Di Amerika Serikat tinggal orang-orang Amish. Mereka hidup secara
berkelompok dengan cara tradisional seperti di abad ke-19. Keluarga
Amish rata-rata mempunyai banyak anak. Anak-anak itu bermain dengan
permainan dan alat bermain yang khas, salah satunya adalah boneka amish.
Boneka Amish adalah boneka yang terbuat dari kain. Boneka itu dibuat
oleh para perempuan Amish dengan tangan atau dengan mesin jahit manual.
Mereka membuat boneka itu dari baju-baju lama yang sudah tidak dipakai
lagi. Boneka itu berwujud anak laki-laki dan anak perempuan. Namun tidak
memiliki wajah. Artinya, wajah boneka ini polos. Tanpa mata, hidung,
dan mulut.

Boneka laki-laki berpakaian seperti anak-anak Amish yaitu memakai
celana panjang warna gelap, kemeja lengan panjang, dan topi. Sedangkan
boneka perempuan memakai baju panjang dan topi. Bagi orang Amish, boneka
bukanlah mainan khusus anak perempuan. Jadi anak-anak Amish, baik anak
laki-laki maupun anak perempuan, memainkan boneka ini. Mereka tidak
pernah mencuci boneka itu. Bila sudah kotor, dibuatkan lagi baju baru.
Mengapa Boneka Amish Tanpa Wajah?
Di dalam alkitab orang Amish tertulis bahwa membuat patung adalah
sebuah larangan. Menurut orang Amish, boneka yang memiliki wajah itu
mirip dengan manusia. Artinya membuat boneka berwajah itu sama saja
dengan membuat patung. Nah, agar tidak melanggar larangan agama, orang
Amish membuat boneka tanpa wajah. Selain itu, orang Amish berpendapat
bahwa boneka tanpa wajah menunjukkan setiap manusia itu sama dan
sederajat di hadapan Tuhan.

Sejarahnya
Ada beberapa cerita tentang asal mula boneka Amish tanpa wajah. Salah
satunya bercerita, bahwa pada zaman dahulu ada seorang anak perempuan
Amish mendapat boneka sebagai hadiah Natal. Ayah anak perempuan itu
marah. Menurut sang ayah, hanya Tuhan yang berkuasa menciptakan orang.
Sang ayah lalu memotong kepala boneka itu dan menggantikan kepalanya
dengan kaos kaki berisi kain-kain usang. Itulah asal mula boneka Amish
tanpa wajah.
Sumber : Intisari