Kita tidak pernah percaya bahwa sesuatu yang buruk dapat terjadi pada kita atau bahkan anak-anak kita, dan kita sering tidak melakukan tindakan pencegahan sederhana terhadap situasi seperti itu.
Hari ini Cerpen akan memberitahu kamu bagaimana mencegah situasi berbahaya di kota dan berlibur.
1. Ajarkan anak untuk menelepon kamu saat mereka pergi keluar dan ke tempat yang telah ditentukan.
Jadikan itu kebiasaan keluarga untuk saling menelepon saat meninggalkan sekolah, pekerjaan, atau rumah dan saat tiba di tempat yang telah ditentukan. Jika anak-anak melihat bahwa orang dewasa juga melakukan hal yang sama, mereka akan menganggap bahwa menelepon bukan perintah melainkan sebagai kebiasaan perhatian anggota keluarga satu sama lain.
2. Tanpa syarat percayalah pada anak jika mereka memberitahu kamu tentang situasi yang aneh atau mencurigakan.
Jika anak memberi tahu kamu sesuatu yang kedengarannya mencurigakan, bahkan jika kamu khawatir dengan teman keluarga, guru, dll, percayalah pada kata-kata mereka. Pastikan untuk mengetahui semua situasi karena para penculik dan pemerkosa seringkali adalah orang-orang yang diketahui anak itu.
3. Catat nomor telepon teman, guru, dan teman-teman anak kamu, serta layanan pertolongan dan organisasi sukarelawan.
Jika anak tidak datang pada waktu yang ditentukan, SMS dan hubungi keluarga atau teman anak kamu, teman sekelas, dan guru. Bila anak kamu hilang, jangan sia-siakan waktu, sangat penting untuk segera menghubungi siapa yang tahu kemana atau dengan siapa anakmu pergi. Juga, simpanlah nomor telepon darurat.

Setelah anak ditemukan, jangan lupa untuk beritahu semua orang bahwa semuanya baik-baik saja.
4. Sebelum pergi ke acara yang ramai, ambil foto anak.
Jika anak hilang, menggambarkan dan mendeskripsi pakaian mereka akan lebih sulit daripada langsung menunjukkan gambar mereka kepada mereka. Dengan begini, orang-orang yang terlibat dalam usaha pencarian akan langsung tahu wujud anak kamu.
5. Jika anak hilang dan tidak menjawab panggilan, segera cari mereka.
Apa pun alasannya anak kamu hilang, kamu perlu segera mencarinya. Waktu sangat penting, jangan abaikan!
6. Latih anak untuk bertindak dengan benar dalam situasi yang sulit.

Dalam keadaan darurat, anak mungkin menjadi bingung, bahkan jika mereka secara teoritis mengetahui apa yang harus dilakukan. Bersiaplah terlebih dahulu. Secara teratur, minta anak ulangi alamat dan nomor telepon mereka. Cobalah menanyakannya di situasi yang berbeda: contohnya apa yang harus dilakukan jika anak tersesat di dalam sebuah toko, atau apa yang akan mereka lakukan jika mereka tidak dapat menemukan orang tua mereka di angkutan umum, atau apa yang harus dilakukan jika orang asing mencoba membawa anak pergi, menawarkan permen, atau meminta bantuan. Kamu juga bisa berlatih untuk teriak dan minta bantuan di tempat yang sepi.
7. Ambil foto sol sepatu anak.
Jika Anda pergi ke hutan untuk memetik jamur atau ke taman untuk piknik, ada gunanya mengambil foto sol sepatu anak-anak kamu. Jika anak Anda tersesat, cetakan sepatu akan membantu usaha pencarian dan penyelamatan. Disarankan memakai baju yang cerah agar anak lebih gampang terlihat.
8. Tentukan satu tempat untuk bertemu jika kamu dan anak terpisah.
Jika kamu pergi ke tempat yang ramai (seperti konser, mall, taman), selalu sepakati di mana kamu akan bertemu jika kamu dan anakmu terpisah, walaupun kamu dan anak memiliki ponsel (karena ponsel mungkin akan kehabisan baterai, hilang, dll) Lebih baik memilih tempat yang bisa dilihat dari kejauhan: air mancur, pintu masuk utama, dan sebagainya.
9. Jangan melarang anak untuk menggunakan media sosial.
Melarang anak menggunakan media sosial hanya akan meningkatkan rasa ingin tahu mereka. Kemungkinan besar, anak akan menggunakan halaman dan nama palsu. Sebaliknya, biarkan anak memiliki akun sendiri karena dengan begini kamu dapat melihat apa yang mereka minati dan siapa teman mereka.
Ajari anak aturan keamanan internet: bagaimana menanggapi periklanan online, penindasan maya, pesan penipuan, dan orang dewasa yang mencurigakan yang mengajak kenalan.

Kamu juga dapat menginstal program kontrol orang tua yang memblokir situs web berbahaya.
10. Gunakan gadget.
Unduh app (seperti lokasi keluarga) pada ponsel anak yang dapat melacak koordinat dan dapat memberi sinyal peringatan SOS.
11. Letakkan rincian kontak kamu di dalam saku pakaian anak.
Catat nomor telepon kamu dan juga teman dan kerabat kamu di selembar kertas. Biarkan anak selalu menyimpan lembar kertas ini di dalam sakunya.
12. Jangan memarahi anak jika mereka tersesat.
Bila anak hilang, keadaan akan menjadi lebih buruk jika mereka takut bahwa kamu akan marah kepada mereka. Hal ini dapat membuat anak lupa bagaimana cara bertindak dalam situasi seperti ini. Saat berbicara dengan anak tentang peraturan keselamatan, pastikan untuk menekankan bahwa kamu tidak akan pernah memarahinya.
Jika anak hilang dan kemudian menemukan, hibur dan peluk mereka, tatap matanya. Setelah mereka tenang, diskusikan semuanya bersama-sama: mengapa terjadi dan apa yang harus dilakukan untuk mencegah hal ini terjadi lagi.
13. Atur pelajaran keselamatan anak di kelompok atau kelas anak.
Penelitian menunjukkan bahwa 7 dari 9 anak akan mengikuti orang asing keluar dari taman ketika orang tua mereka sedang mengobrol atau main ponsel. Kamu dapat mengatur pelatihan di kelompok atau kelas anak tentang bagaimana menghindari situasi yang berbahaya dan bagaimana bertindak jika hal itu terjadi.
Semoga artikel ini bermanfaat yah. Jangan lupa untuk disebarkan agar teman-temen disekitarmu tahu tentang informasi ini!

Sumber: Brightside