Seorang ibu berumur 19 tahun mengeluhkan nyeri saat berhubungan intim
dengan suami. Ia juga merasa kalau keputihannya berlangsung lama
apalagi setelah melahirkan. Lalu ia memutuskan untuk bertanya apakah
keluhannya ada hubungannya dengan kanker serviks.
Dokterpun memberi jawaban atas kekhawatirannya.
Nyeri saat berhubungan intim di dunia medis dikenal dengan istilah
dispareunia. Nyeri ini dapat terjadi saat penetrasi (masuknya penis ke
dalam vagina). Dispareunia dapat disebabkan oleh beberapa hal,
diantaranya adalah :

Berkurangnya hormon estrogen yang menyebabkan vagina menjadi kering:
1. Kurang 'foreplay' atau 'pemasanan' sehingga lubrikasi (pelicin) pada vagina kurang
2. Vaginismus atau kontraksi pada otot vagina yang umumnya disebabkan karena trauma atau 3. perasaan takut
4. Endometriosis atau pertumbuhan endometrium (lapisan rahim) di luar rahim
5. Infeksi pada vagina
6. Luka pada vagina
7. Infeksi pada serviks (mulut rahim) sehingga ketika terjadi penetrasi dalam maka akan timbul rasa nyeri
8. Peradangan pada panggul yang dapat diakibatkan oleh infeksi pada saluran reproduksi dan panggul.
Bila nyeri yang Anda rasakan sangat mengganggu kamu harus memeriksakan diri ke dokter.

Sedangkan kanker serviks punya gejala yang lebih banyak. Gejala-gejala kanker serviks:
- Keputihan kronik yang berbau dan bercampur darah.
- Perdarahan yang terjadi di luar masa menstruasi.
- Periode menstruasi yang terjadi lebih berat dan lebih lama daripada biasanya.
- Perdarahan yang terjadi setelah masa menopause.
- Perdarahan yang terjadi setelah melakukan hubungan seksual.
- Perdarahan yang terjadi setelah pemeriksaan panggul atau pembersihan vagina (douching).
- Nyeri di daerah panggul.
- Nyeri saat melakukan hubungan seksual.
- Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya.
- Meskipun salah satu gejala kanker serviks adalah keputihan, namun tidak semua keputihan
- Merupakan gejala kanker serviks. Dalam menghadapi kanker serviks,
hal yang terbaik adalah - jangan menunggu hingga gejala-gejala di atas
muncul. Lakukan pemeriksaan pada daerah
- serviks secara rutin jika Anda sudah aktif secara seksual. Hal ini dapat mencegah kematian karena kanker serviks.
Cara untuk mengetahui secara dini

Karena pada dasarnya setiap kanker itu jika ditemukan dalam tingkatan
yang dini, maka akan lebih mudah dalam penanganannya. Untuk itu
diperlukan pendeteksian secara dini terhadap kanker serviks. Salah satu
metode yang dapat dilakukan untuk mengetahui secara dini adalah Pap
Smear.
Sensitifitas Pap Smear mecapai 90% bila dilakukan setiap tahun.
Karena kanker serviks ditularkan melalui hubungan seksual, maka wanita
yang sudah pernah melakukan hubungan seksual hendaknya melakukan Pap
Smear setiap tahun sekali. Biayanya bisa dikonsultasikan langsung ke
tempat yang diinginkan.
Kegunaan vaksin HPV

Para wanita boleh bernapas lega karena saat ini sudah ada vaksin HPV
untuk mencegah kanker serviks. Vaksin ini dibuat dengan teknologi
rekombinan, sehingga mempunyai ketahanan yang kuat. Vaksinasi ini
merupakan pencegahan yang paling utama. Perlindungan terhadap kanker
serviks dengan vaksin ini mencapai 89%. Lama proteksi vaksin ini
mencapai 53 bulan.
Vaksinasi ini diberikan untuk wanita yang belum terinfeksi atau tidak
terinfeksi HPV risiko tinggi (16 dan 18). Vaksinasi untuk ibu hamil
tidak dianjurkan, jadi sebaiknya vaksinasi diberikan setelah ibu
melahirkan. Vaksin ini diberikan melalui suntikan di otot pada bulan
0,1, dan 6. Efek samping vaksinasi ini adalah nyeri lambung, nyeri
sendi, nyeri otot, nyeri panggul, mual, muntah, diare, dan demam.
Jadi itu tadi penjelasan tentang kenapa nyeri saat berhubungan intim.
Memang kita wajib waspada dengan semua gejala. Namun, akan lebih baik
kalau kita memeriksakan diri langsung ke dokter supaya kita bisa lebih
tenang.
Sumber: Klikdokter