Terkadang, kita tak pernah menyadari bahwa semakin kita dewasa, orang tua kita semakin dewasa juga.
Seorang wanita tua datang ke rumah anaknya ditengah hujan diantarkan oleh seorang petugas polisi. Anaknya begitu terkejut melihat kondisi ibunya yang tanpa sandal dan basah kuyup.

Ia adalah Zhang Yulian, seorang wanita paruh baya yang hanya ingin memasakan sup ayam untuk anaknya di kota yang sedang sakit. Ia datang dari Desa karena setelah 3 hari yang lalu menelpon anaknya dan mendengar anaknya sedang sakit.
Saat anaknya kecil dan jika sedang sakit, ia selalu memasak sup ayam. Kini ia ingin melakukannya lagi. Ia pun datang ke rumah anaknya, lalu memasak sup ayam. Namun, anehnya, masakannya tidak seperti dulu. Saat memasak, ia banyak menghancurkan barang, masakannya pun tidak seperti dulu. Cucunya melihat bercak darah di sup ayam, dan batuk-batuk karena nasinya kering dan sangat asin.
Merasa telah mengacaukan segalanya, Zhang Yulian hanya tinggal di rumah anaknya satu malam. Enam bulan berlalu, putrinya merasakan ada hal yang mengganjal, ia pun memutuskan untuk menjenguk ibunya di Desa.
“Ibu…!”
Ibunya mendengar suara manis sang Putri “Anakku..” tapi satu rahasia besar yang disembunyikan membuat hati putrinya hancur. Ibunya mendengar suaranya namun tidak melihat putrinya. Dengan rasa bahagia ia berusaha memeluk putrinya dengan jalan tertatih-tatih. Hancur sekali hati putrinya melihat kondisi Ibunya yang baru ia ketahui.
Sebelah matanya mengalami katarak dan hampir buta, satu matanya lagi mengalami kondisi presbyopia akut. Dia khawatir akan biayanya jika memberitahu putrinya, akhirnya ia tidak memberi tahu anaknya dan menyembunyikannya, semua demi anaknya agar tidak khawatir.
Diakhir video, ternyata setelah ia menelpon anaknya dan tahu bahwa dia sakit, ia bertekad pergi ke kota hanya ingin memasakan sup ayam seperti biasa. Ia mengambil ayam ternaknya, membawa sayur-sayuran sebagai pelengkap sup. Ia pergi keluar desa sendirian dan pertama kali. Ia tidak bisa melihat tapi ia yakin kalau anaknya ada disebarang sana.
Mirisnya, ia harus melewati 2 bukit dan sungai. Berjalan sejauh 28 km pada jalanan gunung. Berganti 3 kali mobil, melewati 4 provinsi, dan melalui 36 jam perjalanan menggunakan bus. Sampai di kota, ia tidak tahu apa-apa, yang ia tahu hanya nama anaknya. Ia terus berjalan mencari rumah sang buah hati. Sampai ditemukan oleh pak polisi tadi.
Dari kisah di atas, kita tahu bahwa semua ibu akan bersikap jahat pada diri mereka sendiri, namun untuk anaknya, dia bisa melakukan segalanya.
Sumber: PHI