Apa arti dibalik tangisan anakku?
Anak sebelum usia 3 tahun, tidak mengerti cara berkomunikasi
Rasa sakit, lapar, haus, gatal hanya bisa diungkapkan dengan tangisan
Tapi berbeda setelah ia beranjak usia 3 tahun,
Jika ia menangis, itu karena ia tidak mendapatkan apa yang diinginkannya
Lalu bagaimana aku sebagai orangtuanya bisa menangani masalah tersebut?
Seorang psikolgi membantu memecahkannya
Jika anak tidak mendapatkan yang ia inginkan
Ia mulai menangis sampai hati orangtua luluh dan memberi apa yang ia mau

Saat anak menangis karena "tujuan" tertentu
Kita tahu bahwa di rumah sudah ada 1 mobil
Namun saat ke toko mainan
Ia menangis karena tidak bisa membelinya
Sampai-sampai merengek di lantai tidak mau pulang
Di momen itulah, ajak dia bicara
"Nak, kamu sudah punya 1 mobil di rumah"
Kalau kamu membelikannya agar dia berhenti menangis
Maka anak akan memakai "senjata menangis" di kemudian hari
Saat anak "berulah" di tempat umum
Seringkali karena merasa malu kita memarahinya di depan banyak orang
Namun cara yang benar adalah
Bawa di pulang ke rumah atau tempat yang tidak ada orang
Berbicaralah 4 mata dengan penuh kesabaran
Dan jangan biarkan orang dewasa lain ikut mengomentarinya
Hanya butuh 1 orang dewasa yang membinanya
Ingat 4 kata "JANGAN" ini saat mendidik anakmu:
1. Jangan marahi anakmu

Ingat anakmu adalah seorang anak kecil
Dimana dunianya hanya berisi mainan saja
Ketika kamu memarahinya, ia akan menganggapmu musuh
Dan jangan menganggap kamu adalah orang besar dan dia anak kecil
Tapi jadilah seperti sahabatnya yang sama dengan dia
Ketika ia menganggapmu sahabat, ia akan lebih bisa mempercayai dan mendengarmu
2. Jangan pukul anakmu

Ingat anakmu masih kecil, jangan pukul anakmu yang lebih lemah
Ketika kamu memukulnya ia akan merasa ketidakadilan
"Pukulan" bukan menyelesaikan masalah
Karena pukulan tidak bisa menjelaskan kesalahan dan solusi dari masalahnya
3. Jangan menggunakan kata "tidak" atau "jangan"

Semakin sering kamu menggunakan kata larangan
Semakin ia mengingat kata itu dan melakukannya
Gunakan kalimat "mama atau papa tahu kamu menyukainya, tapi..…"
Dan beri alasan mengapa ia tidak boleh melakukannya
4. Jangan tinggalkan anakmu

Anak cenderung selalu memerhatikan wajah orangtuanya
Jika saat dia melakukan kesalahan
Dan kau menunjukkan ekspresi kesal atau marah
Maka ia akan sadar akan kesalahannya
Tapi saat dia melakukan kesalahan
Dan karena marah engkau meninggalkannya
Selamanya ia tidak tahu apa yang ia buat

Misalnya pada saat anakmu melakukan kesalahan:
"Anakku, sini duduk di depan mama,
Kamu tahu kesalahan apa yang kamu perbuat?
Mama tahu kamu menyukainya,
tapi ini akan berdampak buruk untukmu."
Dan ketika anakmu mulai menangis
Berhentilah berbicara dan berikan dia pelukkan sebentar
Dari situ ia akan mengerti bahwa kau menasehatinya karena kau menyayanginya
Kalau ia masih menangis, katakan pada dia
"Masih mau menangis? Lanjuti tangisanmu dulu"

Lewat contoh ini kalian tidak harus bertengkar hebat
Dan mengajarkan pada dia bahwa nangis tidak ada gunanya
Jika anakmu menuntut sesuatu kepadamu
Ingat 「jangan selalu memberi dan memanjakannya」
Pakai prinsip 3:1
3 kali ia menuntut, baru kau sekali memberinya
Sejak ia masih kecil, didiklah dia dengan 2 hal:
1. Pada saat kau melarang suatu hal kepadanya
Jangan biarkan dia pakai "senjata menangis" untuk merubah keputusanmu
2. Pada saat ia bersikukuh dengan apa yang ia inginkan
Ajarkan dia untuk terbuka dan berkomunikasi denganmu
Oleh sebab itu bangunlah sebuah hubungan yang baik sejak ia kecil
Agar ketika ia besar tidak tumbuh jadi anak pemberontak
Sumber: Cmoney