Baru-baru ini, seorang anak laki-laki berusia tiga tahun bernama Gage yang berasal dari San Francisco dikirim ke rumah sakit karena mengalami patah kaki saat bermain perosotan. Broughton, ibunya, berkata, "Pada saat itu, aku mendudukkan Gage di atas lututku dan main perosotan bersamanya. Di ujung perosotan, sol sepatu karet Gage tiba-tiba tersangkut, tetapi tubuhnya tetap bergerak, sehingga kakinya pun melilit di bawah tubuhnya. Ditambah lagi dengan dorongan dari berat tubuhku, efeknya pun semakin parah."
Selain Gage, seorang gadis kecil 18 bulan bernama Ella juga mengalami patah kaki saat main perosotan. Ibunya yang berpikir Ella masih terlalu kecil untuk main perosotan sendirian kemudian mendudukkan Ella di antara kakinya. Ella yang takut meluncur terlalu cepat kemudian mencoba memperlambat kecepatan dengan kakinya. Siapa sangka ketika mencapai ujung perosotan, kakinya malah cedera.
Kedua anak yang terluka ini sebenarnya memiliki satu kesamaan, yaitu mereka bermain perosotan bersama dengan orang tuanya. Jadi, jangan biarkan anak-anak duduk di pangkuanmu saat bermain perosotan!
Bermain perosotan bersama anak sama dengan membahayakannya. Saat meluncur, ada kemungkinan anak akan memanjangkan kakinya untuk meningkatkan kecepatan atau bahkan menggesekkan kakinya untuk memperlambat karena rasa takut. Selain itu, dia mungkin juga langsung menginjak permukaan perosotan selama meluncur karena iseng.
Apa pun alasannya, dia bisa melambat dan bahkan berhenti tiba-tiba. Orang dewasa yang ada di belakangnya tentu tidak akan menyadari hal itu dan bisa saja tanpa sengaja malah menindih dan melindasnya.
Oleh karena itu, pada bulan Desember 2017, American Academy of Pediatrics (AAP) mempublikasikan hasil penelitian yang melarang orang tua untuk bermain perosotan bersama anaknya.
Perosotan sebenarnya tidak cukup aman untuk anak-anak
Selain hal tadi, ada beberapa hal lain yang juga bisa menyebabkan cedera pada anak-anak saat bermain perosotan:
1. Matras di ujung perosotan terlalu tipis
Seorang gadis berusia 8 tahun mengalami pergeseran dan keretakan pada tangan kirinya karena matras di ujung perosotan terlalu tipis, sedangkan berat tubuh gadis itu terlalu berat sehingga tangannya tertindih oleh tubuhnya sendiri. Saat anak bermain perosotan dan meluncur ke bawah dia bisa saja kehilangan keseimbangan di ujung perosotan sehingga terbaring miring di matras. Jika matras di perosotan perosotan terlalu tipis atau bahkan tidak ada matras sama sekali, maka lebih baik jangan coba bermain perosoton itu.

2.Luka bakar serius
Pada Desember 2014, seorang anak 3 tahun bernama Mason yang berasal dari New Jersey bermain di perosotan di taman dan malah mengalami luka bakar yang parah. Staf medis memperkirakan luka bakar itu terjadi karena kulit menyentuh benda bersuhu 62 derajat. Ibunya berkata, "Saat suhu udara di luar cukup panas, hal semacam ini bisa terjadi di mana saja."

Banyak perosotan terbuat dari lempengan besi untuk mengurangi biaya dan untuk meningkatkan kelancaran saat meluncur. Padahal, jenis slide ini adalah akan menyerap banyak panas di musim panas. Segera ketika anak duduk, kulitnya akan terbakar. Perosotan yang terbuat dari plastik pun tidak lebih baik. Saat musim panas, suhu permukaannya bisa mencapai 64 derajat celcius. Sedangkan perosotan yang terbuat dari batu, suhu permukaannya bisa mencapai 41 derajat celcius. Jadi, sebelum mendudukkan anak, pastikan dulu suhu permukaan perosotan dengan tangan.
3. Kecelakaan saat meluncur dengan kecepatan tinggi
Orang dewasa berasumsi bahwa semakin tinggi kecepatan meluncur, maka anak-anak akan semakin merasa senang. Padahal, semakin tinggi kecepatan meluncur, maka bahayanya pun akan semakin tinggi. Saat anak-anak meluncur dengan kecepatan tinggi dan tersangkut, dia bisa membentur atau bahkan terlempar dari perosotan.

4. Meluncur dengan berbaring
Meluncur dengan cara berbaring bisa membahayakan tulang leher dan tulang belakang. Jika saat meluncur, bagian tulang tersebut tang sengaja terbentur, maka bisa menyebabkan cedera serius.
Selain perosotan, ada wahana lain yang ternyata juga menyimpan potensi bahaya bagi anak-anak:
1. Wahana berbentuk bangunan yang terbuat dari balon
Saat ini banyak wahana berbentuk bangunan yang terbuat dari balon. Tanpa disadari, jika bobot wahana terlalu ringan, maka bisa saja dia tertiup angin kencang. Bayangkan saja jika anak-anak sedang ada di atasnya, kira-kira separah apa cedera yang mereka alami?
2. Jungkat-jungkit
Inti dari wahana ini adalah keseimbangan. Jika bobot di salah satu sisi jauh lebih berat dari sisi yang lain, maka saat memainkannya bisa menyebabkan anak yang bobotnya lebih ringan menjadi terpental.


Sumber: womenclub