Rahim adalah tempat tumbuh dan berkembangnya seorang calon manusia dan merupakan organ tubuh yang sangat penting bagi wanita oleh sebab itu setiap wanita harus menjaga baik-baik rahimnya. Berikut ini adalah hal-hal yang harus dihindari agar rahim tetap sehat!
1. Kehidupan seksual yang kotor
Kehidupan seksual yang kotor dapat menyebabkan berbagai penyakit kelamin bahkan telah terbukti dapat menyebabkan kanker serviks alias kanker leher rahim. Hindari berhubungan seks dengan sembarang orang dan bersihkan terlebih dahulu alat kelamin masing-masing individu baik wanita maupun pria dengan air bersih sebelum berhubungan seksual. 
2. Berhubungan seksual ketika hamil muda dan hamil tua
Suami istri hendaknya menahan diri untuk tidak berhubungan seksual pada 3 bulan pertama dan 3 bulan terakhir masa kehamilan. Rahim akan mengalami kontraksi ketika wanita mengalami klimaks saat berhubungan seksual. Pada masa awal kehamilan, embrio belum menempel kuat pada rahim dan kontraksi tersebut dapat menyebabkan keguguran, sedangkan pada masa akhir kehamilan kontraksi tersebut dapat menyebabkan persalinan prematur.
3. Terlalu sering jongkok dan mengangkat barang berat setelah melahirkan
Hindari terlalu sering jongkok atau mengangkat barang berat setelah melahirkan karena hal ini dapat menyebabkan tekanan pada perut sehingga posisi rahim bergeser kebawah, bahkan jika parah rahim dapat keluar seutuhnya dan menggantung pada vagina. Kondisi seperti ini dikenal sebagai turun kandungan.
4. Minum sembarangkan obat ketika hamil
Hindari meminum sembarangan obat ketika hamil karena hal ini dapat menyebabkan keruskakan, kelainan, bahkan kematian pada bayi.
5. Tidak melakukan pemeriksaan rutin ketika hamil
Setiap wanita hamil harus melakukan pemeriksaan rutin sesuai dengan saran dokter agar kondisi ibu dan anak tertap terkontrol dan bisa mendapat penaganan dini jika ada kondisi yang tidak baik.
6. Sembarangan aborsi
Ada berbagai macam penyebab dan alasan seseorang wanita hamil melakukan aborsi. Aborsi sebenarnya berdampak buruk bagi wanita, namun jika terpaksa dan harus melakukan aborsi, hendaklah pergi ke rumah sakit yang memiliki ijin resmi dan sanitasinya terjamin untuk melakukan aborsi. Jika dokter yang mengalami tidak profesional dan alat medis yang digunakan tidak bersih, maka besar kemungkinannya wanita tersebut mengalami infeksi bahkan pendarahan fatal serta kerusakan rahim.
7. Operasi sesar lebih dari 3 kali
Saat ini semakin banyak wanita yang memilih untuk melahirkan secara operasi sesar. Namun demikian perlu diperhatikan bahwa persalinan sesar hendaklah dibatasi dan tidak lebih dari tiga kali karena beresiko menyebabkan dinding rahim robek sehingga terjadi pendarahan hebat yang dapat mengancam keselamatan sang ibu. 
Sumber: cerpen.co.id