Jika Anda adalah seorang suami, Anda bisa memperlihatkan ini pada istri Anda.
Jika Anda adalah seorang istri, bacalah baik-baik jika Anda mencintai suami Anda.

Ada sebuah fenomena dimana ketika menginjak usia, suamilah yang
meninggal lebih dulu daripada istri. Entah karena ketika menikah, umur
laki-laki lebih tua daripada wanita, tetapi ternyata ada sebab lain yang
menyebabkan pria lebih pendek umur daripada wanita!
Banyak orang menganggap bahwa laki-laki lebih kuat daripada wanita,
terutama dari dari segi fisik. Tetapi, mengapa lelaki cenderung lebih
pendek umur daripada wanita?

Sebenarnya, lelaki tidaklah sekuat yang kita bayangkan. Mereka juga
manusia, bisa merasakan sedih, frustasi, depresi, tekanan, dan beban
hidup, hanya saja mereka menyimpan itu semua di dalam hati. Yang kita
lihat hanyalah sisi kuatnya, karena mereka menyembunyikan apa yang kita
anggap "lemah" di mata kita.
Mengapa lebih banyak pria yang merokok daripada wanita? Ini karena
wanita cenderung lebih baik dalam menangani stres, seperti curhat pada
teman baik, berbelanja, bergosip, menangis dan lain-lain. Dalam norma
sosial, wanita sepertinya lebih diperbolehkan untuk menunjukkan sisi
lemahnya ketimbang pria. Wanita menangis itu wajar dan harus dikasihani,
tetapi pria tidak boleh menangis.
Apalagi setelah berkeluarga, tekanan pria menjadi semakin besar.
Sebagai kepala keluarga, ia harus selalu tampil sebagai sosok yang kuat
di depan istri dan anak-anaknya. Wanita apabila sudah menikah tetap bisa
mencurahkan isi hatinya kepada suami, orang tua atau teman-teman
baiknya. Emosinya jadi lebih mudah tersalur sehingga membuat wanita
lebih panjang umur daripada pria.

Lantas, bagaimana caranya agar suami juga bisa panjang umur? Apakah ada cara untuk meringankan beban/stres yang ia pikul? Ada!
Pertama, sebisa mungkin ciptakanlah lingkungan rumah yang hangat dan
santai, sehingga ketika suami pulang bekerja, ia bisa melepas lelah dan
beristirahat dengan baik. Janganlah bertengkar mulut hanya karena
masalah pekerjaan rumah tangga. Asal ada pembagian kerja yang baik,
tidak akan jadi masalah. Apabila suami istri sibuk bekerja, carilah
pembantu untuk meringankan beban pekerjaan rumah, dengan begitu semua
orang bisa beristirahat.
Kedua, ketika suami menemui kesulitan di luar sana, meskipun pulang
ia tidak berkata apa-apa, sebagai istri cobalah memberinya perhatian.
Masaklah makanan kesukaannya, hibur dia dengan cerita lucu atau
setidaknya jangan mengomelnya atau memasang muka cemberut. Setelah ia
merasa lebih baik, kalian bisa berdiskusi apa masalahnya dan mencari
solusinya.
Sekalipun ia tidak ingin mengatakan yang sebenarnya atau tidak ingin
mengungkit masalah yang ia hadapi, tetaplah berusaha untuk menghiburnya
sampai ia mau berbicara. Setidaknya, sebagai istri seharusnya membantu
meringankan beban suami. Perhatian dan kelembutan istri adalah obat
terbaik bagi suami.

