Pada tubuh, manusia memiliki berbagai hal kecil yang nyatanya dapat
menggambarkan kesehatan tubuh. Di antaranya ialah warna kulit, berapa
banyak rambut yang rontok, seberapa cepat luka sembuh, dan bahkan
jerawat dapat memberikan sinyal mengenai status gizi, keadaan mikroba,
intoleransi makanan potensial, dan penyakit serius seperti diabetes atau
kanker.
Salah satu bagian dari tubuh yang kebanyakan dari manusia tidak
pernah memikirkannya ialah lunula atau “bulan sabit” yang ada pada kuku
jari. Padahal darinya dapat memberi banyak informasi tentang kesehatan
tubuh.
Setiap orang memiliki lunula, meskipun tidak selalu terlihat di semua
jari. Lunula berada tepat di atas kulit dan di bawah kuku jari, ia
memiliki peran besar dalam bentuk kuku jari dan pertumbuhannya. Lunula
ini merupakan penutup atau pelindung dari pembuluh darah yang rentan
ditemukan.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Academy
Dermatology pada 1966, lanula memiliki tiga cara untuk memperingatkan
manusia terhadap masalah kesehatan potensial. Melalui ukuran, bentuk,
dan warnanya. Lunula normal dan sehat akan berbentuk setengah bulan, dan
ada di setiap jari.
Seperti yang telah disebutkan, lunula kira-kira berukuran seperlima
dari kuku jari, jika lebih besar atau lebih kecil, maka itu dapat
dikatakan bermasalah.
Macrolunula adalah saat lunula yang dimiliki lebih besar atau
membesar, bagi beberapa etnis terutama orang-orang India yang layak ini
adalah hal normal. Jika tidak maka dapat dikatakan menandakan kelainan
endokrin seperti hipertiroidisme.

Sedangkan untuk Microlunula dan anolunula, ini merupakan nama saat
lunula kecil atau tidak ada sama sekali. Sementara itu, mikrolunula
biasanya normal bagi orang-orang yang keturunan Afrika, dapat juga
dikaitkan dengan usia yang menandakan masalah lain seperti penyakit
kuku, HIV, cedera saraf, gagal ginjal, dan lainnya.
Selain itu, ada juga banyak alasan terhadap perubahan bentuk lunula
pada jari, di antaranya adalah osteo onychodysplasia yang juga dikenal
Turner’s Syndrom, menyebabkan beberapa kelainan bentuk pada lunula dan
rasa sakit. Biasanya ini terjadi secara turun temurun.

Lunula juga harus berwarna gading, meskipun biasanya bagi orang yang
memiliki warna kulit gelap memiliki lunula berwarna kebiruan. Jika
lunula tidak berwarna gading atau lainnya maka dipastikan memeriksa ke
dokter agar tidak berisiko lebih besar terhadap penyakit.
Lunula yang berbintik merah bisa berarti alopecia, areata, vitiligo,
atau bisa juga menandakan penyakit dystrophys dan deformity, lalu
berwana biru dikarenakan seringnya konsumsi obat yang sistematis seperti
obat kemoterapi. Selanjutnya berwana kuning biasanya disebabkan terkena
paparan insektisida dan pestisida. Demikian dilansir dari The Hearty
Soul.
Sumber: Okezone