Selama masa kehamilan, rahim dan janin akan bertumbuh. Kualitas tidur
seorang wanita hamil akan terpengaruh. Selain itu, posisi tidur juga
sangat penting, teutama ketika sudah menginjak masa kehamilan 7-9 bulan.
Posisi tidur yang tidak enak akan berpengaruh pada posisi rahim,
tekanan pada rahim dan aliran darah.
1. Bagaimana posisi tidur yang baik untuk ibu hamil?
Trisemester pertama (1-3 bulan): sebaiknya memilih posisi tidur yang
paling nyaman dan ada banyak pilihan posisi tidur, seperti posisi
miring, tengkurap atau terlentang.
Trimester kedua (4-6 bulan): karena pada masa ini kondisi perut ibu
hamil mulai membesar, sebaiknya hindari posisi tidur tengkurap dan
terlentang. Posisi tidur tengkurap dapat membuat janin terhimpit oleh
berat beban ibu hamil, meskipun janin tetap terlindung oleh cairan
ketuban yang membuatnya tetap mengapung. Sedangkan posisi terlentang
dapat membuat ibu hamil menjadi lebih sering mengalami keluhan sakit
pinggang, masalah pencernaan, wasir, hingga masalah pernapasan.

Trisemester ketiga (7 bulan ke atas): sebaiknya memilih posisi tidur
miring. Meski sebenarnya posisi tidur miring juga baik untuk ibu hamil
di semua usia kehamilan, tapi posisi ini lebih diprioritaskan ketika di
usia kehamilan trisemester ketiga, karena dapat mencegah timbulnya
berbagai masalah atau keluhan kehamilan.
2. Apa yang perlu diperhatikan ketika ibu hamil tidur?
Waktu tidur malam yang baik adalah sekitar 8 jam, tidur atau beristirahat siang sekitar 30 menit-1 jam.

Ketika ibu hamil mengalami pembengkakan parah, maka ketika tidur
dapat meletakkan bantal di bawah kaki, sehingga aliran darah menjadi
lebih lancar.
3. Apa yang harus dilakukan ketika kualitas tidur ibu hamil tidak baik?
Temukan posisi tidur yang nyaman dan jaga kehangatan kaki bagian
bawah. Dan, jaga makan, jangan makan terlalu banyak atau minum air
terlalu banyak.

Dapat juga dengan menciptakan lingkungan tidur yang baik, dengan
menggunakan tempat tidur yang nyaman, mendengarkan musik yang
menenangkan.
Sebelum tidur, sebaiknya jangan berolahraga 3-4 jam sebelumnya,
karena olahraga sebelum tidur dapat membuat orang malah bersemangat dan
tidur menjadi tidak maksimal.
Minum susu dapat ditambahkan sedikit madu untuk mempermudah tertidur,
dan sebaiknya minum susu dilakukan 2 jam sebelum tidur. Makanan
berprotein tinggi dapat meningkatkan kadar gula darah, mencegah mimpi
buruk, sakit kepala, dan demam.
Yuk share artikel ini ke temanmu yang sedang dalam masa kehamilan!
Sumber: healthdaily