Sekarang ini, banyak anak yang diasuh oleh kakek atau neneknya. Hal ini
dikarenakan kebanyakan dari orang tua sibuk bekerja, sehingga dari pada
harus diurus oleh pembantu atau baby sitter, lebih aman agar anak dijaga
oleh kakek atau neneknya. Kakek atau nenek pun sangat senang jika
diberi kepercayaan untuk mengasuh cucu-cucunya. Lagipula, menyerahkan
pengasuhan pada anggota keluarga sendiri pun memiliki manfaat sendiri
seperti bantuan secara teknis dan finansial, anak ditangani oleh orang
yang bisa dipercaya, dan juga dengan menjaga anak bisa memberikan
kebahagiaan tersendiri bagi kakek atau nenek.
Namun, ada pula beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menyerahkan pengasuhan pada kakek atau nenek, yaitu:
1. Mengejar anak saat makan
Saat makan, biasakan agar anak makan sambil duduk diam. Kebanyakan
anak yang diasuh oleh kakek atau neneknya, ketika makan mereka diijinkan
sambil bermain atau melakukan aktivitas lainnya, sehingga tidak jarang
terkadang kakek atau nenek harus seperti sedang bermain kejar-kejaran
ketika memberi makan. Kebanyakan dari mereka akan beralasan,」Yang
penting anak mau makan.」 Hal ini secara tidak sadar akan menyebabkan
anak menjadi pribadi yang tidak bisa fokus dan perhatiannya mudah
teralihkan.
2. Sering memberi cemilan
Setiap kali anak menangis, kakek atau nenek akan segera memberikan
cemilan seperti coklat, permen, atau es krim. Hal ini akan mengajarkan
anak menjadi pribadi yang manja, dan mereka perlahan-lahan belajar bahwa
dengan merengek atau menangis, maka anak bisa mendapatkan apa yang dia
mau. Selain itu, sering memberi cemilan, terutama makanan yang manis pun
tidak baik bagi kesehatan anak dan anak bisa saja terkena obesitas.

3. Mendorong anak untuk berbohong
Hal ini sebenarnya tidak hanya dilakukan oleh kakek atau nenek,
terkadang orang tua pun melakukannya. Contoh paling umum adalah, ketika
anak merengek minta sesuatu atau anak tidak mau makan, maka hal yang
akan dilakukan adalah dengan mengatakan,"Nanti dibelikan mainan", "Nanti
boleh makan coklat", atau "Ini nenek kasih, tapi jangan bilang-bilang
Mama ya!" Hal ini perlahan-lahan akan mempengaruhi kepribadian anak dan
anak pun akan memiliki kebiasaan berbohong.
4. Melarang anak melakukan sesuatu
Kebanyakan kakek atau nenek merasa takut cucunya terjatuh, apalagi
sampai terluka. Oleh sebab itu, tidak banyak dari mereka yang akhirnya
jadi sering melarang anak untuk bereksplorasi lebih. Hal ini akan
mengakibatkan anak menjadi pribadi yang penakut, tidak mudah beradaptasi
dengan hal baru, dan juga menjadi sosok yang pemalu.
5. Menggantikan anak melakukan sesuatu
Contoh paling umum yang biasa dilakukan oleh kakek atau nenek adalah
ketika anak sedang belajar makan sendiri. Mungkin, karena anak malas
atau makan terlalu lama, kakek atau nenek yang tidak tahan melihat hal
itu, akhirnya memutuskan untuk menyuapi. Hal ini bisa menghambat proses
belajar anak dan akhirnya malah menjadikan anak menjadi pribadi yang
tidak bisa apa-apa. Lagipula, selalu menggantikan anak melakukan sesuatu
atau selalu membantu mereka tidak akan membuat mereka bisa belajar dari
kesalahan sendiri. Hal ini jelas berpengaruh pada perkembangan karakter
dan kemandirian anak kelak.
6. Menyalahkan orang lain
Tidak hanya menyalahkan orang lain, bagi kakek atau nenek, benda pun
bisa saja salah. Sebut saja contohnya ketika anak terjatuh atau tidak
sengaja terbentur sesuatu, yang dilakukan kakek atau nenek adalah dengan
mengatakan,"Mejanya yang salah! Sudah ya, sudah nenek pukul!" Jika anak
terus mendapat perlakuan seperti ini, kelak ia tidak akan menjadi orang
yang bertanggung jawab dan suka menyalahkan orang lain atas
kesalahannya sendiri.
Pada umumnya, kakek atau nenek sangat mencintai cucu-cucunya. Namun,
terkadang karena saking cintanya, mereka malah menjadi terlalu
memanjakan cucu-cucunya. Hal ini sebenarnya dapat dipahami karena selain
kepentingan untuk menjaga dan melakukan pengasuhan, sikap sang kakek
dan nenek pada cucu-cucunya juga didorong oleh kembalinya makna dan
semangat hidup mereka sesudah mengalami banyak kehilangan dan kesepian
di masa tua. Hadirnya sang cucu yang memberikan kesibukan tersendiri
membuat mereka memberikan perhatian yang kadang kala berlebihan. Oleh
sebab itu banyak yang menganggap kalau kakek dan nenek bahkan lebih
memanjakan cucu-cucunya dibanding ketika mereka dulu mengasuh
anak-anaknya sendiri.

Oleh sebab itu, orang tua juga jangan langsung menyerahkan pengasuhan
sepenuhnya pada kakek atau nenek. Orang tua juga harus mengingatkan dan
bekerja sama dalam melakukan proses pengasuhan, karena tidak selayaknya
kakek atau nenek terlalu memanjakan cucu-cucunya yang malah berakibat
buruk pada perkembangan anak.
Sumber: Mamibuy