Kanker serviks masih jadi momok menakutkan bagi wanita. Kanker
serviks juga dinobatkan sebagai penyakit yang menelan banyak korban
wanita. Oleh karena itu, tanda awal kanker serviks tidak boleh
disepelekan. Walaupun gejala ini bisa saja disebabkan karena penyakit
lain, tapi tidak ada salahnya untuk selalu dan lebih waspada.
Kanker serviks disebabkan oleh infeksi human pavillomavirus (HPV).
Virus ini dapat masuk ke dalam sel-sel leher rahim yang bisa memicu
pertumbuhan sel jadi tidak terkontrol. Proses pertumbuhan ini pun
ternyata cukup lama, yaitu 10 - 20 tahun dari pertama seseorang mulai
terinfeksi.

Dalam rentang waktu tersebut sel-sel serviks sudah mulai berubah
namun belum menunjukkan tanda-tanda yang mudah dikenali. Fase ini
disebut lesi pre-kanker. Gejala ini hanya bisa diketahui dengan
pap-smear. Hal ini dikarenakan gaejala kanker serviks mirip dengan
gejala penyakit lain.
Namun, kalau kamu merasakan 3 keluhan ini dalam jangka waktu yang lama, kamu sebaiknya periksa ke dokter.
1. Pendarahan berlebihan

Pendarahan di miss v yang tidak normal bisa jadi tanda awal kanker
serviks. Pendarahan sebenarnya bisa jadi karea berhubungan intim, namun
tanda kanker adalah pendarahan di luar siklus haid. Bisa juga durasi
haid yang sangat lama atau jumlah darah haid jadi lebih banyak dari
biasanya.
2. Keputihan yang tidak normal

Keputihan tidak normal adalah yang jumlahnya banyak, berwarna abu-abu
atau hijau, berbau amis dan menyakitkan miss v. apalagi kalau keputihan
bercampur dengan darah, sudah saat kamu periksa.
3. Nyeri saat berhubungan suami-istri

Nyeri saat berhubungan bisa saja karena gesekan, namun nyeri kanker
serviks bisa dikenali saat nyeri itu selalu datang. Setiap kali
berhungan, nyerinya timbul dan sangat menyakitkan bahkan sampai keluar
darah.
Selain itu, saat sel kanker mulai menerobos sel-sel lain di
sekitarnya, penderita akan merasa nyeri punggung dan sembelit yang
berlebihan dalam jangka waktu lama. Kalau kamu merasakan gejala ini,
jangan ragu untuk ke dokter dan menjalani pemeriksaan.
Pemeriksaan sejak dini dengan penanganan yang tepat dapat menyelamatkan banyak nyawa.
Sumber: YouTube