Seorang ibu bernama Ira Tarina Ochan membagikan kisah yang menimpa
anaknya di akun Facebook miliknya. Putrinya mengalami kejadian tak
menyenangkan setelah selesai berenang, ia mengeluarkan darah setelah
Buang air besar (BAB). ia berharap dengan membagikan kisah ini untuk
memperingatkan orangtua lainnya agar waspada kemungkinan infeksi bakteri
saat di kolam renang. Berikut penuturan Ira terkait pengalamannya:

Peringatan buat para orangtua, harus lebih waspada saat mengajak buah hati ke kolam renang. Ini terjadi pada buah hatiku.
Niat hati ingin nyenengin buah hati, menuruti keinginannya untuk
pergi berenang. Pas banget hari libur kami pun sekeluarga berangkat ke
kolam renang ga jauh dari tempat saya tinggal.
Tanpa disangka-sangka, kebahagiaan itu berubah jadi malapetaka buat buah hatiku. Ibarat nasi sudah menjadi bubur.
Hanya selang beberapa jam setelah pulang dari berenang, anakku
langsung BAB yang disertai dengan keluarnya darah segar. Kami pun
langsung membawa ke klinik terdekat.
Selang 3 hari nggak ada perubahan. Tanpa pikir panjang, saya langsung bawa ke dokter spesialis anak di RS dekat rumah.
Dokter bilang ada luka di anusnya, tapi saya ragu karena saya
liat anusnya baik-baik saja ga ada luka. Hanya sedikit memerah mungkin
karena sering buang air besar.
Selang 1 minggu setelah ke dokter anak masih tetap nggak ada
perubahan. BAB-nya masih mengeluarkan darah segar dan itu pun nggak
sedikit, sangat banyak terlihat di pampers-nya.
Di situ saya langsung lemas, air mata bercucuran. Hati ibu mana
yang tidak sedih melihat buah hatinya mengeluarkan darah segar dari
anusnya dan itu terjadi 1 minggu lebih nggak ada perubahan.
Sempat terlintas di pikiranku, pikiran negatif tentang buah
hatiku, penyakit apa yang diderita anakku? Saya dan suami pun langsung
mengambil tindakan membawa anak kami ke RS Hermina Grand Wisata.
Sesampainya di RS, saya ceritakan kronologinya dari awal sampai
akhir. Dan dokter pun langsung mengambil keputusan bahwa anak saya harus
dirawat.
Suster pun mengambil sampel darah dan eek-nya buat dibawa ke
ruang laboraturium untuk mengetahui penyakitnya apa. Keesokan harinya
dokter pun menjelaskan hasil dari labnya.
Ya Allah betapa kagetnya saya dan suami saya di saat dokter
memberitahukan bahwa anak saya terkena virus Amoeba dan bakterinya dah
ngegerogotin ususnya menjadi luka.
Saya sempat bertanya virus Amoeba itu apa dok? Dan penyebabnya dari mana?
Dokter pun menjelaskan bisa dari air kolam renang yang tertelan. Di situ saya langsung merasa lemas.
Benarkah BAB anak berdarah karena amoeba?

Kami menanyakan kasus ini pada dr. Meta Hanindita, Sp.A. Menurut
dokter Meta, dari kisah di atas, anak ini didiagnosis amoebiasis yaitu
infeksi parasit Entamoeba hystolytica yang bisa menyerang usus maupun
organ di luar usus.
“Kalau infeksi parasit ini menyerang usus, gejalanya dapat berupa
nyeri perut, BAB anak berdarah dan berlendir, mual, muntah, dan
lain-lain,” ujar dokter Meta menambahkan.
Penyebab pastinya mengapa anak menderita amoebiasis adalah karena
makan atau minum sesuatu yang terkontaminasi parasit ini. Jadi,
amoebiasis bukan disebabkan oleh virus atau bakteri, melainkan oleh
parasit.
Meminum air kolam tanpa sengaja memang bisa menyebabkan anak terkena
amoebiasis. Itu berarti air kolamnya sudah terkontaminasi parasit
sebelumnya.
Pada banyak kasus, parasit ini tinggal dalam usus besar manusia tapi
tidak menimbulkan gejala apapun. Tapi terkadang, parasit Entamoeba
hystolitica ini menggerogoti dinding usus sehingga menyebabkan BAB anak
berdarah.

Amoebiasis ini menular. Bila seseorang tinggal di lingkungan yang tidak bersih dan higienis, maka kesempatan tertular sangat cepat.
Penyebaran penyakit amoebiasis ini juga bisa melalui sentuhan tangan
terutama jika kamu habis bersalaman dengan orang yang terjangkiti
infeksi ini. Oleh karena itu, pastikan anak selalu mencuci tangan
sebelum makan, setelah bermain, atau setelah bersalaman dengan orang
lain.
Sayangnya, tidak ada cara mencegah penularan amoebiasis ini. Namun,
para orangtua bisa meminimalisir gejala penyebaran amoebiasis. Berikut
beberapa cara yang bisa orangtua lakukan:
- Pilih kolam renang yang sekiranya aman dan bersih untuk digunakan berenang
- Ajari dan beritahu anak untuk tidak menelan air kolam.
- Jangan biarkan atau izinkan anak berenang jika sedang tidak sehat
- Jangan lupa untuk membilas setelah selesai berenang.
Sumber: The Asian Parent Indonesia