Aku adalah seorang ibu rumah tangga full time. Aku telah melepas pekerjaanku 4 tahun lalu.
Sering sekali pekerjaan ibu rumah tangga ini dipandang sebelah mata
oleh suamiku. Melalui ini, aku berharap agar para lelaki dapat membaca
dulu fakta-fakta ini.
1.Kehilangan komunitas

Perlahan, teman-temanku berkurang. Begitulah kesulitan yang dialami
oleh hampir semua ibu rumah tangga, mengorbankan banyak hal demi rumah
dan keluarga.
Yang diharapkan hanyalah pengertian dan keluarga, dukungan dan bantuan kecil dari orang tercinta kita...
2.Tidak sempat merawat diri

Saking lamanya jadi ibu rumah tangga, diri sendiri pun jadi tidak terawat.
Bahkan saat berbelanja pun kalau bukan beli barang untuk anak, berarti beli untuk suami.
Beli untuk diri sendiri sangat jarang, karena IRT berpikir dirinya sendiri tidak perlu, dirinya perlu berhemat..
3.Disepelekan, tidak dihargai

"Kamu mah enak, gak usah kerja, tinggal nyantai di rumah!'
Begitulah, kalimat ini sering terdengar kan?
Padahal ibu rumah tangga pelan-pelan jadi tidak ada teman, kehilangan
komunitasnya sendiri, hanya tinggal suami dan anak saja yang tersisa.
Banyak ibu rumah tangga yang merasa dirinya tidak pantas, merasa
dirinya di rumah saja, tidak perlu bertemu orang sehingga hanya membeli
pakaian ala kadarnya.
"Kamu bukannya ibu rumah tangga?"
"Masih muda sudah nggak kerja, bawa anak doank!"
"Kamu memang harus beresin rumah ini, kamu kan nggak nyari duit!"
"Jaga anak itu kewajibanmu!"
"Aku sudah capek kerja seharian, kamu mah dirumah saja enak-enak."
Hati-hati saja, kalimat yang diucapkan seenaknya ini bisa menyakiti
hati ibu atau istri kamu, merusak kepercayaan dan harga diri mereka.
4.Membesarkan anak bukanlah hal yang mudah

Jadi ibu rumah tangga itu menyenangkan, tentu. Ada suka dan dukanya.
Membesarkan anak, merawat anak bukanlah hal yang mudah. Namun bagi orang
lain mungkin terlihat gampang.
Kalian pikir, anak itu bisa diam, anteng terus seharian?
Bagi ibu rumah tangga, saat tidur anak adalah saat paling berharga.
Namun saat tidur anak adalah saat dimana ibu-ibu bisa mulai mengerjakan pekerjaan rumah.
5.Disalahkan

Saat ada masalah, semuanya seakan-akan ibu yang disalahkan..
Saat anak sakit, itu karena ibu nggak merawat dengan baik.
Saat rumah kotor berantakan, itu karena ibu nggak beresin..
Saat cucian menumpuk, itu karena ibu nggak kerjain..
Saat baru pulang tapi nggak ada nasi atau sayur yang sudah dimasak, itu karena ibu lagi malas..
6.Kerja 24 jam, tanpa hari libur

Yah, hal ini sudah pasti. Ibu tidak bisa minta cuti berlibur, cuti
sakit, setiap hari dari bangun sampai tidur, itulah waktu bekerja ibu
rumah tangga.
Ingat...
Ibu rumah tangga adalah suatu pekerjaan yang mulia..
Janganlah merendahkan pekerjaan itu...
Kalau tidak ada ibu rumah tangga, siapa yang bisa menjaga anak?
Siapa yang membuat makanan untuk 1 keluarga?
Siapa yang membuat rumah jadi nyaman untuk ditinggali?
Siapa yang membuat rumah bersih dari debu?
Siapa yang membeli keperluan-keperluan sehari-hari?
Hargailah jasa mereka dan berterima kasihlah!
Sedikit bantuan atau ucapan terima kasih kamu akan sangat menyemangati mereka..
Luangkan waktu untuk temani mereka, dan berikan mereka waktu untuk merawat diri mereka juga.
Bila suami kamu tidak seperti yang diatas, maka SELAMAT!
Bersyukurlah karena kalian bisa bahu membahu membangun keluarga yang harmonis!
Sumber: cmoney