Daripada mempertimbangkannya seribu kali, lebih baik melakukannya sekali.
Daripada ragu-ragu seribu kali, lebih baik melakukannya sekali!
Kegagalan lebih baik daripada keraguan yang tidak diperlukan.
Orang jaman sekarang banyak yang cemas, tapi tidak berani berubah.

Lalu, bagaimana caranya agar kamu tidak berubah menjadi seorang loser (seorang yang lemah dan tidak berdaya)? Jika kamu mempunyai 9 karakteristik dibawah ini, maka berubahlah sekarang juga!
1. Tidak tegas
Orang yang tidak tegas itu seperti rumput yang berayun. Tidak peduli beberapa kuat aspek lainnya, dalam kehidupan gampang disingkirkan. Takut akan kesalahan adalah penghambat kemajuan.
2. Menunda
Banyak rencana namun tidak ada gerakan. Banyak orang yang menunda hanya untuk menghindari masalah dan kemalasan.
"Bosan kerja."
"Bosnya galak."
"Aku terlalu sibuk."
"Kerja satu hari lagi gak ada bedanya."
Akibatnya, kita terjebak dalam "pekerjaan yang semakin membosankan" dan "hidup yang membosankan". Semakin malas, maka semakin negatif. Kita pun akan jatuh ke dalam penyesalan masa lalu dan fantasi masa depan. Semakin lama, rasa bersalah akan semakin intens. Penyangkalan diri juga akan membuat kita menjadi cemas.
Roman Ronald, seorang pemikir terkenal pernah berkata:
"Kemalasan adalah hal aneh yang membuat kamu berpikir itu adalah penghiburan dan berkah;

Tapi sebenarnya itu membuat kamu merasa bosan, lelah, dan depresi."
3. Setengah jalan
80% kegagalan berasal dari setengah jalan. Orang yang semangat hanya di awal-awal dan tidak bertahan sampai akhir, susah untuk menjadi sukses. Proses bertahan memang susah dan banyak kegagalan.
"Beberapa halaman pertama penuh dengan rencana, semakin belakang semakin kosong."
"Aku ada beli buku bagus, tapi sayangnya belum dibaca."
"Aku bertekad menurunkan berat badan, tapi menyerah dalam waktu 5 hari."
Pastinya, hampir semua orang memiliki pengalaman seperti ini.
4. Takut untuk menolak
Sebagian besar rasa sakit yang kita rasakan berhubungan dengan "ditolak" atau "harga diri". Terkadang, penolakan seperti ini sudah jelas. Misalnya kekasih yang tiba-tiba pergi, atau menjauh dengan teman. Terkadang, penolakan ini bisa halus, seperti kamu tersenyum kepada orang namun orang itu malah diam saja. Mungkin juga kamu memiliki keberanian untuk memberi pesan namun orang itu malah membalasnya dengan singkat saja.

Seseorang yang bisa menurunkan harga diri untuk melakukan sesuatu, adalah seseorang yang fokus pada orientasi tujuan.
5. Membatasi diri sendiri
Membatasi diri sendiri adalah seperti membunuh diri sendiri.
Mereka sering mengatakan. "Aku ingin melakukan A, tapi karena alasan B, C, D, aku tidak mungkin bisa."
Sebelumnya melakukannya, kamu sudah menyangkal diri sendiri dan mencari berbagai alasan agar tidak perlu bekerja keras. Semua ini terlihat biasa-biasa saja dan prestasi rendah adalah hasil dari pembatas diri sendiri. Pikiran psikologis juga berpengaruh seperti, "Aku tidak mungkin bisa melakukan pekerjaan ini dengan baik". Pikiran seperti ini hanya dapat menghentikan frustasi yang disebabkan jika kamu gagal, dan secara sementara mepertahankan harga diri kamu. Tapi, kamu kehilangkan kesempatan untuk melangkah lebih jauh.
François VI pernah berkata: "Orang biasa selalu mengeluh tentang apa yang tidak mereka mengerti."
6. Lari dari kenyataan

Orang yang lari dari kenyataan memiliki 5 karakteristik:
1. Sering melamun
Orang yang suka lari dari kenyataan suka menciptakan dunia kecil untuk melamun.
2. Hidup bebas dan tak terkendali
Singkatnya, merindukan kehidupan yang santai.
3. Kecanduan dengan game dan novel
Game atau novel dapat membuat orang ke dunia magis. Membiarkan kamu melarikan diri dari kehidupan nyata sehari-hari.
4. Merasa bahwa dunia nyata itu kejam
Ini adalah fitur umum dari orang yang suka lari dari kenyataan. Ketika melamun, seringkali menderita pukulan dari kehidupan nyata.
5. Tidak dapat menghadapi lingkungan yang tidak pasti

Karena dalam lamunanmu, kamu bisa menemukan rasa kepastian dan keamanan.
7. Suka mencari alasan
Begitu seseorang melakukan kesalahan, reaksi pertama pastinya adalah untuk membela diri dan merasa bahwa salahnya bukan diri sendiri. Orang yang suka mencari alasan memiliki satu kesamaan, yaitu tanpa dedikasi yang kuat, mereka tidak akan ada usaha. Hidup mereka tidak memiliki keyakinan. Oleh karena itu, merek sering mengalami tekanan dan kesulitan. Mereka tidak mau akan dan tidak mau bertanggung jawab. Ketika menghadapi risiko atau tantangan, mereka mundur. Mereka akan terus mencari alasan karena mencari alasan itu adalah hal termudah yang dapat dilakukan. Ini adalah cara untuk menyembunyikan diri dan mencari keamanan.
8. Takut

Hati-hati dengan orang yang penakut. Mereka takut untuk dikritik, takut orang lain lebih hebat, takut orang lain tahu kekurangan mereka, takut melakukan kesalahan, peduli akan kata-kata orang. Pikiran yang lemah, tidak kuat menghadapi frustasi. Padahal hati yang kuat lebih penting daripada apapun.
9. Menolak untuk belajar
Kamu bukannya kesepian, tapi kamu tidak ingin belajar. Belajar membutuhkan otak dan konsentrasi. Pertumbuhan diri juga membutuhkan perjuangan. Ini benar-benar hal yang susah. Banyak orang yang ingin duduk nyaman dirumah sambil nonton TV, tapi begitu melihat gaji temanmu lebih tinggi dan hidupnya lebih baik, kamu malah meratapi nasib. Orang yang merasa kesepian pada dasarnya tidak ada kerjaan.
Bagaimana menurutmu sob? Jangan lupa untuk SHARE dan LIKE artikel ini yah!

Sumber: licaibao