Dengan teknologi canggih saat ini, tentunya para ibu hamil akan mampu mengetahui kondisi janin dalam rahimnya dengan mudah. Melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) dapat mengetahui seperti apa perkembangan bayi lebih dini. Belum lagi dengan munculnya teknologi USG 3 dimensi, ibu hamil bisa lebih jelas mengetahui sepeti apa wajah jabang bayi meskipun tak seperti foto.
Umumnya, banyak yang telah mengetahui bahwa bayi dalam rahim mampu mendengar suara ibunya dari luar, oleh karena itu tak jarang beberapa ibu hamil menempelkan earphone diperutnya. Namun pernahkah kamu berfikir apakah bayi di dalam kandungan bisa menangis seperti saat dilahirkan?
Nah jawabannya ternyata bisa loh! Namun ternyata bentuk tangisan dalam rahim itu berbeda seperti saat bayi abru lahir. Lalu bagaimana bentuknya yuk simak dibawah ini!
Sebuah studi yang dirilis pada 2004 pernah dilakukan untuk mengetahui perilaku janin dalam rahim. Diketahui ada lima fase perilaku yang dilakukan, yaitu tidur, aktif, diam tapi dalam kondisi bangun, sangat aktif dan menangis.
Para peneliti mencatat bahwa janin dalam kandungan menunjukkan perilaku yang mirip dengan menangis. Yaitu posisi mulut menghirup, membuka mulutnya saat lidah turun, lalu menampilkan tarikan tiga napas ekstra. Nafas ketiga dan terakhir menunjukkan jeda pada napas dan napas panjang seperti "menenangkan diri". Pada dasarnya, sama seperti gambaran bayi menangis.
Dari penelitian diketahui, janin menangis ketika ada paparan tembakau atau kokain. Ketika studi dirilis pada 2004, boleh dibilang sebuah terobosan. Hal ini karena memberikan bukti berupa video pertama yang memperlihatkan janin menangis. Termasuk mengubah persepsi banyak orang terkait perilaku, aktivitas, dan perkembangan janin.
Kapan bayi di rahim mulai menangis?
Peneliti memperkirakan, bayi mulai menangis ketika berusia 20 minggu di dalam rahim. Saat usia tersebut, janin telah mengkoordinasikan gerakan pernapasan, bisa membuka rahangnya, menggigiti dagunya, dan memperpanjang lidahnya. Saat usia 24 minggu, bayi diperkirakan bisa menghasilkan suara menangis dan merespons kebisingan di lingkungan mereka.
Nah ternyata seperti itu loh Moms, semoga bermanfaat ya…


Sumber: Dreams