Bai Yun baru pertama kalinya melakukan operasi caesar, setelah 1
tahun berlalu dari proses kelahiran caesarnya itu, ia mneyadari bahwa
dirinya kembali hamil lagi. Anak pertamanya adalah perempuan, jadi ia
sempat berpikir, jika anak yang ada dalam kandungannya kali ini adalah
laki-laki, maka hidupnya akan lebih sempurna lagi. Setelah memasuki usia
kehamilan 2 bulan, saat melakukan pemeriksaan rutin di rumah sakit,
dokter mengatakan bahwa ada bekas luka akibat operasi caesar sebelumnya,
namun bekas lukanya tidaklah terlalu besar, hanya sekitar 10 mm. Dokter
berpesan, cukup dengan menjaga makanan yang dikonsumsi sehari-hari dan
terus melakukan pemeriksaan rutin sesuai jadwal, seharusnya tidak akan
ada masalah lagi.
Setelah pemeriksaan itu, Bai Yun pun begitu berhati-hati dalam
melakukan apapun. Ia memperhatikan keadaannya dengan begitu teliti,
namun sekitar usia kehamilannya 5 bulan, pada hari itu suaminya pulang
ke rumah dalam keadaan mabuk sambil berkata, ia sudah tidak tahan lagi,
sudah berbulan-bulan tidak melakukan hubungan suami istri dengan sang
istri. Dan saat mendengar keluhan suaminya itu, Bai Yun juga berpikir,
usia kehamilannya sudah memasuki 5 bulan, seharusnya tidak ada masalah
lagi. Akhirnya ia pun menyetujui untuk melakukan hubungan badan dengan
suaminya.

Namun, pada hari kedua saat bangun pagi, Bai Yun tiba-tiba merasa
mual dan pusing, bahkan mengalami pendarahan ringan. Karena khawatir ada
apa-apa dengan kandungannya, Bai Yun pun langsung pergi ke rumah sakit.
Setelah selesai melakukan pemeriksaan, hasil diagnosa yang disampaikan
dokter bagaikan petir yang menyambarnya di pagi hari. Karena hubungan
badan yang mereka lakukan beberapa hari lalu menyebabkan pecahnya air
ketuban sebelum waktunya, sehingga tidak ada hal lain yang dapat
dilakukan selain operasi untuk mengeluarkan janin tersebut. Namun dokter
memastikan operasi ini tidak akan mengancam nyawa sang ibu.
Bersyukur keadaan ini segera diketahui, setelah melewati proses
operasi, walaupun tidak dapat melindungi nyawa sang anak, namun
setidaknya itu tidak merusak rahim sang ibu. Jika keadaannya semakin
lama dibiarkan, maka sangat besar kemungkinan dapat mengancam nyawa sang
ibu. Namun dokter memperingatkan bahwa dalam 3 tahun, mereka harus
mengurungkan niat untuk memiliki anak. Setelah melewati masalah ini,
suami Bai Yun begitu menyesal. Ia selalu menyalahkan dirinya yang minum
sampai mabuk sedemikian rupa malam itu. Namun bagaimanapun juga, masalah
sudah terjadi, dan sudah terlambat juga untuk menyesal.

Ada beberapa netizen yang agak marah saat mendengar cerita Bai Yun
ini, mereka berpendapat, sebagai manusia, tidak boleh terlalu serakah.
Sudah memiliki anak perempuan, kenapa harus memaksa wajib punya anak
laki-laki? Apakah hanya dengan kehadiran anak laki-laki saja hidupmu
baru menjadi sempurna?
Proses melahirkan secara caesar pada dasarnya memang lebih beresiko,
jika tidak hati-hati bisa saja mengakibatkan histerektomi, yaitu proses
pengangkatan rahim, bahkan lebih parahnya lagi, bisa membahayakan nyawa
ibu. Demi ambisi memiliki anak laki-laki yang mana tingkat
keberhasilannya hanya 50% rela mempertaruhkan keselamatan nyawanya
sendiri.
Bagi wanita yang pernah melakukan operasi caesar saat melahirkan,
umumnya akan meninggalkan bekas luka di rahim yang pada beberapa kasus
akan mengakibatkan ruptura uteri, salah satu komplikasi obstetri yang
sangat serius. Komplikasi ini berhubungan erat dengan angka kematian dan
angka kesakitan dari bayi dan ibu bersalin. Jika pasien dapat selamat,
ada kemungkina fungsi reproduksinya berakhir dan proses penyembuhannya
sering kali memakan waktu yang cukup lama.

Oleh sebab itu, sangatlah disarankan agar para wanita dapat memilih
dengan bijak proses melahirkan pertama mereka, dan setelah selesai
menjalani operasi caesar, para wanita juga disarankan untuk melakukan
tindakan kontrasepsi (pencegahan kehamilan) terlebih dahulu.

Bagi para ibu yang pernah melakukan operasi caesar, disarankan agar
memperhatikan kebersihan dan kesehatan kehidupan seksualnya bersama
pasangan, untuk menghindari terjadinya infeksi panggul. Di samping itu,
perlu diperhatikan juga saat proses bersalin, kamu perlu mencari tau
informasi, apakah rumah sakit tersebut memiliki transfusi darah yang
cukup yang sesuai dengan darahmu atau tidak. Karena prediksi yang
dilakukan sebelum melahirkan tidak dapat dijamin keakuratannya 100%.
Jika terjadi pendarahan yang hebat, pastinya transfusi darah yang
memadai merupakan salah satu hal yang terpenting yang harus
diperhatikan.
Untuk mempercepat proses penyembuhan bekas luka setelah operasi caesar, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan:

1. Beristirahatlah dengan teratur, jangan sampai kamu kelelahan berlebihan.
2. Tahan bagian perut bekas luka saat kamu melakukan gerakan tiba-tiba, misalnya bersin, batuk atau tertawa.
3. Makan dengan teratur dan minum banyak cairan terutama bagi para ibu yang menyusui bayinya.
4. Jaga kebersihan bekas lukamu dan daerah sekitarnya untuk mencegah terjadinya infeksi.
5. Lakukan pemeriksaan rutin ke dokter sehingga jahitan dapat diangkat dan bekas luka dapat sembuh dengan cepat.
Semoga artikel ini bermanfaat ya! Dishare yuk!
Sumber: Cerpen