Saat liburan musim panas, banyak yang magang untuk mencari pengalaman. Itulah yang dilakukan seorang remaja berusia 16 tahun ini. Selama magang, dia akan memberi sedikit uang kepada pengemis di jalanan setiap harinya.
Tidak disangka, 5 tahun kemudian dia bertemu dengan pengemis tersebut. Namun, sekarang pengemis itu sudah memakai jas!
Sekarang, David (nama samaran) sudah berusia 20 tahun. Saat itu, dia magang selama 2 bulan.
Ketika sedang magang, gaji David tidak tinggi. Oleh karena itu, dia memilih untuk beli hot dog, kebab, atau burrito untuk makan siang. Makanan di pinggiran jalan itu hanya menerima uang tunai, David jadi sering membawa sedikit uang bersamanya ketika sedang membeli makan siang.

Setiap kali dia membeli makan siang, David akan memberi sedikit uang kepada seorang pengemis yang bernama Ivan. Uang ini adalah uang sisa David setelah membeli makan siang.
David berkata bahwa Ivan menderita PTSD (Penyakit Post Traumatic Stress Disorder). Ivan tidak hanya melarikan diri dari keluarganya sendiri tapi juga hanya mempercayai intuisinya sendiri. Saat itu, kondisi mentalnya sangat buruk. David yang sangat bersimpati kepada Ivan pun akan menyapa Ivan dan berbicara sebentar dengannya setiap hari.
2 bulan pun berlalu dengan cepat. Perilaku David ke Ivan telah dilihat banyak orang.
Pada hari terakhir David magang, dia sadar bahwa dia tidak membawa uang. Dia pun segera mengambil uang ke ATM terdekat namun tidak berhasil. Saat David tidak tahu harus bagaimana, penjual itu tiba-tiba berkata, "Aku melihat apa yang kamu lakukan kepada Ivan setiap hari. Ambillah. Kamu layak menikmati makanan ini."
Setelah musim panas selesai, David kembali ke kampus dan hidup seperti biasa. Ingatannya terhadap Ivan telah menjadi kabur.
Bertemu lagi 5 tahun
5 tahun kemudian, Ivan kembali bekerja di kota asalnya. Suatu siang, dia pergi ke sebuah restoran favoritnya untuk bertemu dengan teman baiknya. Mereka pun makan sambil mengobrol, menikmati siang hari itu. Tiba-tiba, ada sebuah pria yang datang menyapa mereka. Pria itu memakai setelan jas yang keren.

"Permisi, apakah kamu kenal saya?" tanya pria itu kepada David.
Ketika David menoleh, dia melihat pria yang tinggi dan berpakaian rapi. David kemudian berpikir sebentar dan tiba-tiba teringat. "Kamu Ivan bukan?" tanya David.
Mendengar namanya disebut, Ivan langsung meneteskan air mata. Mereka langsung berjabat tangan dan kemudian saling berpelukan. Seperti teman lama yang sudah lama tidak bertemu. Ivan kemudian berkata, "Terima kasih!"
Ivan dan David kemudian duduk dan berbicara. Ivan menceritakan bahwa tidak lama setelah David selesai magang, dia menemukan pekerjaan. Dia menggunakan gajinya untuk membayar terapis. Pelan-pelan, kesehatan mentalnya pulih. Dia pun semakin sehat dan mau berbaur dengan masyarakat. Dia berhasil menemukan kepercayaan dirinya.
Ivan berkata bahwa tahap titik terendah dalam hidupnya adalah saat Ivan bertemunya setiap hari. Dia sering duduk disana, berpikir tentang akhir hidupnya. Namun, perhatian yang diberi David membuatnya memiliki harapan hidup.
Ivan juga berkata, bahwa uang yang diberi David setiap hari cukup untuk membeli makan setiap hari. Ini juga yang membuatnya berubah secara perlahan.
Setelah berbicara selama setengah jam, Ivan terpaksa pergi karena harus kembali bekerja. David yang juga merasa terharu, menangis sambil melihatnya pergi.
"Sampai sekarang, Ivan masih tidak tahu siapa namaku," kata David. "Aku berharap dia tidak akan pernah tau, tapi ingat bahwa dulu ada orang seperti aku."

Sumber: Beauty