Kebanggan seorang wanita adalah ketika menjadi seorang ibu. Kehamilan
hingga bersalin merupakan momen berharga bagi wanita. Kehadiran buah
hati dalam sebuah keluarga tentu sangat dinantikan oleh banyak pasangan
suami istri. Namun, kebahagian tersebut kadang terganggu oleh ibu yang
merasa depresi setelah melahirkan.

Kondisi yang juga dikenal dengan psikosis postpartum ini tergolong
gangguan mental berat dan membutuhkan penangan medis secara khusus.
Namun, ibu bisa mempercepat waktu pemulihan dengan melakukan beberapa
hal ini:
1. Memilih gaya hidup sehat. Lakukan aktivitas fisik, seperti
berjalan-jalan dengan bayi setiap pagi atau sore hari selama masa
kehamilan dan tubuh sudah mampu beraktivitas pasca persalinan. Selain
itu, makanlah makanan yang sehat dan hindari konsumsi alkohol.
2. Membuat ekspektasi yang realistis. Sebelum melahirkan, jangan
memaksa diri untuk bisa melakukan semua segala hal baik rutinitas maupun
pekerjaan yang biasa dijalani. Lakukan apa yang ibu bisa dan tinggalkan
kegiatan berat yang dapat membuat lelah, khususnya saat hamil besar.
Jangan segan untuk meminta bantuan pada orang terdekat atau pasangan
jika membutuhkan.
3. Cari informasi yang benar. Kemajuan teknologi saat ini membuat
siapa saja mencari informasi melalui internet secara bebas. Jika tidak
memilah secara bijak, maka informasi yang didapat terutama saat masa
kehamilan dan setelah melahirkan akan bisa berbanding terbalik dengan
kenyataan yang dijalani. Jadi, usahakan untuk mencari informasi yang
tepat dan terbukti secara medis faktanya untuk dijadikan pedoman.

4. Luangkan me time. Saat ibu merasa tertekan atau stres, carilah
waktu untuk diri sendiri. Pergilah ke suatu tempat yang mampu
menenangkan atau bertemu dengan teman dekat ibu. Cari bahasan yang
ringan dan mampu membuat tertawa. Cara lainnya dengan melakukan
pekerjaan rumah atau menjadwalkan waktu bersama dengan pasangan.
5. Berikan stimulasi positif pada diri sendiri. Ketika situasi
negatif tiba-tiba menghampiri, cobalah untuk tetap berpikir positif.
Ubah cara ibu dalam berpikir dan bertindak untuk menghadapi satu kondisi
tertentu. Melakukan kursus singkat atau terapi perilaku kognitif dapat
membantu ibu mempelajari bagaimana mengelola dan menangani situasi
tersebut.
6. Hindari isolasi diri. Ceritakan apa yang ibu rasakan dengan
pasangan, keluarga dan teman-teman. Tanyakan ibu-ibu lain mengenai
pengalaman mereka yang bisa pulih dari rasa depresi atau gangguan
psikosis postpartum.
Bisa juga dengan bertanya kepada dokter tentang kelompok dukungan
lokal untuk ibu baru atau wanita yang mengalami depresi pasca
melahirkan.
Sumber : Mother and Baby