Bahagianya menjadi seorang ibu, segalanya pasti rela dilakukan demi
sang buah hati, sampai nggak jarang pengeluaran bulanan jadi bengkak
karena kalap belanja beragam kebutuhan bayi. Ngaku deh, pasti ibu-ibu di
sini lebih sering pulang dompet tipis kalau sudah belanja di toko
pernak-pernik bayi
Salah satu perlengkapan bayi yang wajib ibu miliki adalah gendongan
bayi. Tanpa gendongan bayi, para ibu akan membutuhkan bantuan 10 tangan
agar bisa berfungsi normal saking repotnya momong anak. Meski zaman
sekarang ada beragam macam gendongan bayi modern nan canggih yang
ditawarkan, gendongan kain jarik masih tetap jadi favorit banyak ibu,
karena dianggap lebih praktis dibawa-bawa, murah meriah dan lebih nyaman
buat ibu dan anak kalau dilakukan dengan teknik yang benar.
Sebagai calon ibu atau seorang perempuan yang nanti akan menjadi
seorang ibu, simak sampai habis ulasan seputar teknik pemakaian kain
jarik! Nggak sulit kok~
Teknik klasik yang umum di masyarakat kita adalah teknik
cradle carry atau berbaring. Meski nggak 100% salah, tapi ternyata
teknik ini juga punya kekurangan lho!

Kita semua tahu, bahwa tulang belakang bayi yang masih muda sangatlah
rapuh dan belum kuat menopang tubuhnya dengan tegak lurus. Oleh karena
itu, dibutuhkan teknik yang benar dan aman agar pertumbuhan tulang bayi
tidak terganggu. Jika selama ini cara menggendong klasik bayi belum bisa
duduk yang kamu ketahui hanya teknik menggendong cradle carry atau
dibaringkan. Meski cara ini banyak digunakan orang dan dianggap 『aman』,
ternyata ada beberapa kekurangan yang dimilikinya :
1. Kurang bagus untuk sirkulasi pernafasan bayi, apalagi jika kainnya ditutup sampai kepala
2. Meningkatkan resiko Asphyxia (terhambatnya jalur pernafasan karena dagu bayi tertekuk ke arah dada)
3. Kaki bayi dirapatkan, tidak aman untuk ligamen bayi dan memperburuk kondisi bayi dengan Hip Dysplasia
4. Neck pain (pegal leher) bagi penggendong
5. Tidak bisa handsfree karena satu tangan harus selalu menahan kepala bayi
6. Bahaya bagian tubuh bayi terbentur apalagi kalau ibu aktif bergerak saat menggendong bayi
Terdengar lebay ya, tapi seiring kemajuan dunia medis sekarang para
ilmuwan meyakini bahwa ada lebih banyak kerugian yang bisa didapatkan
dengan teknik menggendong jadul ini. Mungkin nggak semua kasus ini
terjadi ke tiap anak karena para ahli juga beranggapan bahwa sebenarnya
bayi itu kuat, jadi sebenarnya teknik jadul menggendong bayi nggak akan
serta merta berdampak fatal.
Banyak mitos yang beredar bahwa anak baru lahir harus
digendong begini dan begitu. Alasannya kalau 'salah' nanti jalannya
ngangkang atau susah pipisnya. Padahal teknik yang lebih tepat itu
adalah teknik M-Shape alias duduk lho

Bukan asal, tapi faktanya menggendong pun ada ilmunya lho. Pasalnya,
bayi sehat itu memang terlahir dengan tulang belakang yang belum lurus.
Tulangnya masih sangat fleksibel dan kalau dipaksakan 『lurus』 sebelum
waktunya, akibatnya justru malah nggak baik. Para medis kini justru
menyarankan teknik menggendong tegak (upright) dengan bentuk kaki bayi M
karena posisi tersebut dianggap lebih optimal untuk mendukung
perkembangan tulang punggung dan pinggul bayi. Gunanya mengangkang
adalah sebagai upaya agar tulang punggungnya tetap dalam posisi curve
dan agar pangkal tulang paha tetap pada soketnya, sebab di bawah usia
satu tahun, tulang bayi masih berupa tulang rawan (cartilage).
Saat menerapkan ini, siap-siap saja bakal dengar komentar ibu, mertua
bahkan tetangga yang bilang teknik ini salah karena kekhawatiran pada
cara berjalan anak kelak. Nggak usah emosi apalagi ngambek, cukup
edukasi saja bahwa kini ilmu sudah berkembang pesat dan trik ini
didasarkan dari pendapat para ahli medis jadi nggak asal diterapkan
begitu saja.
Teknik menggendong kangguru terbukti nggak hanya lebih nyaman
buat bayi tapi juga buat penggendong lho. Selain itu, bisa membantu
meningkatkan ikatan antara orangtua dan anak karena banyak kontak skin
to skin

Para ahli medis dan para mentor babywearings (gendong bayi)
profesional lebih menyarankan para penggendong, entah itu ayah atau ibu
untuk menggendong bayi dengan posisi tegak, dengan kaki berbentuk M
(mengangkang atau kaki kodok) karena minim risiko anak terkena Hip
Dysplasia serta nggak terlalu berisiko mencederai leher dan punggung
penggendong.
Bayi di bawah usia 4 bulan digendong depan dengan posisi tegak di
tengah agar bayi bisa bersandar di dada si penggendong atau disebut
teknik gendong kangguru. Di atas usia 4 bulan dan lehernya sudah kuat,
bisa mulai gendong samping/hip carry. Nah, jadi nggak melulu harus
menggunakan gendongan mahal, dengan memanfaatkan kain jarik tradisional
pun kamu bisa berkreasi dengan gendongan bayi yang aman sejak usia 0
bulan bahkan sampai anak berusia sekitar hampir 2 tahun lho~
Simak tutorial menggendong bayi ala Andien ini. Selain praktis
karena kamu nggak harus bawa-bawa gendongan yang besar, kamu pun bisa
memadukan kain jarik batik yang digunakan dengan busanamu!
Selain teknik simpul jangkar, kamu juga bisa mencoba teknik
simpul Robin's Carrydengan memanfaatkan kain yang lebih panjang.
Keuntungannya, simpul ini terasa lebih kokoh meski sedikit agak ribet
Kalau yang berikut ini tutorial menggendong dengan teknik front
wrap cross carry tied under bum (FWCCTUB), salah satu teknik yang bisa
kamu coba dengan memanfaatkan kain melar yang didesain khusus
Tentu nggak boleh asal ya saat mengaplikasikan teknik menggendong
bayi karena kalau salah bisa-bisa leher bayi jadi terkilir atau
(amit-amit) bayi malah jatuh karena kamu kurang luwes saat menyimpul
kainnya. Oleh karena itu ada baiknya saat mempraktikkan simpul-simpul
ini, kamu berlatih sendiri dulu sampai mahir atau minta bantuan suami
atau ibu untuk membantu kamu dan anakmu. Semoga artikel ini bermanfaat
ya dan selamat mencoba di rumah. Semangat!
Sumber: Hipwee