Saat janin berkembang di perut Bunda, ia perlu belajar untuk hidup
bersama dengan tali pusar yang berfungsi sebagai garis penyambung hidup
antara sang janin dengan Bunda. Tali pusar bayi memainkan peranan
penting karena memberi asupan oksigen serta nutrisi yang dibutuhkan oleh
janin dari tubuh Bunda.
Namun, jika pertolongan tidak segera dilakukan saat terjadi
komplikasi tali pusar bayi, orangtua bisa kehilangan anaknya. Mari
pelajari apa saja komplikasi tali pusar bayi yang bisa terjadi selama
proses persalinan.
1.Prolaps tali pusar bayi

Kondisi ini terjadi ketika tali pusar turun dari serviks ibu sebelum
bayi lahir. Hal ini dapat meningkatkan risiko bayi terlilit tali pusar
dan bahkan menghambat asupan oksigen pada bayi.
Seorang ibu bernama Barbara mengatakan kepada theAsianparent Filipina
bahwa ia pernah mengalami kondisi ini saat melahirkan di sebuah klinik.
Barbara pun segera dilarikan ke rumah sakit, dan meski bayinya selamat,
namun sang buah hati mengalami cerebral palsy, sejenis gangguan kognitif jangka panjang yang disebabkan oleh kurangnya pasokan oksigen ke otak.
Jika tidak segera ditangani, komplikasi ini mengancam kehidupan bayi di rahim!
Menurut Birth Injury Guide, penyebab prolaps tali pusar adalah:
-
Bayi sungsang
-
Bayi lahir prematur
-
Jumlah cairan amnion berlebih
-
Tali pusar lebih panjang dari biasanya
2. Bayi terlilit tali pusar

Kondisi ini lebih dikenal dengan istilah cord coil, yaitu suatu keadaan di mana tali pusat membelit leher bayi sekali maupun berulang kali.
Bayi yang berisiko terlilit tali pusar adalah bayi kembar, bayi
besar, maupun bayi lahir sungsang. Bila tidak ditangani dengan segera,
komplikasi ini menghambat aliran darah, oksigen, kadar denyut jantung,
dan perkembangan janin.
Kondisi seperti ini berada di luar kuasa dan Bunda tidak dapat
melakukan apa-apa untuk mencegahnya. Seorang pakar terkenal, Dr. Michele
Hakakha, percaya bahwa kondisi ini bukan sesuatu yang perlu ditakutkan
oleh Bunda.
“Jangan lupa, bayi Anda masih mendapat asupan oksigen melalui tali
pusarnya. Udara tidak masuk melalui trakea seperti yang kita bayangkan,”
kata Dr. Hakakha.
“Begitu kepala bayi Anda keluar, dokter akan menyelipkan ibu jarinya
ke belakang leher bayi untuk memastikan sang bayi tidak terbelit tali
pusar. Meskipun tali pusar ditemukan di leher bayi, biasanya cukup
longgar untuk dilepaskan sebelum bayi lahir sepenuhnya.”
3. Tali pusar tersimpul

Jika bayi Anda selama dalam kandungan sering menendang atau selalu
bergerak aktif, peluang tali pusar tersimpul menjadi lebih besar. Meski
biasanya merupakan simpul yang longgar, namun berisiko menjadi ketat
selama proses persalinan.
Menurut What to Expect, bayi dengan tali pusar panjang paling berisiko mengalami komplikasi ini.
Kasus tali pusar bayi tersimpul ini sangat jarang terjadi. Hanya 1
dari 2000 persalinan yang mengalami tali pusar semakin ketat dan
menyebabkan komplikasi saat persalinan.
Tapi jangan lupa, rahim Bunda mengandung Wharton Jelly, sejenis zat
berbentuk gel yang ajaib yang bertugas melindungi pembuluh darah jika
tali puar tersimpul.
***
Semoga informasi ini menambah pengetahuan Bunda tentang komplikasi
yang bisa terjadi selama proses persalinan. Dan semoga para Bunda yang
sedang berjuang melahirkan anaknya, diberi kesehatan dan kekuatan.
Sumber: Theasianparent