Istilah turun rahim atau turun peranakan dan juga turun berok tidak asing bagi wanita yang sudah pernah melahirkan. Di dunia medis turun rahim dikenal dengan istilah prolaps uteri yakni suatu keadaan dimana posisi rahim turun mendekati vagina. Pada posisi rahim yang normal tentunya rahim akan berada di atas vagina dan menggantung di dalam rongga panggul (pelvic). Sedangkan untuk posisi rahim turun (prolaps uteri) mendekati vagina. Untuk mengetahui berat atau tidaknya kasus turun peranakan, hal ini tergantung dari seberapa derajat turunnya rahim dari posisi yang semula.
Adapun beberapa penyebab umum turunnya peranakan diantaranya:
1. Penyebab utama turun peranakan karena melemahnya otot-otot panggul dalam menahan posisi rahim. Biasanya, kelemahan otot ini bisa dipengaruhi oleh faktor usia. Namun, tidak selamanya faktor usia menjadi satu-satunya penentu turunnya peranakan. Seiring bertambahnya usia seseorang, tentunya semakin besar pula risiko kesehatan yang dialami oleh wanita tersebut. Apalagi jika wanita tersebut memasuki fase menopause. Dalam hal ini, proses penuaan alami juga dapat menyebabkan produksi hormon estrogen menjadi menurun. Hormon inilah yang memang berperan aktif dalam menjaga otot panggul tetap rileks dan juga kuat.
2. Selain itu turun peranakan juga disebabkan oleh wanita yang telah melewati fase kehamilan dan juga melahirkan. Dapat diindikasikan bahwa semakin Anda hamil, semakin besar pula risiko Anda mengalami peranakan turun. Hal ini tentunya disebabkan oleh adanya kerusakan otot dan juga jaringan panggul dari masa kehamilan hingga masa persalinan.
Penyebab lain yang bisa menyebabkan wanita turun peranakan, diantaranya:
- Batuk yang kronis
- Adanya tumor di bagian perut yang kemudian menekan rahim hingga turun mendekati vagina
- Sembelit kronis
- Pernah mengalami riwayat operasi panggul sebelumnya
- Mengalami berat badan berlebih atau obesitas
- Sering melakukan aktivitas yang cukup berat sehingga memberikan tekanan pada otot panggul yang dapat meningkatkan risiko turunnya peranakan
- Adanya berbagai kondisi yang dapat meningkatkan tekanan di area perut seperti penumpukan cairan di perut dan juga tumor pada area panggul
- Wanita yang telah melahirkan banyak anak dalam beberapa kali persalinan
- Faktor genetik
- Wanita yang mengalami menopause dimana terjadinya penurunan kadar estrogen sehingga hal ini dapat mempengaruhi jaringan kolagen
- Kebiasaan merokok
- Adanya tumor yang terjadi pada kandungan
- Adanya beban terus menerus atau serinng mengejan
- Pernah mengalami riwayat persalinan dengan menggunakan alat forcep atau vakum sehingga adanya kerusakan pada jalan lahir
- Wanita usia lanjut yang dapat menyebabkan kolagen menjadi berkurang sehingga terjadinya kelemahan pada jaringan penyangga panggul
Gejala dan tanda turun peranakan yaitu :
- Pendarahan yang terjadi pada vagina
- Adanya nyeri pada area panggul
- Sulit ketika buang air kecil
- Adanya kesulitan dalam menggerakkan perut
- Merasa tidak nyaman ketika berjalan ataupun bergerak
- Terkadang merasa duduk di atas bola
- Rasa nyeri dan juga perih saat berhubungan seksual
- Adanya sesuatu yang seperti keluar dari dalam vagina
Tentunya, jika Anda mengalami gejala seperti yang telah kami sebutkan di atas. Segera temui dokter dan juga tenaga medis lainnya untuk mendapatkan perawatan yang cukup intensif. Jika tidak diperhatikan dengan benar, maka kondisi apapun tentunya dapat mengganggu fungsi kandung kemih, fungsi usus dan juga seksual Anda.
Cara mengurangi resiko turun peranakan:
- Turunkan berat badan
- Lakukan senam
- Terapi pengganti esterogen
- Penggunaan pessarium


Sumber: Bidanku