Beberapa ibu atau orangtua menggunakan susu formula sebagai pengganti
ASI, beberapa diantaranya diberikan pula bersamaan dengan ASI,ada
beberapa alasan mengapa orangtua lebih memilih susu formula misalnya
karena asi yang dihasilkan terbatas sehingga tak cukup memenuhi
kebutuhan susu harian anak. Namun tak selamanya menggunakan susu formula
aman. Seperti kisah yang dibagikan oleh seorang ibu bernama Seila Nawi,
yang membagikan pengalaman buruk pada bayinya Mikael (1 tahun). Sang
bayi muntah-muntah setelah minum susu formula yang ternyata palsu.
Padahal Seila memebeli susu tersebut di sebuah toko susu. Ironisnya, tak
hanya muntah, wajah Mikael juga dipenuhi ruam kemerahan. Kejadian ini
berlangsung pada bulan Oktober 2017, namun ketika itu belum diketahui
penyebab pasti.
Seila menuliskan kisahnya dalam sebuah postingan dengan harapan oranglain yang memiliki bayi juga turut waspada:
“Semalam Allah memberi petunjuk untuk permasalahan saya selama 2
bulan terakhir ini. Ini bukan kesalahan Mead Johnson, saya paham.
Saya juga telah melaporkan peristiwa yang menimpa anak saya kepada mereka hari ini. Saya berharap:
1. Mead Johnson Malaysia & pihak KPDNKK (semacam Kementrian
Perdagangan) transparan dalam memberantas dan menyebarkan informasi
untuk membedakan susu tiruan ini demi mengedukasi orangtua agar tidak
tertipu.
2. Siap membagikan informasi mengenai kandungan susu tiruan dari
pemeriksaan di lab nantinya. Oktober 2017, masih ingat ketika anak saya,
Mikael pergi ke rumah sakit? Ia dirawat selama lebih dari dua minggu.
Penyebabnya masih belum diketahui sampai muncul berita tentang susu formula palsu semalam.
Semua berawal saat Mikael muntah hingga 9 kali sehari. Mengapa
muntah sampai sebanyak itu tetapi saya tidak membawanya ke dokter?
Saya ingin memantaunya di rumah (kalau bisa saya ingin
menghindari rumah sakit) dengan harapan & doa, Mikael akan berhenti
muntah, tapi ternyata tidak.
*Saya bersyukur karena sempat mengambil foto dan video karena
saya ingin memberi update pada suami saya tentang keadaan Mikael. Lalu,
wajah dan tubuh Mikael mulai kemerahan & panas. Setiap kali muncul
ruam, saya mandikan dia. Demamnya naik-turun.
Pukul 3 sore, Mikael telah berbaring lemas dan tak mau minum
susu. Jadi, saya tidak pikir panjang lagi dan langsung membawanya ke
rumah sakit terdekat.

Awalnya ia curiga bayinya alergi pada makanan
Ketika itu tidak langsung curiga penyebabnya adalah susu. Dokter
pun menanyakan makanan padat apa yang saya berikan pada Mikael, atau
adakah benda yang tak sengaja dimakan Mikael di sekitaran rumah (karena
ia sudah merangkak sana-sini, saya pun bingung menjawabnya).
Dokter pun meminta Mikael untuk rawat inap karena ia dehidrasi dan sekaligus untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Setelah masuk kamar perawatan dan diinfus, Mikael langsung tak
mau minum susu ataupun makan. Selanjutnya, ia mulai diare. Kotorannya
adalah yang paling bau yang pernah saya cium seumur hidup. Suster yang
mengambil sampel tinja Mikael pun tak tahan dengan bau busuk kotorannya.
Mikael diare sebanyak 11 kali pada hari itu.
Berbagai tes dilakukan, termasuk tes alergi, dan hasilnya
baik-baik saja. Tidak ada reaksi alergi. Setiap tinja diambil untuk uji
laboraturium, namun dokter tetap tidak memiliki jawaban untuk
penyebabnya. Selama di rumah sakit, Mikael masih diare, demamnya naik
turun, merah-merah di seluruh muka dan badan sebentar muncul sebentar
hilang.
Puncaknya setelah seminggu, BAB (Buang Air Besar) Mikael mulai
berdarah. Dokter memutuskan memberi antibiotik. Saya sebagai ibu
menyetujui meski dengan berat hati melihat macam-macam obat dimasukkan
ke tubuh Mikael yang masih bayi.

Oh ya, sepanjang di rumah sakit, saya tidak memberikan makanan
padat apa pun kepada Mikael (karena dokter mencurigai ia alergi MPASI)
TAPI Mikael masih minum susu Enfalac. Ya, siapa menyangka ada susu
formula tiruan, apalagi Mikael bukan baru kali ini minum Enfalac, tapi
sudah beberapa bulan sebelumnya.
Setelah 2 minggu, karena penyebabnya masih belum diketahui dan
Mikael terlihat mulai aktif lagi, saya minta dipulangkan. Kembali ke
rumah, Mikael berangsur membaik (karena susu Enfalac yang lama telah
habis diminum dan saya sudah membeli lagi yang baru di toko lain).
Susu formula palsu dibeli di toko susu
Bagi yang bertanya di mana saya membeli susu, saya tidak bisa
memberi tahu Anda di sini karena Mead Johnson sedang menyelidiki
jaringan toko serba ada di sekitar Selangor. Kita tunggu jawaban dari
mereka nanti.
Saran saya, ibu-ibu yang ingin membeli susu, bisa membeli dari
AEON & TESCO lebih dulu. Hindari membeli dari toko obat atau toko
serba ada sampai kasus ini selesai.
Saya sendiri sudah mengganti dengan merk susu lain untuk Mikael
setelah pengalaman pahit ini. Untuk para orangtua, jika anak Anda
mengalami tanda-tanda seperti yang saya sebutkan di atas, segera bawa
anak ke rumah sakit.

Saya berdoa semoga anak-anak kita tidak menjadi korban susu
formula palsu. Akibat susu tiruan ini, Mikael masih dalam masa pemulihan
dari merah-merah di wajah dan tubuhnya. Saya yakin ada bahan aktif dari
susu formula palsu yang masih ada di tubuhnya dan belum keluar
sepenuhnya. Insya Allah perlahan. Mohon doanya untuk Mikael.
Kecurigaan Seila bahwa susu yang diminum Mikael adalah susu formula
palsu bermula dari berita ditemukannya sejumlah susu tiruan oleh pihak
kepolisian Malaysia. Sekitar 210 box susu Enfalac palsu ditemukan di
sejumlah toko di Johor Bahru dan dipajang bersama dengan susu Enfalac
yang asli.Kejadian yang menimpa Mikael ini meningkatkan kewaspadaan kita
saat membeli susu untuk anak. Belilah susu di supermarket
terpercaya.Bila kamu mencurigai anak alergi atau keracunan makanan,
segera bawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Semoga kasus susu
formula palsu tak terjadi dan menimpa siapapun ya Moms..
Sumber: The Asian Parents Indonesia