Meski sudah bukan musim dingin, tapi cuaca masih kadang dingin kadang panas, jadi anak Selly yang baru berusia 1 tahun pun juga tetap dipakaikan pakaian yang cukup tebal, karena Selly selalu menganggap bahwa anaknya kedinginan, sehingga untuk menjaga anaknya agar tidak terseranpg flu, ia melakukan hal tersebut.
Pada suatu siang, Selly mengajak anaknya bermain dengan anak-anak yang lain. Baru bermain sebentar, anaknya sudah mulai berkeringat. Tetangga Selly yang melihat hal itu mengatakan kepada Selly bahwa tidak perlu memakaikan pakaian yang begitu tebal ke Selly, karena sekarang cuacanya sudah mulai hangat. Tapi Selly tetap ragu dan takut anaknya kedinginan. Tetangganya pun memberikan masukan, jika ingin mengetahui apakah sang anak kedinginan atau tidak, bisa dengan menyentuh bagian punggung anak.

1. Jika anak merasa kedinginan, tidak hanya punggungnya yang dingin, tapi seluruh tubuhnya akan dingin. Jika ketika ibu memegang punggung anak, dan ternyata dingin dan sangat kering, maka artinya sang anak memakai pakaian terlalu tipis atau sedikit. Dan ibu harus memakaikan pakaian lagi atau jaket agar anak tidak masuk angin dan kedinginan.
2. Jika tubuh anak hangat, maka suhu pada bagian punggung anak juga akan lebih tinggi. Ketika anak mulai berolahraga dan mulai berkeringat, maka lama kelamaan suhu pada punggungnya juga akan menurun.
Jika anak mulai berkeringat, artinya anak mulai merasakan lembap dan kepanasan. Ketika itu terjadi, sebaiknya lepas jaket anak.
3. Ketika anak demam, bisa juga dengan menyentuh bagian punggungnya. Tentu saja, jika ingin lebih akurat dapat menggunakan termometer. Dan jika benar-benar demam, sebaiknya segera periksakan anak ke dokter.
Jangan karena takut anak kedinginan, malah memberikan pakaian tebal dan banyak, lalu membuat sang anak merasa kepanasan dan tidak nyaman. Yuk share artikel ini ke para orangtua!
Sumber: womenclub