Baru-baru ini seorang ibu berbagi pengalamannya mengenai putrinya yang berusia 6 tahun. Dia berkata bahwa sejak usia 2 tahun, putrinya sudah bisa buang air kecil sendiri. Tapi, baru-baru ini tidak tahu mengapa putrinya jadi sering mengompol lagi. Setiap ditanya kepada anaknya, anaknya selalu berkata tidak bisa menahannya. Ia pun mengantar putrinya ke rumah sakit untuk diperiksa dan dokter mengatakan tidak ada masalah pada saluran kemihnya. Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata penyebabnya adalah perkataan ibunya yang membingungkan!
Suatu pagi, ibunya masuk ke kamar putrinya dan putrinya sambil menguap berkata, "bu, kasurku basah!" Ibunya pun membuka selimutnya dan berkata, "ampun deh! Kasur dan selimut basah semua dan bau pesing! Bikin malu aja kamu. Sudah sebesar ini masih ngompol. Apa kamu gak malu?" Muka putrinya memerah.
Saat sedang mencuci sprei, ibunya pun masih memarahi putrinya, "waktu ibu segede kamu, ibu sudah bisa cuci selimut sendiri, tapi lihat kamu, bahkan ibu yang masih harus cuciin…" Putrinya hanya diam mendengarkan kata ibunya.
Yang membuat ibunya tidak menyangka adalah pada malam kedua, putrinya mengompol lagi. Kali ini putrinya tidak berani bilang. Pagi-pagi, putrinya yang mengganti celananya dan menyembunyikan celana kotornya dibawah sprei bersihnya. Ibunya menemukan hal ini saat sedang membantu putrinya melipat selimut.

Khawatir selimutnya basah lagi, ibunya meletakkan selembar plastik diatas kasur putrinya. Tapi, dia terkejut ternyata putrinya tidak mengompol lagi. Tapi, kejadian baik ini tidak berlangsung panjang, saat ibunya mengambil plastiknya, anaknya jadi mengompol lagi. Setiap ditanya anaknya selalu berkata tidak tahu mengapa tidak bisa mengontrolnya. Ketika berasa ingin buang air, ia langsung buang air.
"Karena untuk pertama kalinya kamu menertawakan anakmu, anak itu menjadi begitu stres karena malu, begitu gugup, ia akan buang air." Ketika sang ibu tahu alasannya, dia berkata dengan polos, "Hanya demi membiarkan anak tidak ngompol lagi, tapi malah hasilnya sebaliknya."
Terakhir, ahli anak memberi nasihat kepada ibu ini untuk menyiapkan lebih banyak sprei dan biarkan anak buang air dengan nyaman. Jangan memarahi, menertawankan atau menekannya. Karena pada nantinya, anak akan kembali normal lagi.
Seminggu kemudian, ibunya berkata bahwa anaknya sudah tidak mengompol lagi.
Secara umum, kebanyakan anak-anak pada usia 2-3 tidak lagi mengompol, namun beberapa anak akan terlambat, karena pengembangan sistem saraf pusat pada anak umur 4 tahun itu belum cukup dewasa. Mereka sendiri yang tidak dapat sepenuhnya mengontrol buang air kecil adalah normal . Ketika anak-anak sedang belajar untuk mengendalikannya, sesekali mengompol cukup normal. Kadang-kadang bahkan lebih dari 10 tahun masih bisa mengompol.

Sumber: womenclub