Jika suami berbuat salah, jangan gunakan emosi atau nada marah karena
hanya akan berujung pada pertengkaran. Yang bisa Anda lakukan adalah
bersabar dan memaafkannya, demi menjaga perasaan juga keharmonisan
keluarga. Boleh dikatakan, persoalan yang paling bikin pusing pasti
tidak lepas dari soal uang dan kerjaan. Kalau tidang, mungkin konflik
dengan orang lain atau dimarahi atasan.
Kalau yang Anda inginkan adalah hidup bahagia bersama suami sampai
tua, maka yang paling penting sebenarnya bukanlah seberapa kaya atau
berkuasanya suami Anda. Ingat! Rezeki sudah ada yang mengatur. Yang
paling penting adalah kesehatan. Kesehatan merupakan kesuksesan yang
paling penting. Rezeki bisa dicari, tetapi tubuh yang sehat tidak bisa
dibeli dengan harta semahal apapun.
Ketiga, bujuklah suami Anda untuk tidak merokok atau minum-minum.
Sadarkan ia akan pentingnya kesehatan. Bila ia tidak memikirkan dirinya
sendiri, setidaknya pikirkanlah Anda istrinya, juga anak-anak. Bila
tidak ingin lebih cepat berpisah dengan keluarga, maka berhentilah
merokok.
Keempat, bila Anda terpaksa harus tinggal bersama mertua, usahakan
agar hubungan Anda dengan mertua bisa harmonis dan berjalan dengan baik,
karena kalau terjadi pertengkaran, yang paling sengsara adalah suami
Anda. Ia dijepit di tengah, di satu sisi istrinya sendiri, di sisi lain
orang tuanya sendiri, ia tidak tahu harus membela siapa karena kedua
adalah orang yang penting baginya. Tekanannya pasti akan sangat luar
biasa.
Nah, jika Anda bisa melakukan 4 poin di atas, maka yang berikut ini akan terasa lebih mudah.

Jika Anda mencintai suami Anda, jangan biarkan ia makan
goreng-gorengan. Masaklah kuah-kuahan, sayur-sayuran. Dengan
mengkonsumsi makanan yang sehat, Anda akan menyadari kalau dulunya sang
suami yang sering ketiduran, mengantuk, lesu, tiba-tiba menjadi lebih
berenergi dan bersemangat!
Ajaklah suami berolahraga bersama, seperti marathon, jalan cepat,
bersepeda, dan lain-lain. Anda juga boleh mengajaknya bepergian, itu
juga termasuk. Perut suami yang semakin membuncit setelah menikah itu
pasti akan jadi kempes dan sampai-sampai punya tenaga bisa menggendong
Anda seperti dulu!
Dari hal-hal kecil seperti ini, suami Anda akan sadar bahwa Anda
benar-benar tulus menyayanginya, ia pun akan lebih memperhatikan
kesehatannya dan lebih giat lagi untuk membuat Anda bahagia! Istrinya
tidak pernah memberikan ia beban, malah mengurangi bebannya. Ia akan
sangat berterima kasih pada Anda.
Kita harus sadar bahwa yang bisa menemani kita sampai ke akhir
kehidupan bukanlah anak kita atau orang tua kita, melainkan pasangan
kita. Merekalah yang akan mendampingi kita seumur hidup, sampai rambut
berubah menjadi putih, wajah penuh dengan kerutan, tangan bergemetar.

Ketika kita hidup sampai umur 70, 80, 90 tahun masih tetap ada
pasangan yang menemani, tentunya kita tidak akan merasa kesepian. Anak
kita pun mungkin sudah besar, sudah berkeluarga, punya kehidupannya
sendiri, tidak mungkin bisa selalu tinggal di sisi kita menemani kita.
Saat itulah kita semua akan sadar, bahwa seberapa banyak harta maupun
kesuksesan tidak bisa menggantikan seorang suami yang tulus mencintai
kita dan menemani kita sampai ke akhirat. Seberapa mahal make-up atau
hadiah yang diberikan untuk kita, tidak dapat dibandingi dengan tangan
suami yang menggandeng kita melihat matahari terbenam.
Jika Anda mencintai suami Anda, lakukanlah sekarang juga, lebih
cepat, lebih baik. Waktu tidak menunggu siapapun. Ketika seseorang
menyimpan begitu banyak beban, suatu hari pasti akan meledak juga. Hari
demi hari jangan lupakan juga kesehatan Anda sendiri. Kesehatan dan
kebahagiaan suami istri adalah kunci dari panjang umur dan keharmonisan
berkeluarga. Semoga Anda sukses!
Sumber: cerpen