Siapa sangka kalimat atau ucapan yang terdengar biasa saja ternyata bisa lebih berbahaya daripada yang kamu sangka. Sebagai orangtua pasti kamu pernah mengucapkan berbagai kalimat tanpa sengaja. Mungkin beberapa diantaranya sudah kamu ketahui bahwa itu tidak diperbolehkan untuk digunakan seperti “awas ya kamu kalau nanti ibu pulang” atau “kamu itu harusnya kayak kakakmu”. Kalimat tersebut pasti tau kan untuk tidak perlu mempergunakannya. Nah ternyata selain dua kalimat sebelumnya ada juga loh 9 kalimat yang sebenarnya tidak perlu diungkapkan, mengapa karena menyimpan bahaya yang tak kamu duga. Simak ulasannya di bawah ini:

#1 “PINTAR!”
Penelitian telah menunjukkan bahwa mengucapkan kata-kata seperti, “Pintar” atau “Kamu hebat” setiap kali anak  menguasai keterampilan tertentu membuat mereka bergantung pada ucapan itu. Hal ini sama sekali tidak memotivasi anak. Jadi, apakah salah memuji anak? Tentu tidak. Tapi sangatlah tidak sehat jika Anda melakukannya terlalu sering. Simpanlah pujian itu sampai mereka benar-benar diperlukan, dan berikan pujian sespesifik mungkin. Alih-alih berkata “Kamu pintar,” ketika anak Anda berhasil menyusun puzzle misalnya, katakanlah , “Wah, sudah selesai. Ibu suka melihat kamu kamu tidak menyerah.”


#2 “COBA TERUS SAMPAI JADI YANG TERBAIK.”
Memang benar bahwa semakin banyak waktu anak tercurahkan, ia akan menjadi lebih terampil. Namun, pepatah ini membuat seorang anak merasa tertekan untuk menang atau unggul dan mengirimkan pesan bahwa jika kamu membuat kesalahan, kamu tidak berlatih cukup keras. Banyak anak-anak memukuli diri dan bertanya-tanya, ‘Apa yang salah dengan saya? Saya mencoba lagi, lagi, lagi, dan aku masih belum yang terbaik.’ Sebaiknya, orang tua mendorong anak untuk bekerja keras dia untuk meningkatkan kemampuan diri dari sebelumnya dan merasa bangga kemajuannya.


#3 “KAU BAIK-BAIK SAJA”
Ketika anakmu lututnya berdarah dan menangis, naluri orangtua pasti akan meyakinkan bahwa dia tidak terluka parah. Tapi mengatakan bahwa ia baik-baik saja hanya dapat membuatnya merasa lebih buruk. Anak menangis karena dia tidak baik-baik saja. Tugas kita adalah untuk membantu dia memahami dan menangani emosinya, bukan mengurangi penyakitnya. Cobalah memberinya pelukan dan mengakui apa yang dia rasakan dengan mengatakan sesuatu seperti, “Jalannya memang berbatu ya, sakit? Ayo kita obati sebentar


#4 “AYO, CEPAT!”
Anak Anda lama menghabiskan sarapannya, bersikeras mengikat sepatu sendiri (meskipun dia belum cukup menguasai keterampilan ini), dan akhirnya terlambat ke sekolah. Secara tidak sadar, orang tua akan berkata, “Ayo, cepat,” ketika melihat jam dinding, akan membuat anak stres. Ubahkan kalimat tersebut dengan cara lain yang menunjukan dukungan, seperti, ِ”Ayo, berlomba memakai sepatu, yuk.”


#5 “IBU/AYAH TIDAK MAMPU MEMBELINYA.”
Ketika anak sangat menginginkan mainan baru namun ternyata keuangan tidak mendukung, kalimat inilah yang lebih tepat kamu gunakan: “Kami tidak akan membelinya sekarang karena kita menabung untuk hal-hal yang lebih penting.” Jika dia bersikeras membahas lebih jauh, kamu bisa menjelasakan secara lebih terbuka dan luas mengenai kondisi keuanganmu.


#6 “JANGAN BICARA DENGAN ORANG ASING.”
Ini adalah konsep yang sulit dipahami anak-anak. Bahkan jika seseorang tidak dikenal, dia mungkin tidak menganggapnya sebagai orang asing jika dia baik padanya. Selain itu, anak-anak dapat mengambil aturan ini dengan cara yang salah dan menolak bantuan polisi atau pemadam kebakaran yang tidak mereka tahu. Alih-alih peringatan padanya tentang orang asing, memunculkan skenario (“Apa yang akan Anda lakukan jika seorang pria menawarkan permen dan menawari tumpangan?”), jelaskan apa yang dia lakukan, dan bimbing segera menuju tindakan yang tepat. Karena sebagian besar kasus anak-penculikan melibatkan orang terdekat, cobalah mengatakan, “Jika ada orang yang membuat kamu sedih, takut, atau bingung, segera beritahu Ibu atau Ayah, ya.”


#7 “HATI-HATI.”
Mengatakan ini saat anak sedang bermain memungkinkan ia untuk mengalami hal yang tidak diinginkan. Kata-kata tersebut mengalihkan perhatiannya dari apa yang dia lakukan, jadi dia kehilangan fokus. Jika kamu merasa cemas, bergeraklah dekat dengan tempat yang memungkinkan ia bisa jatuh, lalu diam dan tenang sebisa mungkin sambil tetap waspada.


#8 “TIDAK ADA ES KRIM (ATAU APA SAJA) KALAU MAKANANMU TIDAK HABIS.”
Menggunakan ungkapan ini meningkatkan kecemasan dan mengurangi nikmat makan makanan itu sendiri. Ubahkan kata-kata menjadi bertahap. Fokus terhadap apa yang harus dilakukan, habiskan dulu lalu makan eskrim. Perubahan kata-kata, meskipun halus, memiliki dampak yang jauh lebih positif pada anak.


#9 “BIARKAN IBU/ AYAH SAJA YANG SELESAIKAN.”
Ketika anakmu sedang berjuang untuk menyelesaikan teka-teki, janganlah terlalu cepat memberi bantuan. Hal ini dapat melemahkan kemandirian anakkarena dia akan selalu mencari orang lain untuk jawaban. Sebaliknya, beri kesempatan melalui pertanyaan untuk membantunya memecahkan masalah. Contohnya, “Puzzle yang ini harusnya di atas sini atau dibawahnya ya?

Nah..sekian 9 kalimat yang ternyata menyimpan sesuatu tak terduga. Namun para orangtua meskipun 9 kalimat ini cukup memberikan efek yang kurang baik tidak ada salahnya kamu ucapkan pada anak tetapi intensitasnya jangan terlalu sering ya. Perhatikan kondisinya dulu sebelum kamu mengucapkannya. Semoga bermanfaat..

Sumber: Sayangi Anak