Terkadang bagi beberapa ibu memebrikan ASI pada anak bisa dengan cara
langsung ataupun di perah dan kemudian di simpan. Bagi ibu bekerja,
memerah ASI adalah rutinitas yang harus dihadapi. Sayangnya, banyak ibu
yang tak sengaja melakukan kesalahan menyimpan ASI perah (ASIP). Seperti
pengalaman seorang ibu, saat sang anak selesai meminum ASIP beberapa
jam kemudian bayinya muntah-muntah. Setela di bawa ke dokter ternyata
sang anak terkena bakteri yang disebabkan dari ASI tak steril dan
kandungannya telah rusak.
Agar cairan ASI yang berharga itu tidak rusak, para ibu menyusui
perlu tahu cara menyimpan ASIP dengan baik. Perhatikan 9 kesalahan
menyimpan ASIP yang berbahaya bagi bayi ini:
1. Menyimpan ASIP di dekat daging segar

Bagi ibu yang tidak punya kulkas khusus menyimpan ASI, maka ia akan
menumpuk ASI bersamaan dengan bahan makanan lain di dalam kulkas.
Sekalipun ASI tertutup rapat, bakteri tak kasat mata tetap saja menjajah
di sekitar kemasan ASI tersebut.
ASI yang dipompa dari payudara ibu sifatnya sangat steril. Jika ia
dimasukkan ke dalam wadah steril, tapi didekatkan dengan benda yang
tidak steril, maka higienitasnya akan diragukan.
2. Menyimpannya di dalam botol yang tidak kering
Banyak ibu yang menyimpan ASIP ke dalam botol karena tidak yakin
dengan kualitas kantong ASI plastik. Akhirnya, ia membeli banyak botol
sebagai tempat penyimpanan ASIP.
Jika kamu termasuk ibu yang tipe ini, maka Anda tak boleh menuang ASI
perahan yang berharga itu di botol yang masih ada tetesan airnya.
Pastikan bahwa botol yang akan Anda gunakan sudah bebas dari tetesan air
agar tak ada bakteri yang bercampur dengan ASI nantinya.
3. Kesalahan menyimpan ASI perah karena kantong ASIP bocor

Kantong ASI plastik adalah tempat paling populer di kalangan ibu
menyusui untuk menyimpan ASI. Selain praktis, kantung ASI ini juga aman
karena BPA free dan harganya juga lebih murah dari botol ASI.
Sayangnya, kantung ASI ini sering bocor, terutama saat sudah beku di
dalam kulkas. Pada banyak kasus, hal ini terjadi karena ASI di dalam
kantong terlalu penuh sehingga perekat yang ada di bagian atas kantong
jadi sedikit terbuka.
Air yang dibekukan cenderung memiliki massa yang lebih banyak
daripada air yang cair. Jadi, jangan melakukan kesalahan menyimpan ASIP
dengan menuangkan terlalu banyak ASI pada kantungnya ya.
4. Menyimpan ASIP beku di kulkas sampai berbulan-bulan

Sekalipun banyak ibu yang mengutarakan kesaktian ASI dan keawetannya
jika ditaruh di dalam freezer, kualitas ASI juga akan berkurang seiring
dengan lamanya waktu penyimpanan.
Tak semua orang yang punya kulkas mengecek secara rutin suhu lemari pendinginnya. Tak semua rumah bebas dari gangguan listrik.
Jika ASIP di kulkas awalnya sudah beku, lalu listrik mati sehingga
sedikit mencair, kemudian listrik nyala membuat ASI kembali beku, maka
kualitas ASI tersebut sudah benar-benar berkurang. Kamu terpaksa harus
membuang berliter-liter ASI yang telah diperah dengan penuh perjuangan.
5. Membekukan ASI ke dalam cetakan ice cube

Menuang ASIP ke dalam ice cube dan menaruhnya ke dalam freezer
bukanlah ide yang tepat. Karena tempat ice cube selalu punya rongga
terbuka yang memungkinkan bakteri masuk ke sana.
6. Memanaskan ASIP beku dengan microwave
Walau praktis, cara ini sangat tidak aman untuk bayi. Temperatur
panas di dalam microwave membuat vitamin dan sistem imun di dalam ASI
melemah bahkan hilang.
7. Menyimpan ASIP terlalu lama

ASI mungkin memang bisa bertahan sampai 6 hingga 12 bulan. Tapi kadar
vitamin C antara ASI yang segar dengan ASI yang sudah disimpan 24 jam
sangat berbeda.
ASI yang berusia 24 jam di kulkas punya vitamin C yang lebih sedikit
dari ASI segar maupun ASI yang baru disimpan beberapa jam. Artinya,
makin lama simpan ASI, makin rusaklah vitamin C di dalamnya.
8. Membekukan kembali ASI sisa
ASIP yang diberikan ke anak bersisa? Sekalipun baru saja disisakan,
membekukannya lagi sangat mengurangi kualitas ASI. Jika ASI sudah sisa,
maka langkah paling bijak adalah membuangnya.
9. Pumping tanpa cuci tangan terlebih dahulu
Sebagai cairan yang steril, “memanennya” pun juga harus steril.
Jangan sampai melakukan pumping dalam keadaan tangan yang tidak
higienis. Apalagi jika kantor kamu tidak punya ruang laktasi dan harus
pumping di kamar mandi.
Singkatnya, 9 kesalahan menyimpan ASI yang sering ibu buat adalah
mengabaikan unsur higienitas, teledor mengecek kerapatan kantong ASI
dan fungsi kulkas, dan terakhir adalah mengabaikan pentingnya
memperhatikan kandungan vitamin dan zat lainnya yang mudah rusak.
Semoga dengan ini para ibu tak menyia-nyiakan lagi ASIP nya yang berharga.