Sofa atau kursi empuk berbusa biasanya berbahan rangka dari kayu.
Namun di Ungaran, Kabupaten Semarang ada kerajinan sofa yang terbuat
dari ban mobil bekas. Adalah Joko Prasetyo (47) warga Genuk Krajan RT 02
RW 08 Kelurahan Genuk, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang,
Jawa Tengah, berhasil menyulap ban mobil bekas menjadi sofa-sofa cantik
yang ia namakan " sofa bakpao".
Bentuknya bulat dengan warna-warni yang menarik, sofa bakpao laris
manis diburu para pembeli. "Nama bakpao ini pemberian netizen. Saat kita
upload di medsos, dibilang bentuknya kok lucu bulet kayak bakpao," kata
Joko saat ditemui di rumah sekaligus bengkel kerjanya, Sabtu
(8/10/2017) siang. Awalnya Joko Prasetyo yang juga merupakan Ketua RT di
lingkungannya ini adalah tukang jahit kulit untuk cover mebel sebuah
perusahaan ekspor di Semarang sekitar Januari 2017.

"Waktu itu masih ada sisa bahan, dan kebetulan desainnya bulat. Saya
pikir kalau ini diaplikasikan ke ban mobil bekas coba bisa nggak ya?"
ujarnya. Joko kemudian mencari ban bekas yang banyak tersedia di
beberapa bengkel yang ada di sekitar rumahnya. Setelah mendapatkan ban
bekas, kulit jok sisa order tersebut ia aplikasikan dengan modifikasi
sedemikian rupa, ternyata memang pas dan tampak cantik. "Awalnya rangka
dan desainnya masih sederhana.
Ada tetangga yang lihat, katanya kok bagus lalu dibeli. Akhirnya pada
tahu dari mulut ke mulut," ujarnya. Melihat sofa buatannya mulai
diminati, Joko terus menyempurnakan konstruksi rangka dan desainnya agar
makin kokoh dan lebih menarik. Usahanya membuat sofa dari ban bekas ini
terus berkembang. Setelah dikombinasi dengan material lain, seperti
vinil oscar, spon, karet penyangga elastis, ban bekas ini pun menjadi
sofa yang nampak indah dan kuat.
Apalagi dengan pemilihan warna, desain yang kekinian dan jahitan yang
lebih rapi, para peminatnya mengaku puas dengan sofa buatannya. "Karena
dari ban bekas, harganyapun jadi lebih murah dibandingkan sofa berangka
kayu," ujarnya. Para pembelinya kini tak hanya dari Semarang dan daerah
sekitarnya. Tapi berdatangan dari kota-kota lainnya seperti Yogyakarta
dan Malang. Lantaran untuk membuat sofa bakpao ini harus memperhatikan
detail dan keakuratan ukuran, Joko belum berani menyerahkan sepenuhnya
pekerjaan finishing sofa bakpao ini kepada orang lain. Saat ini Joko
dibantu oleh dua pekerja dan istrinya sendiri yang bertugas menjahit
cover sofa. "Saya sekarang stop broadcast di medsos karena tidak mampu
melayani pelanggan," jelasnya. Untuk membuat sofa bakpao ini
kelihatannya cukup mudah.

Mula-mula ban bekas dibersihkan dan dicari yang ukurannya sama.
Selanjutnya dikasih penutup dari kayu di kedua sisinya. Kemudian seluruh
permukaan ban dilapisi dengan spons.
Sebagai finishing ditutup dengan bahan vinil oscar yang dijahit
dengan ketelitian dan diberikan kaki-kaki dari besi yang sangat kokoh.
"Ban yang kami pakai rata-rata ring 13, 14 dan 15. Sementara sandarannya
kita pakai ban vario," imbuhnya. Salah seorang konsumen, Nur Yuliyanto
(38) warga Ungaran yang datang ke rumah Joko sengaja memesan satu set
kursi ban modifikasi ini.
Nur mengaku tahu tentang sofa bakpao ini dari rekan-rekannya yang
mengunggahnya ke media sosial. Ia tertarik lantaran sofa bakpao ini
mempunyai warna yang cukup mencolok dan unik. "Saya berusaha mencarinya
karena unik dan cantik. Apalagi kita bisa memesan warna sesuai kesukaan
dan harganya lebih murah dari yang ada di pasar online," kata Nur.
Kembali menurut keterangan Joko, harga yang dipatok untuk sofa bakpao
ini cukup terjangkau. Satu set yang terdiri dari dua kursi bundar non
sandaran dan satu meja dihargai Rp 1 juta. Sementara untuk satu set
paket empat kursi non sandaran dan satu meja dibanderol Rp 1,5 juta
"Kalau yang ada sandarannya paket dua kursi kami jual Rp 1,1 juta, kalau
yag paket empat kursi sandaran Rp 1,8 juta," jelasnya. Joko mengaku
dengan mematok harga yang relatif murah ini, keuntungan yang ia dapat
tidak banyak setelah dipotong biaya dan ongkos produksi.
"Kalau beli eceran harganya mulai Rp 300 ribu dan meja mulai Rp 350
ribu," imbuhnya. Saat ini Sofa ban bekas telah merambah hotel dan kafe.
Bentuknya yang unik dan kombinasi warna vinil yang menarik menjadikan
sofa ini menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan mebel terutama
untuk rumah-rumah dengan bentuk minimalis. "Pesanan datang dari Malang,
Lamongan, Yogya dan kota-kota lainnya. Mereka tahu dari internet,"
pungkasnya.
Sumber : Kompas.com