Dalam kondisi hamil, memang wajar jika muncul berbagai dan beragam
reaksi tubuh. Hal tersebut disebabkan oleh perubahan dan produksi
hormon.namun beberapa hormon ada yang tidak membahayakan dan sebagiannya
lagi berbahaya bahkan hingga mengancam nyawa sang janin.
Salah satu kondisi yang dipengaruhi oleh hormon kehamilan adalah
Intrahepatic Cholestasis of Pregnancy atau ICP. Kondisi ini termasuk
langka, dengan gejala paling umum adalah rasa gatal yang parah di kulit
ibu. ICP meningkatkan risiko bayi lahir mati (stillborn) sebanyak tiga
kali lipat. Kondisi ICP memengaruhi 1 dari 140 wanita hamil di Inggris,
atau sekitar 5500 kasus per tahun. Di Amerika, ICP terjadi pada 1 dari
setiap 1000 kehamilan. Sayangnya ada beberapa dokter yang menganggap
bahwa gejala tersebut yang disepelekan bahkan wajar dirasakan oleh para
ibu hamil, padahal itu hal berbahaya. Oleh karena itu berikut kamu
paparkan gejala ICP agar para ibu hamil bisa lebih waspada.

Gejala ICP
Umumnya ICP berlangsung pada semester ketiga masa kehamilan. Meskipun
gejala ICP tak memiliki efek jangka panjang dan menghilang setelah bayi
lahir namun ketika muncul tentunya akan membuat ibu hamil merasakan
ketidaknyamanan. Oleh karena itu ibu hamil harus tetap waspada karena
ICP bisa sangat membahayakan bagi bayi.
- Rasa gatal pada kulit dengan kapasitas kemunculan sering dan parah
- Urin berwarna gelap
- Kulit atau mata berubah menjadi kekuningan
- BAB jarang dan berwarna terang
- Rasa mual
- Kehilangan nafsu makan
Gejala paling umum pada kasus ICP adalah rasa gatal yang berlebihan,
biasanya terjadi pada minggu-minggu terakhir kehamilan. Bila gejala
seperti ini muncul segera periksa ke dokter.

Penyebab ICP
Penyebab pasti dari ICP belum sepenuhnya diketahui, genetik dan hormon kehamilan diyakini sebagai penyebab ICP terjadi.
Cairan empedu yang berperan dalam menghancurkan lemak diproduksi oleh
hati. Normalnya, cairan tersebut akan disalurkan dari hati ke organ
pencernaan di bagian perut.
Hormon kehamilan yang meningkat selama masa kehamilan di semester
ketiga, menyebabkan cairan empedu mengalir lebih lambat dari hati.
Akibatnya terjadilah penumpukan di dalam hati.
Penumpukan cairan empedu di hati membuatnya masuk ke dalam aliran
darah. Cairan empedu di dalam darah merangsang saraf di bawah kulit yang
menyebabkan rasa gatal.
Oleh karena itu, penting sekali untuk rutin melakukan pemeriksaan
darah selama hamil, untuk mengetahui apakah terdapat kandungan cairan
empedu di dalam darah ibu atau tidak.

Faktor risiko
Kondisi ICP memang jarang terjadi, namun tidak ada salahnya untuk
mewaspadainya. Kamu juga perlu waspada terhadap ICP bila termasuk ke
dalam kategori orang yang berisiko terkena ICP berikut ini.
- Memiliki hubungan keluarga dengan orang yang pernah mengalami ICP
- Pernah mengalami penyakit liver/hati
- Hamil anak kembar
- Pernah mengalami ICP pada kehamilan sebelumnya
ICP tidak memengaruhi kesehatan ibu kecuali rasa gatal yang tidak
nyaman. Namun bisa memengaruhi janin hingga membuatnya lahir prematur,
meninggal saat lahir, atau mengalami kesulitan bernapas saat lahir.
Sayangnya, belum diketahui bagaimana cara mencegah kondisi ICP.
Tetapi Bunda bisa melakukan antisipasi dengan melakukan pemeriksaan
darah dan USG secara rutin.
Memonitor perkembangan hati janin dan tes darah untuk mengetahui
kinerja liver Bunda juga bisa menjadi langkah yang tepat agar bisa
dilakukan penanganan sedini mungkin.
Karena dampaknya yang berbahaya pada bayi, biasanya ibu yang
didiagnosa mengalami ICP akan disarankan untuk melakukan persalinan
lebih awal. Yakni pada minggu ke-37 atau ke-38 kehamilan.
Selain itu, ibu juga akan diberi suntikan vitamin K dan krim untuk mengurangi rasa gatal.
Maka dari itu, jangan anggap remeh rasa gatal selama hamil ya. Segera
periksa ke dokter untuk memastikan kesehatan janin. Semoga bermanfaat.
Sumber: The Asian Parent Indonesia