Dari 13 poin masalah menantu dengan mertua ini, kamu kena berapa?
Walaupun setelah menikah, keluarga suami adalah keluarga istri juga, namun sering terjadi masalah antara mertua dan menantu perempuannya. Banyak sekali kejadian mertua yang tidak menganggap menantunya sebagai anak perempuan sendiri. Anak perempuan sendiri tetap saja anak kesayangan dan tidak goyah...
1.Saat pendapat berbeda
-Menantu perempuan: Bila menantu nggak nurut berarti membangkang.
-Putrinya sendiri: Bila anak nggak mau nurut, berarti anak perempuannya benar.
2.Saat baru pulang kerja
-Setelah menantu pulang dari kerja, ia masih harus memasak, mengerjakan pekerjaan rumah.
-Setelah putrinya pulang kerja, ia harus istirahat, makan buah atau minum vitamin biar tidak sakit.
3.Saat bermasalah dalam keuangan
-Bila menantu perempuan mengeluh masalah keuangan, mertua beranggapan menantu lah yang tidak berhemat

-Bila putrinya mengeluh uangnya tidak cukup, mertua beranggapan menantu laki-laki tidak bisa bekerja, uang yang dihasilkan tidak cukup banyak.
4.Saat mau pulang ke rumah orang tua sendiri..
-Menantu dibilangin jangan sering-sering pulang ke rumah orang tuanya...
-Putrinya sendiri dibilangin harus sering-sering pulang ke rumah..
5.Saat membelikan barang untuk mertua
-Barang pembelian menantu tidak pernah disukai
-Barang yang dibelikan putrinya sendiri selalu diterima dengan senang
6.Saat mau berjalan-jalan
-Menantu jalan jalan diomelin karena boros uang

-Putrinya sendiri dibiarkan jalan-jalan untuk relaks.
7.Saat masak 
-Bila menantu lagi nggak masak dibilang malas masak.
-Anak perempuan masak sekali saja sudah dipuji-puji.
8.Tentang uang tabungan sendiri

-Gaji menantu perempuan harus dipakai untuk keperluan keluarga demi meringankan beban suami.
-Gaji putri sendiri adalah pendapatan pribadi, suaminya harus memberikannya uang untuk keperluan rumah.

9.Saat membeli barang keperluan sehari-hari
-Saat menantu beli barang, mertua akan mencari-cari kesalahan. Terlalu mahal lah, nggak enak dipakai lah..bla bla bla..
-Saat putri sendiri membelikan barang, barang apapun akan dengan senang diterima dan dipamerkan kemana-mana.
10.Saat membawakan oleh-oleh
-Menantu perempuan dibilang tidak berbakti karena tidak mengajak mertua berlibur.
-Putrinya sendiri bawa oleh-oleh kecil akan dipuji-puji.
11.Saat menikah
-Menantu saat menikah dibilangin tidak boleh dekat-dekat keluarganya yang dulu, jangan sering-sering pulang.
-Saat putri sendiri menikah dibilangin jangan melupakan orang tua sendiri.
12.Suami penyayang
-Bila suami terlalu sayang menantu, suami akan dibilang budak istri.
-Bila suami putri sendiri sayang istrinya, maka dibilang suami yang baik.
13.Saat mendidik anak
-Menantu perempuan: Bila anak tidak patuh, menantu dibilang gak bisa mendidik.
-Putri sendiri: Bila anak tidak patuh, dibilang anak nakal, bikin pusing mamanya.
Di mata orang tua, anak sendiri tetaplah yang terbaik. Tapi janganlah lupa, menantu perempuan juga adalah putri orang lain, putri kesayangan ayah ibunya.
Ia rela meninggalkan keluarganya, datang dan tinggal di keluarga yang asing karena mencintai suaminya. Ia datang ke keluarga suami bukanlah demi dijelek-jelekkan, diacuhkan.
Mertua tidak perlu menganggap sama menantu sebagai putrinya sendiri, cukup berikan saja sedikit cinta dan perhatian kecil untuk menantu maka keluarga akan lebih harmonis.

Sumber: cmoney