Menghukum anak adalah salah satu bagian dari mendidik dan membesarkan
anak, tentunya juga merupakan bagian yang seringkali menjadi kesulitan
banyak orang tua, sekali saja salah, itu akan merusak anak seumur
hidupnya! Tapi, saat anak melakukan kesalahan, hukuman juga menjadi
salah satu keharusan yang dilakukan orang tua untuk memberi tahu apa
yang benar dan apa yang salah. Tapi sobat, tahu gak kalau ternyata
menghukum anak itu ada caranya lho! Gak boleh sembarangan.. Hari ini
mimin mau membagikan beberapa cara bagaimana sebenarnya gimana sih cara
menghukum anak yang sebenarnya..

1. Menegur
Contoh kasus : bertengkar dengan teman atau adik kakak, rebutan mainan
Cara : pertama, kamu harus menyiapkan waktu, menyisihkan dahulu semua
yang sedang kamu kerjakan, lalu berjalanlah ke sampingnya, biarkan dia
menyadari kalau kamu memperhatikan dan melihatnya. Kemudian tanyakan
kepadanya tentang pertengkaran itu, apa penyebabnya. Kamu harus bersabar
menunggu dia menyelesaikan semua yang ingin dia katakan. Kemudian kamu
harus mengalahkan persepsi anak yang menganggap bahwa memukul atau
merebut itu tidak salah. Saat itu juga, kita bisa mulai menekankan
supaya anak belajar bagaimana mengatakan, 「Maaf, Tolong, dan terima
kasih.」
Saran : jangan menegur anak dengan nada tinggi atau ancaman, atau
dengan bentakan. Jangan langsung menarik anak dengan keras lalu
memarahinya. Hal ini justru akan menyakiti harga diri mereka.

2. Memukul telapak tangan
Contoh kasus : berkelahi, sembarangan membuang barang
Cara : gunakanlah kertas untuk menjadi sebuah tongkat, di luarnya
masih bisa diberikan nama, seperti 「Tongkat keluarga Agus」 atau 「Tongkat
keadilan」 dan ditaruh di tempat yang bisa dilihat semua orang.
Saran : buatlah tongkat ini di waktu luang, kamu juga bisa berdiskusi
dengan anakmu cara membuatnya dan alasanmu membuat tongkat ini. Saat
menghukum sang anak, biarkan dia sendiri mengatakan terlebih dahulu
dimana letak kesalahannya dan kembali ingatkan dia akan alasanmu
menghukumnya. Harus memperhatikan keamanannya, pukullah bagian telapak
tangan atau pantatnya, jangan memukul di bagian lain.
3. Hukuman duduk
Contoh kasus : merengek atau bertengkar
Cara : di "daerah hukuman", taruhlah sebuah kursi atau tempat duduk,
bisa tuliskan nama di atasnya, siapkan alarm untuk menghitung waktu
hukuman.
Saran : tempat hukuman ini jangan menghadap pintu atau di tempat yang
mudah dilihat, kamu harus menentukan waktu hukuman, berapa lama anak
harus dihukum. Setelah hukuman selesai, biarkan anakmu mengatakan
alasannya dihukum hari itu.

4. Membantu mengerjakan pekerjaan rumah
Contoh kasus : menggambar sembarangan, membuang mainan atau barang sembarangan
Cara : siapkan selembar lap, sapu atau pembersih, biarkan anak memiliki kebiasaan untuk membersihkan rumah
Saran : orang tua harus memperhatikan keselamatan anak setiap saat,
bagi anak yang lebih kecil, orang tua bisa memimpin mereka melakukan
pekerjaan rumah, melatih mereka untuk merapikan barang ke tempat asal
dan membersihkan rumah. Kemudian bisa tanyakan kepada anak apa yang dia
pelajari dari membersihkan rumah.
5. Menggambar
Contoh kasus : membentak orang, mencakar, menendang, mengigit orang lain.
Cara : Di dalah rumah, di sudut yang khusus, letakkan sebuah meja
kecil (meja hukuman ini sebaiknya jangan merupakan meja yang sering
digunakan di rumah seperti meja makan, meja bermain atau meja belajar,
supaya jangan meninggalkan kesan menakutkan pada meja itu dalam
hatinya.) kemudian siapkan buku menggambar dan pensil warna warni,
biarkan anak menggambar dan menuliskan apa yang ada di dalam hatinya.
Saran : waktu anakmu dalam keadaan terluka, pertama harus mengobati
lukanya terlebih dahulu, kemudian biarkan anak menggambarkan apa yang
terjadi dan apa kesalahannya. Orang tua harus menahan dulu emosi
masing-masing, lihatlah gambar anakmu dan mencobalah lebih mengerti apa
yang ada dalam hatinya. Cara seni ini bisa menyelesaikan dan tidak
menyakiti harga diri anak.
6. Hukuman berdiri
Contoh kasus : sengaja lompat dari tempat tinggi, lompat-lompat di dalam mobil
Cara : Buatlah 「Daerah hukuman」 di rumah, bisa berikan tempat itu
sebuah nama, tempatnya harus menghadap tembok dan jangan menghadap
pintu. Alaskan tempat itu dengan karpet, siapkan alarm untuk menghitung
waktu hukuman.
Saran : jangan tempatkan daerah hukuman ini di tempat yang mudah
dilihat atau di depan pintu, supaya jangan merusak harga diri sang anak.
Jangan hukum anak terlalu lama, justri malah akan membuat anak semakin
nakal. Setelah dihukum, tanyalah kepada anak apa mereka tahu mengapa
mereka dihukum, agar mereka mengerti alasannya.

