Di zaman sekarang, siapa yang tidak menginginkan pacaran? Hampir
sebagian besar muda-mudi melakukaknnya, mulai dari dengan tujuan untuk
pamer dan dibilang laku dan tentunya saling memberi perhatian khususnya
cewek pasti ingin mendapatkan pacar yang setia, romantis, tampan,
perhatian dan bila perlu berasal dari keluarga kaya dan bangsawan.
Cewek mana yang tidak suka diberi seikat mawar ketika valentine. Segenggam coklat setiap malam minggu atau selalu di ajak kencan atau mungkin juga menonton, nongkrong di kafe asal jangan ngemper di pojokan yang ditemani dengan gigitan nyamuk.
Namun
sayangnya, pacaran di zaman sekarang sudah banyak melakukan hal-hal
yang tidak seharusnya dilakukan. Sebut saja ciuman, ciuman sudah
merupakan hal yang biasa dilakukan dan parahnya lagi ada yang melakukan
hubungan ranjang bak orang yang sudah halal.
Miris
sebenarnya tapi ya mau bagaimana lagi. Toh juga kamu yang melakukannya
dan kamu juga yang akan menanggung resikonya. Tapi bagi kamu yang belum
pacaran, pikirkanlah dengan baik sebelum kamu memutuskan menjalin
hubungan cinta dengan cara pacaran karena bisa saja membuat dirimu nista
dan tak berharga.
Tapi bagaimana jika ada lelaki
yang kamu lihat sebagai orang baik dan sangat soleh mengajak kamu untuk
pacaran. Bisa saja kamu pikir bahwa pacaran yang kalian lakukan akan
jauh dari yang namanya pegangan tangan, ciuman apalagi hubungan badan.
Sekalipun kamu bisa menjamin dia adalah lelaki baik, tapi kamu dan dia tidak bisa menjamin bahwa setan tak akan mampu menggoda kalian berdua.
Dan
jika kamu merasa yakin dia adalah lelaki baik dan saleh, dan merasa
yakin kalian tidak akan berbuat maksiat atau zina, itu salah besar.
Ketahuilah lelaki saleh yang sesungguhnya tak akan pernah mengajakmu
berpacaran tapi akan mengajakmu kepelaminan.
Dan
satu hal yang harus kamu tahu, bahwa cinta itu mampu membuat dirimu
benar-benar lupa pada Penciptamu, karena rasa sayangmu pada dia akan
mampu mengalahkan imanmu. Orang-orang yang bermaksiat dengan pasangannya
itu bukan karena mereka tak punya iman tapi rasa cinta mereka yang
begitu besar pada pasangannya hingga membuat mereka merasa iba dan tak
tega bila menolak ajakannya untuk berbuat maksiat