Penyakit alzheimer adalah salah satu penyakit yang paling mudah
menyerang orang-orang yang sudah berusia lanjut. Penyakit ini merupakan
kondisi kelainan yang ditandai dengan penurunan daya ingat, kemampuan
berpikir, dan berbicara, serta perubahan perilaku pada penderita.
Hingga saat ini penyebab penyakit alzheimer belum diketahui secara
pasti dan juga belum bisa disembuhkan. Pengobatan untuk penyakit
alzheimer hanya untuk memperlambat perkembangan gejalanya saja. Namun,
penelitian terbaru menunjukkan kalau salah satu pemicu utama penyakit
alzheimer adalah karena kurang tidur!

Orang
yang mengalami sedikit tidur akan mengalami penurunan sistem kekebalan
tubuh. Mereka juga lebih memiliki resiko mengalami plak yang tinggi.
Plak ini biasanya tertimbun selama 10-15 tahun. Selain itu, otak menjadi
memproduksi lebih banyak protein amyloid beta saat kurang tidur. Hal
inilah yang kemudian menyebabkan Alzheimer.
Untuk membuktikan kalau kurang tidur mampu memicu penyakit alzheimer ,
para peneliti merekrut delapan orang berusia 30-60 tahun yang tidak
memiliki masalah tidur apapun. Hasilnya, tingkat amyloid beta pada orang
yang kurang tidur lebih tinggi 25-30 persen daripada orang yang tidur
malam tanpa gangguan. Setelah begadang, tingkat amyloid beta peserta
setara dengan orang yang secara genetik mengembangkan alzheimer di usia
muda.

Para
peneliti juga menggaris bawahi bahwa penumpukan protein amyloid beta
tidak akan terjadi begitu saja dalam satu malam, melainkan jika
seseorang terus menerus begadang. Berdasarkan hal ini dan juga
penelitian yang lain, sebaiknya seseorang melakukan kebiasaan tidur yang
baik, yang juga jangan terlalu khawatir jika waktu tidurnya terlewatkan
hanya semalam saja.
Cukup tidur dan nyenyak setiap hari memang dapat mencegah alzheimer.
Namun, para ahli juga menambahkan kalau kurang tidur hanyalah salah satu
dari banyak faktor risiko terserang alzheimer. Penyakit ini memang
mempunyai banyak sebab, kurang tidur adalah salah satunya. Bukan berarti
jika tidur cukup tidur, maka seseorang akan terbebas alzheimer. Banyak
faktor risiko lain seperti obesitas, tekanan darah tinggi dan faktor
genetik.

Hanya
saja, seperti lirik lagu Bang Haji Rhoma Irama, "Begadang jangan
begadang, kalau tiada artinya," memang ada benarnya juga loh...
Sumber: Bomb