Cowok itu, capek! Mereka harus kerja banting tulang setiap hari, ditekan oleh atasan, masih gak boleh seenaknya bilang capek. Walaupun dalam hatinya lelah, dia tidak boleh menitikkan air mata. Berjuang mati-matian hanya karena ingin seluruh keluarga tidak hidup sengsara, terlebih supaya wanita yang ia cintai tidak menderita.
Jadi, para suami biasa akan menyimpan semua kelelahannya dalam hati..
Cowok itu, capek! Walaupun tahu kalau merokok itu gak baik, tapi akhirnya hanya itu satu-satunya tempat meluapkan kelelahan. Setiap masalah hidup dan kesulitan, masih tetap harus dihadapi.
Cewek itu, capek! Kalau suami lapar, dia jadi kokinya. Kalau suami sakit, dia juga menjadi perawatnya, masih harus menjaga anak, merawat orang tua. Menyapu, mencuci baju, melayani ini dan itu. 24 jam hanya dipenuhi untuk menjadi pembantu penuh waktu.;

Cewek itu, seluruh kelelahannya ada di rumah, setiap harinya harus merawat seisi rumah, bahkan sampai kebersihan rumah, sama seperti seorang pembantu.
Pekerjaan seperti ini, gak ada cuti, bahkan cuti sakit pun gak ada. Banyak orang bilang wanita itu bagaikan sekuntum bunga, namun setelah menikah dan memiliki anak, ia hanyalah seorang ibu rumah tangga. Dalam dirinya hanya ada suami dan anak-anak yang perlu dijaga setiap harinya.
Sebenarnya apa yang paling ditakuti orang dalam hidup ini? Kalau bukan ketakutan akan keluarga yang tidak hidup layak?
Tak peduli hidup ini seberapa lelah, seberapa pahit, seberapa perih, seperapa sakit, hidup masih tetap harus berjalan, setiap masalah masih tetap harus dilalui.
Apa yang sebenarnya ditakuti wanita? Wanita itu biasanya tak takut sulit, tak takut lelah, tak takut miskin, justru paling takut kalau lelakinya tidak menyayanginya.
Wanita mengorbankan begitu banyak demi sebuah keluarga, yang dia harapkan tidaklah banyak, hanya sebuah keluarga yang hangat, dan seorang pria yang melengkapi hari-harinya.
Apa yang diinginkan wanita sebenarnya sangat mudah. Pria itu adalah tiang dalam hati wanita, tiang yang membangun keluarganya dengan kokoh. Saat pria ini mulai lemah, sang wanitalah yang akan menopangnya, memberikannya dorongan sehingga pria ini bisa kembali bangkit.
Sobat, sebagai pasangan suami istri, yang terpenting adalah pengertian, saling mengerti satu sama lain, kamu akan merasakan indahnya hidup ini.
sumber : women club