aku melakukannya.
Bagaimana caranya agar tubuhku tampak langsing seperti semula sebelum hamil. Beginilah yang sebenarnya terjadi ibu-ibu – tubuhku TIDAK LANGSING.
Aku punya gelambir kulit. Aku tidak memiliki perut yang rata seperti dulu. Pinggulku juga sedikit lebih lebar.
Aku tidak ingin ada kesalahpahaman. Tubuhku tidak ‘kembali seperti semula’. Sekarang setelah mengatakan itu, aku bekerja sangat keras untuk mempertahankan gaya hidup sehat dan merasa nyaman dengan kulitku.
Aku mungkin tidak pernah terlihat seperti sebelum melahirkan si kembar. Tahukah kau bahwa aku baik-baik saja dengan itu semua?
Aku punya tangan, aku punya kaki. Aku masih bisa melihat, mendengar dan menjalani kehidupan. Tubuhku telah melakukan hal-hal menakjubkan, kenapa aku perlu menghukumnya?
Belajar menghargai apa yang Anda miliki. Itu tidak berarti Anda harus berhenti berusaha untuk melakukan apa yang Anda inginkan, hanya saja Anda perlu mencintai dirimu selamanya.
3. Ada wanita-wanita yang ingin memiliki ‘stretch marks’ kita
Aku mendengar sebuah kutipan beberapa hari yang lalu yang bunyinya, “Untuk setiap wanita yang membenci stretch marks-nya, ketahuilah bahwa sesungguhnya ada wanita yang berharap untuk memilikinya”.
Kutipan tersebut benar-benar membuatku berpikir. Berpikir tentang tubuh baru yang aku miliki kini. Jangan salah sangka, kini setiap hari aku bersyukur.
Stretch marks itu adalah bagian dari diriku, sebuah bagian yang berusaha aku terima sepenuhnya.
4. Kelahiran si kembar adalah keajaiban
Kehamilan kembar membuatku dengan mudah naik dan turun berat badan sebanyak 30kg dalam waktu singkat. Tubuhku telah melahirkan tiga anak dengan dua persalinan.
Sebuah operasi caesar, kelebihan kulit, garis kehamilan, dan otot yang acak-acakan #rektusdiastase. Itulah diriku saat ini, sebuah keajaiban hidup. Kiriman oleh @derstillzwerg.
5. Kagumi tubuhmu
Butuh waktu lama bagimu untuk mencintai dirimu sendiri dan pertentangan itu masih terjadi setiap hari. Butuh waktu bertahun-tahun mengolah keraguan, rasa malu, dan kekhawatiran untuk sampai ke titik ini.
Untuk melihat bahwa kecantikan Anda lebih dari sekedar kulit. Untuk memutuskan bagaimana Anda memilih untuk menampilkan diri Anda dari dosa.
Melihat fisik kita di masa lalu, segalanya bukanlah jalan yang mudah karena di sinilah Anda sekarang. Sebuah tempat di mana Anda dapat berdiri di depan cermin untuk mengagumi lekuk tubuh montok Anda tanpa rasa takut.
Nah, moms sudah lihat beberapa bentuk tubuh paska melahirkan yang tentu sudah nggak asing lagi buat para moms kan? Makanya, jangan pernah merasa nggak bersyukur deh. Itu semua adalah tanda kalau kita sudah menjadi ibu. Anak adalah anugerah dari Tuhan.

Sumber: theasianparent.com