Setiap tahunnya, ada ribuan anak hilang di seluruh dunia. Sebab, penculik anak adalah 'psikolog' yang sangat baik. Mereka dapat dengan mudah membangun hubungan dengan anak yang nantinya bisa mereka gunakan untuk memanipulasi mereka. Bright Side telah mengumpulkan beberapa trik penculik yang digunakan para penculik saat berinteraksi dengan anak-anak. Penting untuk berhati-hati terhadap perilaku seperti ini agar terhindar dari penculikan dan untuk mencegah penculikan. Yuk, langsung aja kita simak:
1. Minta pertolongan anak

Salah satu trik paling umum yang digunakan para penculik adalah mereka meminta pertolongan anak. Jika Anda menyaksikan situasi seperti ini, mungkin ini pertanda peringatan karena orang dewasa normal tidak meminta bantuan kepada anak yang tidak mereka kenal. Jika orang dewasa memiliki beberapa masalah (seperti kehilangan seekor anjing atau kucing, atau mereka tidak dapat membuka pintu mobil karena tangan mereka sibuk dengan tas berat), mereka akan selalu meminta bantuan orang dewasa lain, tapi tidak pernah seorang anak.
2. Memperhatikan reaksi anak

Ketika seorang anak menangis atau menjerit, mungkin kamu mengira anak itu tidak taat sama orangtua, tapi jika anak itu histeris, mungkin Anda harus datang dan menanyakan apakah semuanya baik-baik saja dan bertanya kepada anak siapa orangnya. Jika mereka adalah penculik, mereka cenderung melarikan diri, karena Anda telah mengingat wajah mereka.
3. Menawarkan barang
 
Anak-anak sangat terbuka dan gampang percaya. Jadi, jika Anda melihat anak ditawari permen, mainan, atau menunjukkan alat yang keren tapi hanya diperlihatkan jika si anak mau pergi ke mobil, tidak diragukan lagi bahwa dia adalah penculik. Orang dewasa normal tidak memberikan hadiah kepada anak-anak yang tidak mereka kenal atau mengundang mereka ke mobil mereka.
4. Tahu tentang keluarga korban

Penculik mungkin tahu banyak tentang keluarga calon korbannya. Bahkan orang dewasa pun bisa percaya. Dengan menggunakan media sosial, seorang penjahat dapat mempelajari rincian terkecil sekalipun, seperti nama keluarga atau rekan kerja orangtua. Dengan menggunakan semua informasi ini, mereka dapat muncul sebagai teman atau rekan kerja orangtua. Ini adalah penyebab 9 dari 10 penculikan.
5. Menggunakan anak kecil lainnya
Terkadang penculik menggunakan anak-anak lain sebagai umpan dan mengirim mereka untuk mengenal calon korbannya. Bagian yang sulit adalah, anak-anak tidak benar-benar mengerti apa arti "orang asing". Padahal pria, wanita, atau malah anak-anak juga bisa menjadi seorang penculik. Jika Anda melihat seorang anak membawa anak lain dari taman bermain, Anda harus menyusul mereka saat menanyakan berapa lama mereka mengenal satu sama lain dan ke mana mereka pergi.
6. Meminta petunjuk atau mengajak masuk ke mobil

Jika Anda melihat sebuah mobil berjalan perlahan di sepanjang jalan dan mendekati seorang anak kecil, Anda harus tahu bahwa ini adalah tanda peringatan. Apalagi jika si pengemudi meminta petunjuk pada anak atau mengajak mereka masuk ke mobil. Sebab, sopir normal akan meminta orang dewasa, petugas polisi, atau menggunakan GPS untuk menanyakan petunjuk.
7. Pura-pura menjadi polisi
Sulit untuk tetap waspada saat para penculik mengatakan bahwa mereka adalah petugas polisi dan meminta anak-anak untuk pergi bersama mereka karena anak tersebut melakukan sesuatu yang buruk. Apalagi orang-orang berseragam terlihat bisa dipercaya bahkan untuk orang dewasa sekalipun. Jadi, jika Anda melihat seorang berseragam mendekati seorang anak, tanyakanlah kartu identitasnya.
8. Tidak mirip
Jika Anda melihat seorang anak berjalan bersama dengan orang dewasa, perbedaan antara penampilan kedua orang itu mungkin merupakan tanda penculikan tidak langsung. Jika dikombinasikan dengan tanda penculikan lainnya, hal itu pasti akan segera berlanjut.
Semoga artikel bermanfaat yah, jangan lupa untuk SHARE dan LIKE artikel ini yah!

Sumber: Brightside