7. Baca buku atau menulis
Contoh kasus : berbohong, melakukan kekerasan
Cara : Pilihlah area hukuman yang ditutup karpet dengan meja kecil.
Lalu siapkan pensil, kertas, pensil warna dan buku cerita. Biarkan anak
pertama menulis atau membaca buku untuk mengatasi emosinya
Saran : bila kamu sedang melakukan pekerjaan yang tak dapat
ditinggalkan, kamu bisa lebih dulu memanggil sang anak ke daerah hukuman
untuk merenungkan kesalahannya. Jangan memarahi anak kecil, justru kamu
bisa memisahkan mereka sendiri dan meredakan emosi mereka. Setelah
emosinya lebih tenang, tanyakanlah akan kesalahannya dan apa maksudnya
melakukan hal itu.
8. Tidak membereskan barang kesukaannya
Contoh kasus : Merengek, sembarangan membuang barang atau tidak mau membereskan mainan
Cara : jangan bantu anak membereskan mainan atau mengambil barang yang dibuangnya sebagai hukuman
Saran : tinggalkan dulu pekerjaanmu, kemudian datanglah ke samping
anakmu, biarkan anakmu tahu kalau orang tua memperhatikannya. Bicaralah
pada anakmu agar dia mengambil barang yang dibuangnya dan berhenti
merengek, atau ia akan mendapatkan hukuman lain. Biarkan anakmu
mengatakan apa kesalahan dan alasan mengapa orang tua bisa marah
padanya.
9. Menyusun manik-manik
Contoh kasus : Terhadap anak yang tidak sabaran dan suka sembarangan membuang barang
Cara : Siapkan sebuah kotak, piring yang di dalamnya ada manik-manik
dengan berbagai warna, kemudian siapkan beberapa botol plastik. Biarkan
anakmu duduk di meja hukuman, kemudian memasukkan manik-manik dengan
warna yang sama ke dalam botol masing-masing.
Saran : Kalau anak membangkang, kamu bisa melakukan hukuman lain
sesuai dengan apa yang dia lakukan, bisa menghukumnya dengan hukuman
berdiri atau hukuman duduk terlebih dahulu, baru melanjutkan hukumannya.
Ini untuk melatih anakmu kesabaran dan kebiasaan untuk membereskan
barang ke tempat asal. Selain itu juga bisa melatih mata dan tangan anak
dan kemampuan membedakan. Setelah menyelesaikan hukuman, harus beritahu
anak mengapa ia dihukum.

10. Membatasi anak akan kebebasan atau permintaannya
Contoh kasus : tidak suka sikat gigi, pilih-pilih makanan, sembarangan membuang barang
Cara : kamu bisa menghukum anak dengan membatasi dirinya untuk makan makanan kesukaannya atau main mainan kesukannya.
Saran : Jangan mengancam atau membentaknya, biarkan anakmu mengetahui
alasan mengapa ia dihukum, agar di kemudian hari dia bisa mendapatkan
kembali kebebasan dan permintaannya.
Nah sobat, sekarang kamu tahu kan bagaimana cara menghukum anak yang
benar, yang mendidik dan membuat mereka mengerti apa kesalahannya.
Kunci utamanya sebenarnya adalah memiliki prinsip dan menguasai emosi.
Selain itu, para ahli juga mengatakan, di dalam pertumbuhan anak, tak
bisa dipungkiri mereka bisa melakukan kesalahan, sengaja maupun tidak
sengaja. Jadi harus perhatikan beberapa hal, untuk menghindari akibat
yang berkepanjangan.
1. Perhatikan keamanan anakmu, alat untuk menghukum jangan sampai terlalu keras dan menyakitinya.
2. Selalu kuasai emosimu sendiri
3. Daerah hukuman, carilah tempat yang tidak terlalu kelihatan, tidak menghadap pintu untuk menjaga harga diri sang anak
4. Perhatikan kata-katamu, nada bicaramu, jangan sampai ada nada tinggi atau membentak, atau mengancamnya.
5. Isi hukuman harus disesuaikan, jangan sampai sama sekali tidak ada toleransi.
6. Setelah dihukum, perlu menenangkan dan menghibur sang anak.
Biarkan dia tahu kalau mama papanya sangat peduli dan menyayanginya.
sumber : women club