Beberapa bulan yang lalu, Yudi (nama samaran) menderita flu dan ia
pun memilih meminum obat. Tak disangka, ketika buang air kecil, ada
darah di urinnya. Ia tidak menganggap hal tersebut sebagai hal yang
serius dan mengira bahwa itu normal.
Setelah lebih dari 2 bulan, Yudi mengalami lagi hal yang sama, yaitu
ada darah di urinnya. Tapi kali ini, warna merahnya jauh lebih gelap
dari sebelumnya. Ia akhirnya takut dan segera memeriksakan diri ke
dokter.
Setelah diperiksa, ternyata Yudi menderita kanker kandung kemih! Berita ini benar-benar membuatnya syok berat.
Kandung kemih adalah organ otot berongga yang terletak di daerah yang
dikelilingi oleh tulang pinggul, sebuah daerah yang disebut panggul.
Kandung kemih bertindak sebagai bendungan untuk mengumpulkan urin dari
ginjal.
Gejala-gejala paling umum adalah keluarnya darah dalam urin. Ini
biasanya tidak menyakitkan. Darah dalam urin berhubungan dengan nyeri
biasanya disebabkan oleh infeksi atau batu. Perdarahan lebih parah pada
kanker kandung kemih dikaitkan dengan keluarnya gumpalan darah dalam
urin.

Tapi Yudi sama sekali tidak tahu kenapa hal ini bisa terjadi pada dirinya?

Dokter: "Kebiasaan buruk apa yang sering kamu lakukan? Apakah merokok?"
Yudi pun mengangguk-angguk.
Dokter: "Itu adalah faktor utama! 30-50% penderita kanker kandung kemih disebabkan oleh merokok"

Dokter juga menambahkan, merokok dapat meningkatkan resiko terkena kanker kandung kemih hingga 2-6 kali lipat.
Gejala kanker kandung kemih:
1. Hematuria (adanya darah pada urin)
Sekitar 90% pasien penderita kanker kandung kemih mengalami hematuria. Karakteristiknya adalah:
* Tidak ada rasa sakit yang jelas: karena sel kanker hanya ada di
rongga kandung kemih, sehingga tidak berpengaruh pada bagian lain.
Umumnya, tidak terasa sakit ataupun tidak nyaman.
* Berselang beberapa saat: hematuria akan berhenti atau berkurang
sendiri, selang antara hematuria pertama dan kedua bisa beberapa hari,
bisa beberapa bulan, atau bahkan lebih lama lagi.
* Hematuria makroskopik: ketika tumor sudah besar, hal ini akan terjadi
2. Frekuensi buang air kecil semakin sering, tapi jumlah urin yang dikeluarkan hanya sedikit
3. Sakit pada bagian punggung, area dubur dan panggul
4. Berat badan turun

Ya, merokok tidak hanya dapat menyebabkan kanker paru-paru tapi juga kanker kandung kemih. Oleh karena itu, jangan meremehkan!

Berhenti merokok bukanlah hal yang mudah dan butuh niat. Jika ingin berhenti merokok, dapat dibantu dengan mengkonsumsi teh.
1. Teh mimosa
Mimosa, tanaman perdu yang tumbuh sepanjang tahun di Meksiko atau
Brasil, dapat digunakan sebagai teh dan menawarkan rasa tenang dan
santai kepada orang yang menyeruputnya. Karena perokok sering mengalami
kecemasan, depresi, dan sakit kepala ketika ia berhenti, secangkir teh
mimosa yang kuat dapat menawarkan bantuan sementara.

2. Teh chamomile dan skullcap
Teh chamomile dan skullcap terkenal untuk mengurangi kecemasan dan
ketegangan saraf. Kedua teh ini tidak hanya membantu menenangkan saraf,
tetapi menurut Penelope Sach, penulis 'Healing and Cleansing With Herbal
Tea', dua teh tersebut dapat membantu mengurangi rasa lapar.

3. Teh lobelia (tembakau India)
Lobelia, yang juga dikenal sebagai tembakau India, adalah ramuan yang
kontroversial. Brigitte Mars, penulis 'Addiction-Free-Naturally',
menulis bahwa lobelia dapat bertindak sebagai ekspektoran yang membantu
membersihkan paru-paru. Herbal ini juga dapat menjadi relaksan yang
menenangkan dan meredakan ketegangan otot.
Tapi ramuan lobelia dapat menghasilkan efek yang sama seperti nikotin
di otak, bedanya herbal ini tidak adiktif. Lobelia harus digunakan
dengan hati-hati, karena penggunaan berlebihan dapat menyebabkan muntah,
mengantuk, dan denyut nadi lemah.
4. Teh hijau dan melati
Teh hijau dan melati diyakini dapat menenangkan saraf dan membantu
Anda bersantai. Lebih penting lagi, teh-teh sehat ini dapat bertindak
sebagai antioksidan, yang membantu melawan peningkatan kadar radikal
bebas yang diciptakan rokok. Teh ini juga dianggap sebagai teh
detoksifikasi yang dapat membantu menghilangkan banyak racun yang
berkontribusi terhadap keinginan untuk tembakau.

Selain itu, dapat juga dengan banyak berolahraga. Berjalan atau
jogging selama kurang lebih 30 menit secara rutin, akan membantu proses
berhenti merokok, olahraga akan meningkatkan mood dan kesadaran serta
meningkatkan energi dan menghilangkan stres akibat kecanduan rokok.
Yuk jaga kesehatan tubuhmu dari sekarang!
Sumber: Todays Headlines