Ibu menyusui tentunya tau benar bagaimana rasanya ketika menyusui
namun mengalami hambatan dimana asi sulit keluar, dan lainnya. Contohnya
adalah saat para ibu menyusui mengalami kondisi mastitis yang
menyebabkan saluran ASI berdarah.

Terlepas dari kenyataan bahwa diperkirakan 1 dari 10 perempuan di
Amerika Serikat didiagnosis dengan kondisi mastitis (saluran susu yang
tersumbat dan pada titik tertentu bisa berubah menjadi infeksi serius
dan menyebabkan ASI berdarah saat menyusui), hanya sedikit yang bisa
melihat bagaimana kondisi ini bisa terlihat dan berdampak pada ASI.
Hal tersebutlah yang menjadi penyebab seorang ibu memutuskan untuk berbagi apa yang ia lalui saat memompa ASI.
Ibu ini merasakan payudarannya mengeras dan hampir berubah menjadi
mastitis. Ia berkonsultasi dengan sebuah tempat konsultasi ASI bernama
Meg Nagle yang kemudian di postingkan:
“Luar biasa bukan? Ya, susu Anda mungkin akan berubah warnanya
menjadi merah, mungkin karena memang terinfeksi, dan mungkin terlihat
berbeda pada setiap payudara. Namum 100% aman untuk bayi Anda!” tulis Nagle.
Ia menambahkan, “Jangan berhenti menyusui, jika payudara Anda
mengalami kondisi hingga menyebabkan ASI berdarah. Jika Anda memiliki
saluran payudara yang terhambat bahkan mastitis, penting untuk sering
menyusui, dan melakukan pijat payudara secara rutin. Jika Anda memompa
secara eksklusif, cobalah memompa setidaknya setiap beberapa jam dan
pijat, pijat, pijat. Dan jangan takut dengan bentuk susu Anda!”
“Lambat laun Anda akan mampu melewati gumpalan di payudara. Saya
tidak ingin orang berkecil hati, kemudian jadi takut untuk memompa atau
menyusui selama mastitis atau ketika saluran susu tersumbat. Tubuh kita
menakjubkan. Saya masih memompa secara eksklusif pada usia anak saya 19
bulan. Saya mengatakan hal ini, mungkin bisa menunjukkan apa yang bisa
terjadi pada susu kita yang mungkin sebelumnya belum Anda ketahui.”

“Dapatkah seseorang menjelaskan bagaimana ASI yang seperti ini
tetap aman untuk dikonsumsi bayi? Saya tidak tahu apa-apa, dan saya
hanya berpikir kalau darah atau nanah sepertinya akan membuat bayi sakit,” seorang perempuan berkomentar.
Banyak ibu yang ikut berbagi dan menunjukkan bahwa hal pertama yang
harus kamu lakukan jika merasa saluran ASI tersumbat dan menyebabkan ASI
berdarah, sebenarnya tetap menyusui saja, bahkan jika ASI kelihatan
kotor.

Menurut organisasi menyusui internasional, La Leche League, “Antibodi
dalam susu akan membantu melindungi bayi dari infeksi. Menyapih dari
payudara yang terkena dampak mungkin akan memperburuk keadaan.”
Banyak yang bahkan tidak bisa membayangkan rasa sakit yang dirasakan
ibu ini dan akhirnya memujinya, terus mendorong agar ia bisa
melewatinya.
“Aduh, aku bisa membayangkan betapa sulitnya memompa ASI dalam kondisi seperti itu!” seorang wanita berkomentar.
Yang lain berbagi pandangan kalau bahwa hal ini bisa memperlihatkan
fakta bahwa tidak semua ibu yang menyusui bisa melihat kondisi ASI
berdarah.
“Ini ASI saya dengan kondisi mastitis. Lapisan bawah nanah … Aduh…,” ibu lain berbagi.

Para ibu berharap foto-foto yang mereka bagikan bisa menginspirasi
ibu lainnya untuk terus memompa atau menyusui bayinya, dan bisa membantu
para ibu melalui rasa sakit. Penting bagi ibu untuk memahami bahwa jika
suatu saat hal ini terjadi, sebenarnya ini normal dan bukanlah
merupakan indikasi langsung agar para ibu berhenti menyusui.
Dalam banyak kasus, kondisi ini justru berarti sebaliknya – ibu harus
memompa atau memberi ASI yang lebih banyak untuk bisa membantu
melancarkan saluran ASI yang menyumbat.
Gejala, cara mencegah dan mengatasi mastitis
Ada beberapa gejala mastitis atau saluran ASI tersumbat:
1. Terasa hangat dan nyeri bila disentuh.
2. Payudara terasa bengkak dan mengeras seperti benjolan.
3. Mengeluarkan cairan putih kekuningan seperti nanah.
4. Kulit kemerahan
5. Tubuh terasa meriang demam
Mencegah ASI berdarah, langkah pencegahan dan cara mengatasi mastitis
Ada beberapa langkah untuk mengurangi dampak risiko mastitis pada ibu menyusui seperti ASI berdarah. Apa saja?
1. Banyak beristirahat.
2. Minum banyak cairan dapat membantu membantu memulihkan kondisi tubuh.
3. Hindari memakai bra yang terlalu ketat atau terlalu longgar.
4. Mengompres payudara yang bengkak dengan menggunakan kain hangat.
5. Menggunakan kedua payudara secara bergantian ketika menyusui.
6. Berikanlah ASI hingga semua susu yang ada dalam payudara habis,
sebab susu yang tersisa dalam payudara dapat mengendap dan menyebabkan
pembengkakan payudara.
7. Pastikan posisi tubuh Anda benar untuk menghindari risiko puting robek atau terbelah.
Nah, jadi memang menyusui itu bukan perkara sepele namun juga bukan
perkara mudah. Para ibu bisa saja mengalami kondisi yang tak di
ahrapkan, dengan kondisi tersebut namun ibu menyusui juga harus tetap
berusaha memberikan ASI untuk bayinya. Jadi berterimakasihlah pada semua
ibu karena telah memberikan ASI terbaiknya bahkan dikala ia sedang
menghadapi kesulitan atau masalah dengan payudaranya dan ASInya.
Sumber: Cafemom