Semua orang tahu bahwa "anak-anak suka dengan liburan panjang", tapi
orang tua harus memberi perhatian khusus di masa-masa liburan tersebut,
karena jika tidak, bisa-bisa mereka malah mengembangkan banyak kebiasaan
buruk! Jika kalian para orang menemukan 5 hal ini dilakukan oleh
anak-anak, segera bimbing mereka untuk berubah.
1. Sulit bangun dari tempat tidur

Banyak anak-anak yang sulit bangun dari tempat tidur di saat libur,
terutama jika suhu udara cukup dingin. Seringkali mereka juga bangun
siang dan baru tidur larut malam. Jika hal ini dilakukan dalam jangka
panjang, maka untuk mengembalikannya ke kebiasaan normal akan makan
waktu cukup lama.

Para ahli menyarankan, daripada membiarkan anak-anak tidur larut
malam dan bangun terlambat, lebih baik membangunkan mereka pagi hari
seperti biasa lalu menyuruh mereka tidur siang. Durasi tidur siang pun
cukup 30 menit saja dan pastikan tidak membiarkan mereka tidur terlalu
sore karena akan mempengaruhi jam tidur malam mereka.
2. Tinggal di rumah sepanjang waktu

Mungkin banyak orang tua berpikir bahwa semua anak-anak sangat suka
bermain di luar rumah. Namun sebenarnya hal ini tidak selalu berlaku
untuk semua anak, karena beberapa anak lebih memilih untuk tinggal di
rumah. Walaupun tinggal di rumah bukan sebuah kebiasaan buruk, tapi jika
dilakukan dalam jangka waktu lama tanpa adanya aktivitas di luar rumah,
maka bisa mempengaruhi pertumbuhan dan berat badannya.

Selain itu, "anak-anak rumahan" cenderung memiliki karakter yang kaku
dan tertutup, sehingga mempengaruhi kreativitas anak. Lebih baik jika
mereka menemukan teman sebaya untuk bermain bersama dan menyalurkan
hobinya. Hal ini juga bisa mendorong keterampilan komunikasi anak-anak.
3. Suka bermain ponsel
Banyak anak yang lebih memilih untuk bermain ponsel maupun bermain
game daripada bermain di luar. Selain itu, beberapa anak juga lebih
memilih untuk mengobrol lewat aplikasi chatting daripada bertatap muka
langsung, serta menggunakan ponsel mereka untuk menonton film, membaca
e-book, dan sebagainya. Terkadang mereka juga malah bisa lupa makan dan
ke toilet.

Kecanduan ponsel bisa menyebabkan gangguan ingatan, gangguan tidur,
dan masalah kesehatan lainnya. Menunduk dan menatap layar ponsel dalam
jangka waktu lama bisa mengganggu daya penglihatan dan kesehatan tulang
belakang. Selain itu, informasi negatif yang bisa diakses melalui ponsel
pun bisa berdampak buruk bagi perkembangan anak.

Dua cara ini bisa diterapkan agar anak-anak tidak lagi kecanduan ponsel:
a. Menandatangani sebuah kesepakatan agar anak-anak menyelesaikan
dahulu tugasnya baru boleh bermain ponsel. Selain itu, untuk mencegah
anak-anak mengambil ponsel secara diam-diam, bisa juga dengan cara
memasang password di ponsel dan mengubahnya setiap hari.
b. Orang tua harus mengurangi bermain ponsel, karena jika orang tua
juga seharian bermain ponsel, maka anak pun akan susah untuk disuruh
mengubah kebiasaannya tersebut.
Jika berhasil, terakhir melihat ponsel, komputer, dan anak-anak bisa
menjelaskan situasinya. Jika Anda hanya ingin menonton permainan,
bermain game, menyikat lingkaran teman, maka Anda dapat sementara
meletakkan telepon, menemani anak-anak bermain game, berbicara
dengannya.
4. Kecanduan nonton TV

Banyak anak yang terus menerus menonton TV saja selama liburan. Hal
ini tidak salah jika yang mereka tonton adalah acara yang bermanfaat dan
mereka juga tidak kecanduan menonton.

Menetapkan peraturan untuk mengurangi waktu menonton TV menjadi 1-2
jam saja bagi anak-anak bisa digunakan untuk mengobati kecanduan mereka.
Sisanya, orang tua bisa menyuruh mereka melakukan aktivitas lain di
luar rumah.
5. Menumpuk pekerjaan rumah

Banyak anak yang baru mengerjakan pekerjaan rumah jika sudah
mendejati waktu masuk sekolah. Seharusnya orang tua membiasakan agar
anak-anak mengerjakan pekerjaan rumahnya terlebih dahulu sebelum bermain
selama liburan. Jika pekerjaan rumahnya memang banyak, bisa juga
dicicil selama beberapa hari, tapi pastikan agar setiap harinya di waktu
yang sudah ditetapkan, anak-anak mengerjakan pekerjaan rumahnya
tersebut.

Kebiasaan yang baik menentukan masa depan anak, sehingga sebisa mungkin orang tua harus memperhatikan hal ini.
Sumber: Looker