Kita sering menggunakan ungkapan "cinta seorang ayah seperti sebuah
gunung" untuk menggambarkan seorang ayah yang tidak banyak bicara,
serius, dan seakan membatasi jarak, padahal di balik itu semua
sebenarnya tersembunyi cinta mendalam kepada anak-anaknya.

Selama ini, masyarakat memandang seorang ayah sebagai orang yang
setiap hari pergi bekerja ke luar rumah, sedangkan seorang ibu tinggal
di rumah untuk mengurus anak-anak, sehingga ayah dan anak-anaknya hanya
memiliki sedikit sekali waktu untuk berinteraksi dan berkomunikasi.
Namun kini telah muncul sebuah pandangan baru terhadap figur seorang
ayah. Peran seorang ayah dalam mendidik anak memiliki makna baru yang
lebih mendalam.
Sejumlah survei telah menunjukkan bahwa anak-anak yang kekurangan
figur seorang ayah dalam pertumbuhan dan perkembangannya seringkali
memiliki satu atau lebih karakteristik berikut ini:
1. Selalu merasa bahwa diri mereka benar dan hidup di dunia mereka sendiri
2. Terbiasa lemah dan mudah menyerah, tidak mau memaksakan diri
3. Kekanak-kanakan, memiliki kepribadian yang rapuh, dan tidak mau mengakui kesalahan
Seorang psikolog terkenal berkata, "Kehadiran seorang ayah memiliki
peran unik dalam pendidikan anak." Cinta ayah dan cinta ibu memainkan
peran yang sama pentingnya dalam mendidik anak. Pengaruh psikologis yang
diberikan melalui cinta seorang ayah tak akan pernah bisa tergantikan.
Peran seorang ayah dalam 4 hal berikut memiliki pengaruh yang sangat
besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.
1. Berinteraksi dengan anak dari hati ke hati

Di internet, kita seringkali melihat interaksi antara ayah dan anak
yang konyol dan mengundang tawa. Berbeda dengan ibu yang cenderung
konservatif, seorang ayah seringkali memiliki cara yang tak terduga
ketika harus mengasuh anak-anaknya. Namun, di situlah justru peran
seorang ayah yang tak tergantikan, karena bisa memberikan anak-anak
sebuah pengalaman baru dalam tumbuh kembangnya.
Masa-masa balita adalah saat penting bagi seorang anak untuk
membentuk kepribadian dan tingkah laku yang benar. Seorang anak
laki-laki akan mengamati kemudian meniru setiap tingkah laku yang
dilakukan ayahnya. Sedangkan anak perempuan akan menjadikan ayahnya
sebagai sebagai patokan ketika kelak mencari pasangan.
Karena itu, meski sibuk bekerja, para ayah harus meluangkan lebih banyak waktu agar anak-anak merasakan cinta seorang ayah.
2. Pendidikan mengenai aturan dan logika

Saat mengasuh anak, seorang ibu lebih banyak berhubungan secara
verbal dan fisik dengan anak-anak, sedangkan kebanyakan ayah mengasuh
anak-anak melalui permainan.
Saat bermain, seorang ibu seringkali mengalah dan membiarkan
anak-anak menang, sedangkan seorang ayah akan menekankan pada peraturan
dan tidak akan membiarkan anak-anak menang dengan cara yang curang.
Cara mengasuh seorang ibu yang lembut perlu diimbangi dengan cara
mengasuh seorang ayah yang tegas. Dengan begitu, seorang anak akan
mengerti apa yang dinamakan dengan peraturan. Hal ini akan bermanfaat
saat mereka nanti terjun ke masyarakat, karena orang-orang yang taat
perturan akan lebih dihormati.
Selain itu, pemikiran seorang ayah yang cenderung logis dan jernih
juga memegang peranan penting bagi perkembangan logika anak-anak untuk
mengimbangi pemikiran seorang ibu yang seringkali merasa cemas dan
cenderung sering mengomel.
3. Setiap kata dan perbuatan sangat penting

Seorang ayah berperan untuk mengajarkan kekuatan, rasa percaya diri,
kemandirian, keteguhan, dan keberanian kepada anak-anaknya, sehingga
setiap kata-kata yang dikeluarkan serta setiap perbuatan yang dilakukan
sangatlah penting agar kelak anak-anak bisa memiliki kepribadian yang
baik..
4. Cara pandang dan pola kehidupan yang baik

Tidak peduli anak laki-laki maupun perempuan, cara pandang dan pola
kehidupan mereka akan menentukan seberapa tinggi standar hidup yang bisa
mereka capai. Di dalam hidup, semua orang akan selalu menghadapi
berbagai pilihan dan di saat inilah cara pandang serta pola kehidupan
akan berperan untuk menentukan keputusan yang tepat
Seorang ibu seringkali merawat anak-anak yang penuh kehangatan agar
anak-anak tumbuh sehat dan tertib, sedangkan seorang ayah akan
mengajarkan kemandirian dan semangat berpetualang yang sangat penting
bagi perkembangan cara pandang seorang anak terhadap dunia, sehingga
anak-anak terdorong untuk bisa keluar dari zona nyaman mereka.
Ayah dan ibu memiliki peran masing-masing yang sama penting dalam
mendidik anak. Terkadang ibu harus membiarkan ayah merawat anak-anaknya
dan ayah pun harus mengambil inisiatif untuk ikut mendidik anak. Selain
membuat anak-anak lebih baik, mendidik anak bersama-sama bisa membuat
hubungan keluarga menjadi lebih harmonis.
Sumber: womenclub