Tidur tengkurap bagi anak-anak atau bayi merupakan posisi tidur yang
dirasa paling nyaman. Namun, posisi tidur ini nampaknya masih menjadi
perdebatan, karena untuk usia tertentu posisi tidur tengkurap bisa
berbahaya. Banyak orang menganggap kalau bayi tidur tengkurap adalah
penyebab utama dari kematian mendadak.
Namun, bagi para orang tua sebenarnya tidak perlu takut, karena
posisi tengkurap ini tidak akan berbahaya jika kondisi bayi selalu
terpantau. Selain itu, ternyata tidur dalam posisi tengkurap juga
sebenarnya memiliki banyak manfaat loh!
Pertama, dengan tidur tengkurap bayi akan merasa lebih nyaman, dan
posisi di mana dada, perut, dan bagian tubuh lainnya berada di bawah
akan memberi tekanan dari berat badannya sendiri, dan hal ini layaknya
pelukan hangat dari sang ibu.

Manfaat lain yang didapat dari kebiasaan tidur tengkurap adalah
menghindari kepala peang, mengistirahatkan organ tubuh bagian belakang,
dan melatih kekuatan paru-paru. Namun, perlu diperhatikan untuk melatih
kekuatan paru-paru hanya boleh dilakukan dalam jangka waktu tertentu,
tidak berlebihan, dan yang pasti dalam pengawasan orang tua.
Di luar manfaat yang bisa didapat, orang tua benar-benar harus
memberi pengawasan pada anak yang tidur terlentang, karena tidur dalam
posisi ini juga menyebabkan sistem pernafasan dan pasokan darah ke otak
terganggu, maka dari itu, orang tua harus rutin membalikkan tubuh anak
yang sudah tidur terlalu lama dalam posisi tengkurap untuk menghindari
hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kematian mendakak.

Selain itu, orang tua juga harus tahu jika anak tidak bisa tidur
diam, selalu bolak-balik, biasanya karena anak merasa panas atau bagian
tubuhnya merasa lelah. Sesederhana itu. Tapi, jika anak terus tidak bisa
diam, tangan dan kakinya terasa agak hangat, hal ini menandakan bahwa
sirkulasi darah anak tidak berjalan dengan baik dan ada yang tidak beres
dengan badannya, terutama bagian liver. Maka, jika anak juga lebih suka
tidur tengkurap dalam waktu yang sangat lama, lebih nyaman dalam posisi
tengkurap, orang tua harus waspada, karena bisa saja ada yang salah
dengan liver anak Anda.
Gangguan pada liver juga ditandai di mana anak tidak memiliki nafsu
makan, suka pilih-pilih makanan, batuk-batuk, demam, dan diare. Jika
sudah muncul gejala seperti ini, orang tua bisa melakukan perawatan
pertama dengan melakukan hal ini untuk melancarkan aliran darah dan
sirkulasi dalam tubuh anak:





Berikut ini adalah tips aman agar bayi bisa tidur tengkurap dan
tetap aman, agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan:
1. Selalu awasi bayi ketika tidur tengkurap, segera rubah posisi
tidurnya ketika bayi sudah tidur dalam posisi yang sama terlalu lama,
atau mulai terlihat sulit bernafas.
2. Jangan biarkan bayi untuk tidur tengkurap terlalu lama, cukup 30 menit saja.
3. Jangan sesekali memaksakan bayi untuk tengkurap, biar bayi yang membalikkan tubuhnya sendiri.
4. Hindari memakai kasur atau alas tidur terlalu empuk. Hal ini akan mengganggu pernafasan bayi.
5. Pastikan hidung dan mulut bayi tidak tertutup apapun.
Umumnya bayi baru bisa tengkurap sendiri sekitar usia 3-6 bulan. Umur
yang dirasa paling tepat untuk tidur dengan posisi tengkurap adalah
usia 4 bulan. Di usia ini bayi telah mampu secara sadar menopang kepala
dan lehernya. Selain itu, dia juga mampu mendorong badannya dengan
menggunakan siku tangan, karena otot-ototnya sudah terlatih dan
terbentuk secara maksimal. Ketika bayi sudah bisa melakukan hal itu,
maka orang tua baru bisa membiarkan bayi untuk tidur dengan posisi
tengkurap. Intinya, jangan lupa untuk berikan pengawasan ekstra saat
bayi tidur tengkurap.
Sumber: Thehealth