Dalam keseharian kamu pasti pernah membersihkan tepi kuku kaki yang
kotor. Kebiasaan ini biasanya dilakukan bersamaan saat memotong kuku.
Rupanya cara kebanyakan orang membersihkan kotoran pada kuku dan cara
memotong kuku kaki, masih banyak yang keliru. Mayoritas orang biasanya
memotong kuku mengikuti bentuk jari-jari kaki yang melingkar dan
membersihkan kotoran kuku dengan dicongkel.

Kebiasaan-kebiasaan kurang tepat tersebut ternyata tidaklah tepat.
Berikut ini brilio.net rangkum dari Brightside, Rabu (7/6) petunjuk cara
yang benar bagaiaman memotong dan membersihkan kuku kaki yang ideal,
lengkap dengan alasannya.
Jangan potong kuku membentuk lingkaran.
Kuku yang dipangkas dengan tidak benar dapat menyebabkan ada beberapa
bagian kuku kaki, biasanya ujung pinggir kanan dan kiri, yang tumbuh ke
dalam daging yang bisa sangat menyakitkan. Beberapa cara untuk
mencegahnya bisa dengan memperhatikan hal-hal berikut ini:
- Ingatlah untuk memangkas kuku jari kamu dengan bentuk lurus-lurus.
Jangan membentuk tikungan, karena pangkal dan ujung tikungan berpotensi
menyakiti daging.
- Memangkas kuku jari kaki jangan sampai terlalu pendek, hal ini dapat menyebabkan kuku kaki tumbuh ke dalam atau infeksi.
- Hindari memotong kutikula. Kebiasaan ini membuat ujung kulit kuku tipis dan mudah mengelupas.
Gunakan cara yang benar membersihkan kotoran kuku.

Membersihkan kotoran kuku kaki yang berada di sela-sela memang bukan
perkara mudah. Namun mengoreknya dengan benda tumpul maupun tajam
bukanlah hal yang tepat dan justru bisa membuat infeksi. Untuk
memberishkannya dengan cara yang benar, ikuti langkah-langkah berikut
ini:
- Rendam kaki dalam air hangat selama sekitar 15-20 menit. Tambahkan 1 sdm garam dalam 1 liter air.
- Tempatkan benang gigi bersih di bawah kuku dan angkat kotoran dengan lembut.
- Berikan antiseptik pada area yang dibersihkan dan perban untuk melindunginya agar tidak menular.
- Ulangi proses ini setiap hari sampai jari kaki bersih total.
- Jika prosedur ini tidak membuat kuku kamu yang tadinya kotot atau
sakit tak kunjung lebih baik, atau bahkan kamu melihat tanda infeksi,
kamu harus segera menemui dokter.
Sumber: Brilio