Ada pepatah yang mengatakan:
Kamu akan mengetahui apakah kamu menikah dengan lelaki yang tepat atau tidak saat kamu hamil dan akhirnya memiliki anak.

Tetapi, sebenarnya kalimat ini juga cocok untuk ditujukan pada mama mertua. Buat kamu yang udah menikah, tentunya kamu tahu rasanya punya mertua, dan tidak asing lagi dengan perbedaan mama dan mama mertua. Mungkin tidak semua mertua seperti ini, tapi menurut banyak orang, rata-rata mertua punya perbedaan yang cukup kentara sama mama kandung.
Saat menantu sedang menanti kehadiran anak yang dinanti-nantikan, tidak peduli saat hamil atau setelah melahirkan, sikap dari masing-masing mama dan mertua benar-benar berbeda.
Contohnya…
1. Saat nafsu makan yang buruk selama masa kehamilan
Mertua: Kamu harus makan apa yang ada, kalau tidak bagaimana anak di dalam perut kamu bisa kenyang?
Mama: Mau makan apa? Apa ada yang bisa mama buatkan agar kamu mau makan?
2. Saat merencanakan proses melahirkan
Mertua: Lebih baik melahirkan secara normal, jangan melalui operasi, tidak sehat untuk bayi dan harganya jauh lebih mahal.
Mama: Kalau kamu takut banget dan tidak siap, ya caesar pun tidak apa-apa yang penting kamu dan bayi sama-sama selamat.
3. Saat menunggu di luar ruangan persalinan
Mertua: Duh, kira-kira bakalan lahir anak laki-laki atau perempuan ya?
Mama: Bagaimana ya kondisi anakku di dalam, apakah dia baik-baik saja? Semoga di dalam semuanya berjalan dengan lancar.
4. Saat bayi telah lahir
Begitu pintu ruang persalinan dibuka dan dokter pun keluar, kalimat pertama yang akan diucapkan…
Mertua: Anak laki-laki atau perempuan?

Mama: Bagaimana kondisi ibu dan bayinya?
5. Saat dirawat di rumah sakit
Mertua: Kamu harus terus mendampingi anakmu ya!
Mama: Kamu istirahat dulu, biar mama yang bantu menjaga anakmu.
6. Saat tidak bisa tidur karena luka bekas proses persalinan masih terasa sakit
Mertua: Ya, ini wajar, setiap wanita pasti menanggung hal ini, tahan saja lah!
Mama: Mana yang sakit? Apa ada yang bisa mama bantu?
7. Saat diberikan makanan
Mertua: Kamu harus makan ini agar bisa menghasilkan banyak ASI

Mama: Makan ini ya, agar badan kamu cepat pulih
8. Saat anak menangis
Mertua: Kamu cepat beri anak makan dong, lihat dia sampai menangis seperti itu, kamu dari tadi ngapain saja sih?
Mama: Sini mama yang bantu beri dia makan ya, kamu istirahat saja dulu, jangan sampai kamu kelelahan.
Dari sini terlihat bahwa saat proses kehamilan dan anak telah lahir, mertua biasanya lebih memikirkan cucu, sedangkan mama akan lebih fokus pada anaknya. Benar gak sih? Namun, perlu diingat pula kalau hal ini hanya rata-rata, bukan berarti semua mertua seperti ini. Banyak juga kok mertua yang sama baiknya kayak mama kandung, kalau mertuamu baik, ya hargai yah!


Sumber: Womenclub