Orangtua di mata anak-anak seringkali dipandang sebagai sosok panutan
dalam menjalani hidup. Sebab mereka selalu terlihat kuat, tegar
menjalani peran sebagai bapak dan ibu dalam keluarga. Nggak jarang
mereka berbohong agar anak-anaknya nggak khawatir. Kita sebagai anak
seringkali nggak sadar tentang kebohongan orangtua. Bukan bermaksud
untuk merahasiakan banyak hal ke anak mereka, tapi seringkali para
orangtua melakukan kebohongan agar anak mereka tetap merasa bahagia.
1. "Ayah/Ibu baru saja sampai kok. Belum lama ini,"

Ketika menjemputmu, pasti Ayah atau Ibu pernah menjawab dengan
kalimat tersebut ketika kamu tanya, “Ayah/Ibu sudah lama di sini?”
Mungkin mereka sudah lama di sana, tapi nggak mau bikin kamu merasa
bersalah karena ditungguin. Makanya mereka lebih sering bilang baru
sampai.
2. "Ayah/Ibu sudah kenyang, kuenya untuk kamu saja,"

Nggak hanya kue, kadang makanan apa saja. Percayalah, ada saat di
mana Bapak dan Ibu menginginkan potongan kue terakhir, nasi berkat
dengan lauk ayam panggang, dan lain-lain. Tapi, kalau kamu juga mau,
mereka pasti memilih untuk mengalah dan nggak mau kamu terbebani.
Makanya bilangnya sudah kenyang.
3. "Iya nggak apa-apa, yang penting kamu mengabari,"

Ketika kamu pergi ke suatu tempat dan lupa mengabari ketika sudah
sampai, orangtua pasti khawatir banget. Tapi cara menunjukkannya
beda-beda. Ada yang langsung menelpon berkali-kali, ada juga yang sabar
menunggu sampai anaknya mengabari terlebih dahulu. Nah ketika sudah
berkabar dan kamu minta maaf karena lupa, sebenarnya mereka sangat
khawatir dan mungkin juga sedikit marah. Tapi yang lebih penting dari
itu semua adalah mengetahui bahwa keadaanmu baik-baik saja.
4. "Kamu sudah besar, Ayah Ibu percaya kamu bisa mengatasi masalah sendiri,"

Sesungguhnya sebagian besar orangtua hampir selalu melihat anaknya
sebagai ‘anak kecil’. Bahkan ketika sudah dewasa pun, kamu tetap ‘bayi’
bagi mereka. Bukannya mereka nggak percaya kamu bisa mengatasi masalah
sendiri, tapi mereka sebenarnya ingin selalu membantumu setiap ada
masalah. Di sisi lain, orangtua juga mengerti kapan saatnya ‘merelakan’
anak-anaknya untuk menjadi diri sendiri, memutuskan pilihan hidup
sendiri. Mereka merasa berat, tapi bagaimana lagi? Memang sudah
waktunya.
5. "Ayah/Ibu belum mengantuk, menunggu kamu pulang,"

Pernah nggak sih kamu pulang malam setelah mengerjakan tugas atau
main sama teman-teman lalu ternyata Ayah dan Ibu juga belum tidur, masih
menonton televisi meski wajahnya sudah lelah. Kamu jadi merasa bersalah
karena ditunggui sampai pulang, padahal tadi sebelum berangkat sudah
berpesan agar mereka tidur lebih dulu. Ketika ditanya, mengapa mereka
belum tidur, jawabannya adalah karena belum mengantuk. Ya, mereka
bohong. Mereka ingin memastikan kamu sampai di rumah dalam keadaan
selamat dan baik-baik saja.
6. "Kamu nggak usah memikirkan biaya, biar Ayah dan Ibu saja. Ada kok,"

Padahal, terkadang mereka bahkan belum punya bayangan akan dapat dari
mana uang untuk kamu kuliah di luar kota misalnya, belum lagi biaya
hidup, kost, dan lain-lain. Tapi mereka ingin yang terbaik untukmu,
apalagi pendidikan, makanya ketika kamu mengutarakan keinginan untuk
kuliah di kampus idaman mereka menyatakan sanggup membiayai. Dan ini
berlaku pada banyak hal selain kuliah.
Meskipun pada dasarnya berbohong itu nggak bisa dianggap sebagai hal
yang benar, orang tua melakukan ini bukan dengan maksud menutup-nutupi
fakta dari kamu. Semua dilakukan semata-mata agar kamu sebagai anak
nggak khawatir dan bisa fokus menjalani kehidupan sehari-hari dengan
tenang tanpa beban. Sudah peluk Ayah dan Ibu hari ini?
Sumber: Yukepo