Anak: "Ayah, mengapa harus pergi ke sekolah?"
Ayah: "Nak, tahukah kamu, pohon kecil yang berumur 1 tahun hanya bisa dijadikan kayu bakar, pohon yang berumur 10 tahun hanya dapat digunakan untuk membuat bubungan, sedangkan pohon yang berumur 20 tahun bisa dijadikan jembatan dan bahkan furnitur.
Jika seorang anak tidak pergi ke sekolah, ia mungkin dia bisa menggembalakan kaming domba di usia 7 tahun. Tapi, ya hanya itu yang bisa dia lakukan.
Jika bersekolah selama 6 tahun dan lulus dari sekolah dasar, dia bisa pergi mencari pekerjaan di lokasi konstruksi, menjadi penjaga keamanan, dan bahkan bisa membuka usaha kecil-kecilan.
Jika dia belajar selama 9 tahun dan lulus dari sekolah menengah pertama, dia bisa belajar melakukan beberapa operasi mekanik.
Jika dia belajar selama 12 tahun dan lulus dari sekolah menengah atas, dia bisa belajar banyak cara untuk melakukan perbaikan mekanik.
Jika dia lulus dari perguruan tinggi, dia dapat mendesain bangunan tinggi, jembatan, dan bahkan kereta api.
Jika dia lulus dengan gelar master, dia bisa menciptakan sesuatu yang bahkan belum ada sebelumnya.
Sekarang mengertikah kamu?"
Anak: "Aku mengerti."
Ayah: "Menggembalakan kambing domba, bercocok tanam, menjadi penjaga keamanan, apakah kamu malu menjadi seperti mereka?"
Son: "Malu."
Ayah: "Nak, tidak perlu malu. Mereka tidak mencuri dan bekerja untuk mendapatkan uang demi anak-anak dan orang tua mereka. Ayah tidak mengatakan bahwa jika tidak pergi ke sekolah maka akan menjadi orang yang tidak berguna. Tidak sekolah pun kita bisa melakukan banyak hal, hanya saja kontribusi kita terhadap masyarakat tidak banyak dan kita juga hanya bisa mendapatkan sedikit uang. Jika kita bersekolah, menghabiskan lebih banyak waktu untuk belajar, maka kontribusi kita akan lebih besar dan apa yang kita hasilkan pun akan lebih banyak. Kamu mau jadi seperti yang mana?
Anak: "Aku mengerti. Aku akan belajar dengan keras!"

Sumber: womenclub