Ladies, tahukan seberapa besar pengaruh celana dalam terhadap kesehatan reproduksi? Celana dalam sebagai penutup organ kewanitaan harus selalu dijaga kebersihannya. Jangan sampai lembab, karena bakteri sangat suka berkembang biak ditempat yang lembab. Ini dapat menimbulkan masalah pada organ kewanitaan lo! Oleh sebab itu, kalian harus sering-sering ganti celana dalam.
Biasanya berapa kali nih kalian ganti celana dalam sehari? Kebanyakan wanita mengganti celana dalam 1 hari sekali. Padahal, seharusnya celana dalam diganti 12 jam sekali. Misal kalian pakai celana dalam jam 6 pagi, jadi jam 6 sore harus sudah ganti lagi Ladies.

Lalu, apa bahayanya kalau nggak sering-sering ganti celana dalam? Banyak banget dari bau tidak sedap sampai berkutu! Hiiiiiyyyy…. Yuk simak, satu-satu.
1. Timbul rasa gatal
Bakteri yang terdapat pada celana dalam akan menempel pada miss V sehingga dapat menyebabkan gatal-gatal pada area kewanitaan.
2. Ruam pada kulit

Kalau terasa gatal, kamu pasti garuk-garuk kan? Kalau sering digaruk akan muncul ruam merah di area kewanitaan. Semakin sering nggak ganti celana dalam, semakin banyak.
3. Bau tidak sedap
Jamur dan bakteri yang menempel pada miss v dapat menyebabkan bau tidak sedap, apalagi kalau kamu mengalami keputihan, baunya semakin tajam!
4. Infeksi jamur

Jamur yang berkembang biak juga bisa mengakibatkan infeksi terutama kalau terjadi luka sekecil apa pun di area kewanitaan.
5. Rambut miss V berkutu
Iieewh! Yang ini jijik banget ya. Kutu rambut aja jijik apa lagi di miss V. kalau sudah begini hati-hati! Bisa terjadi infeksi parah lo.
Nah, gimana ladies? Udah tahu kan berapa kali harus ganti celana dalam? Jaga selalu aset kita ya.

Sumber: popbela