Seorang pria dan pacarnya asal Taipe sudah merencanakan pernikahan mereka. Tahun ini seharusnya jadi tahun bahagia pasangan ini setelah pacaran selama 4 tahun.
Namun semuanya tidak berjalan sesuai rencana. Si pria jadi korban kecelakaan mobil dan kehilangan lengannya. Dokter pun mengatakan kalau ia harus diamputasi.
Hatinya hancur mendengar kalau ia sekarang cacat. Ia lalu memutuskan pacarnya karena ia ingin pacarnya berbahagia dengan orang lain daripada harus merawatnya yang cacar seumur hidup.
Namun bukannya persetujuan yang ia dapat, sang pacar menolak untuk diputuskan. Ia tidak ingin meninggalkan laki-lakinya.
Maka si perempuan kembali ke rumah sakit dengan sekelompok orang. Ia ternyata berencana melamar mantan pacarnya dan mengajaknya menikah.
Ia pertama kali datang dan memperlihatkan video bagaimana hancurnya perasaannya saat diputuskan orang yang ia cintai. Tapi ia yakin ia mampu hidup dan menua bersama.
Si pria lalu menangis setelah menton videonya. Lalu sekelompok pemain biola masuk ke kamar dan memainkan lagu yang romantis.
Orang terakhir yang masuk ke ruangan adalah si perempuan. Wanita yang sangat ingin menikah dengan pacar yang telah memutuskannya. Ia sudah mengenangkan gaun pengantin dan membawa seikat bunga.
Sang perempuan masuk dan berkata "Kamu telah menjagaku selama empat tahun ini dan saya sangat bersyukur untuk itu. Sekarang giliran saya untuk melakukannya. Jika kamu setuju untuk mejadikan saya sebagai istrimu, maka ambilah bunga-bunga ini."
Pria itu diam-diam mengangguk dan menariknya ke bawah untuk menciumnya.
"Saya akan melakukan semua yang saya bisa untuk menjadi lebih baik, dan tetap memegang tanganmu sepanjang sisa hidup saya,” kata pria itu.
Itulah yang dinamakan cinta sejati. Meski fisiknya sudah tak sempurna, perempuan itu tetap merimanya apa adanya.
Sumber: Nakita