Pasti bunda-bunda sekalian akan pusing ketika si kecil demam. Pada
umumnya, bayi dan balita lebih memang sering terkena demam karena sistem
imun mereka yang belum sempurna, tubuh mereka masih terus melawan
bakteri dan membangun sistem imun yang lebih kuat, karena itu mereka
jadi lebih sering demam.
Nah, bagaimana cara yang tepat untuk menghadapi bayi jika terkena
demam? Berikut ini adalah metode dan poin penting yang harus dicatat
oleh para ayah dan ibunda sekalian! Yuk simak ulasan berikut ini!
Kategori demam:
Demam rendah: 37,4 ~ 38 C;
Demam sedang: 38,1 ~ 39 C;
Demam tinggi: 39,1 ~ 41 C;
Demam sangat tinggi: diatas 41 C.
Pesan: Ayah dan ibu bisa menggunakan termometer digital untuk hasil yang lebih cepat dan akurat!

Suhu tubuh bayi yang normal di pagi hari adalah 36-37 C, sedangkan
pada sore dan malam hari cenderung lebih tinggi. Jika sudah lebih dari
40 C maka dapat menyebabkan kejang-kejang dan bahkan kerusakan otak,
terutama pada bayi yang baru lahir tak sampai 10 hari, toleransinya
terhadap panas jauh lebih buruk daripada orang dewasa. Segera bawa ke
rumah sakit.

Balutan kain yang tebal dan cuaca yang panas (30 derajat ke atas)
juga dapat membuat bayi kepanasan dan demam. Ada ibu yang memberi
bayinya yang baru lahir 2-3 hari minum susu formula yang panas,
menyebabkan bayi demam, dehidrasi, turun berat badan, gagal ginjal,
rewel dan sebagainya. Kondisi ini disebut neonatal dehydration fever
atau juga demam bayi baru lahir karena dehidrasi.
Jika kepala bayi juga dibungkus erat-erat dalam durasi waktu yang
lebih lama, bisa-bisa suhu anak meningkat hingga 40 C, menyebabkan
kejang, koma, tak sadarkan diri. Kondisi ini dikenal sebagai "Infant
muggy syndrome".
Demam pada bayi yang baru lahir biasanya disebabkan oleh beberapa
patogen penyakit menular seperti pneumonia, omphalitis, sepsis,
meningitis purulen, dan berbagai virus menular.
Jika demamnya terus kembali dan berlangsung selama lebih dari 2
minggu, tandanya ada infeksi seperti infeksi saluran kemih, infeksi
telinga, infeksi kandung empedu, tuberkulosis, demam rematik, infeksi
usus, hati, bakteri atau bahkan sepsis. Demam berkepanjangan pada bayi
juga bisa disebabkan karena neuroblastoma.
Selain itu, faringitis kronis, radang amandel atau sinusitis juga sering disebabkan oleh demam yang berkepanjangan.

Bagaimana dengan demam yang baru lahir?
Orang tua pada awalnya harus mengevaluasi demam bayi yang baru lahir,
apakah demamnya disebabkan faktor lingkungan atau faktor penyakit.
Kedua, pilih metode menurunkan demam yang baik dan aman.
Penyebab paling umum demam bayi yang baru lahir adalah karena faktor
lingkungan yaitu kepanasan. Bisa jadi karena bayi memakai terlalu banyak
pakaian, suhu ruangan panas, kurangnya pemberian ASI/susu/air putih.
Bayi yang kepanasan akan menunjukkan tanda-tanda seperti rewel,
menangis, kulit memerah, tangan dan kaki panas dan kurangnya produksi
urin.
Orang tua tidak perlu panik saat mengalami demam yang disebutkan di
atas. Turunkan suhu ruangan menjadi 22 ~ 25 C, beri bayi minum yang
cukup dan kurangi pakaian yang ia kenakan.

Jika bayi yang baru lahir demam disertai dengan muka pucat,
kehilangan nafsu makan, tangan dan kaki dingin, kemungkinan penyebabnya
adalah faktor penyakit. Orang tua harus segera membawanya ke rumah sakit
sambil dikompres selama perjalanan.
Bila suhu tubuh melebihi 39 C, orang tua bisa lebih dulu membasuh
tubuh bayi dengan air hangat sekitar 33 C sampai 35 C di bagian dahi,
tungkai, selangkangan dan ketiak.

Jika demam bayi di bawah 38 derajat, berikut ini metode yang dapat dilakukan:
1. Pertahankan suhu ruangan pada suhu 21 C ~ 23 C; perhatikan supaya ada pertukaran udara yang baik
2. Biarkan anak banyak istirahat atau tidur di tempat tidur. Banyak
tidur juga bisa cepat pulih. Buka pakaian atau jangan memakai terlalu
banyak pakaian, pakaian terlalu besar, hindari menggunakan selimut katun
3. Beri air hangat, jus jeruk atau vitamin C, 250 ml per malam
4. Kompres dahi dengan air dingin

Semoga bermanfaat, bunda! Yuk SHARE ke bunda-bunda lainnya!
Sumber: Today's headline