Ketika Anda sudah berumah tangga, Anda akan merasa bahwa biaya hidup akan jauh semakin tinggi. Apalagi ditambah tagihan listrik yang membengkak setiap bulannya. Itu karena kita memiliki kebiasaan buruk tetap menggunakan listrik di siang hari atau bahkan saat kita pergi ke luar rumah. Dan sebagai efek sampingnya tagihan listrik akan terasa besar pada akhir bulan.
Oleh sebab itu untuk menghindari hal tersebut, ada beberapa cara untuk menghemat listrik ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari :
1. Ingatlah untuk mematikan TV saat tidak digunakan
Tanpa kita sadari kadang-kadang TV nyala, tapi orang yang nonton nggak ada. Lalu, televisi dimatikan dengan remote control agar tetap dalam posisi standby mode. Ini sebenarnya aliran listrik masih ada dan masih nyala. TV yang berada dalam kondisi stand by umumnya mengonsumsi listrik sebesar 0,5 – 1 watt.
Selain itu juga kita bisa memerhatikan 3 hal penting lainnya :
- Aturlah tingkat kontras dan kecerahan sesuai dengan yang diperlukan. Semakin kontras dan semakin cerah, maka semakin besar listrik yang digunakan.
- Mengganti saluran memerlukan listrik. Semakin sering kita mengganti saluran, maka akan semakin banyak listrik yang dipakai.
- Semakin besar volume TV, maka semakin besar energi yang diperlukan.
2. Cabut kabel rice cooker (penanak nasi)
Kita tahu bahwa rice cooker fungsinya bukan hanya memasak nasi, tapi juga berfungsi untuk membuat nasi tetap hangat. Nah oleh sebab itu, masak nasi diperhitungkan saja, sekali masak, langsung habis untuk sekali makan sekeluarga, jadi ga perlu menghangatkan nasi lagi. Karena rice cooker pada umumnya menggunakan daya sekitar 300-500 watt. Jadi bayangkan saja jika kita menggunakan seharian hanya untuk memanaskan nasi, berapa besar listrik yang kita habiskan?

Selain itu juga kalian bisa menggunakan air panas saat memasak nasi. Ini dapat mempersingkat waktu masak, karena rice cooker tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk mendidihkan air. Atau bisa juga dengan air biasa. Setelah beras dimasukkan, jangan langsung dinyalakan rice cookernya, diamkan dulu sekitar 30 menit.Hal ini bisa membuat beras mengembang secara alami sehingga menghemat waktu penanakan dengan rice cooker.
3. Salah meletakkan posisi kulkas
Kita harus mengusahakan untuk taruh kulkas dengan jarak 20 cm dari dinding. Gunanya agar sirkulasi udara tetap lancar karena kulkas akan melepaskan produksi panasnya. Bila kulkas terlalu menempel pada dinding, bagian belakang kulkas akan menjadi cepat panas sehingga kulkas akan memakan energi listrik lebih besar. Selain itu, memperlancar sirkulasi udara di sekitar kulkas akan membuatnya lebih awet.
Selain itu juga jangan pula meletakkan rice cooker, microwave, atau benda panas lainnya terlalu berdekatan dengan kulkas. Ketika suhu berubah mencapai 30 derajat, kapasitas kulkas akan meningkat 2 kali lipat lebih banyak dari biasanya :
1. Jangan menyimpan terlalu banyak makanan dalam kulkas. Jika terlalu penuh, suhu dingin di dalamnnya akan terganggu, sehingga kulkas tak dapat mengawetkan makanan secara efektif, akibatnya makanan akan dengan mudah dihinggapi jamur dan bakteri.
2. Penyimpanan buah harus dijaga. Sebab, ada beberapa jenis buah yang sifatnya melepaskan gas, yaitu avokad, pisang, plum, pir, dan peach. Dan efek sampingnya bisa membuat sayuran mengalami pembusukan lebih cepat.
3. Jangan meletakkan makanan yang masih panas ke dalam kulkas
4. Jangan terlalu sering buka dan tutup kulkas karena frekuensi membuka-tutup kulkas yang tinggi akan meningkatkan konsumsi energi refrigerator. Ketika pintu kulkas dibiarkan terbuka selama 10 - 40 detik, konsumsi energi dapat meningkat sebesar 3.3% hingga 20% dibandingkan ketika kulkas dalam kondisi tertutup.

Sumber: Looker